Home Berita Properti Dukung Pariwisata NTB, Kementerian PUPR Bedah 915 RTLH

Dukung Pariwisata NTB, Kementerian PUPR Bedah 915 RTLH

Konsep penginapan ini sangat baik karena dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap namun dengan harga sewa yang terjangkau.

644
0
Homestay di Lombok, NTB
Homestay di Lombok, NTB. (dok. PUPR)

Propertyandthecity.com, Lombok – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan sebanyak 915 rumah tidak layak huni (RTLH) telah selesai dibedah untuk mendukung ajang MotoGP serta dapat digunakan sebagai homestay guna menunjang pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bedah rumah yang merupakan bagian dari Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) tersebut dilaksanakan guna mendukung pemulihan ekonomi di sektor pariwisata di masa pandemi khususnha di Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika, Lombok.

Baca: Kementerian PUPR Selesaikan Penataan Kawasan Bukit Cinta Rawa Pening dan Gedong Songo

“Kami telah menyelesaikan 915 RTLH menjadi rumah yang layak huni melalui Program Sarana Hunian Pariwisata guna mendukung ajang MotoGP di NTB,” ujar Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, KM Arsyad saat memberikan penjelasan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno di NTB beberapa waktu lalu.

Arsyad menerangkan, dari 915 rumah yang dibedah tersebut, sebanyak 817 unit dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah. Adapun lokasi bedah rumah dilaksanakan di sepanjang koridor masuk Kawasan Mandalika sebanyak 517 dan sekitar 300 unit rumah lainnya dibedah  untuk rumah singgah dan homestay serta usaha lainnya guna mendukung pariwisata. Sedangkan sisanya sebanyak 98 unit dibangun di Kabupaten Lombok Utara.

“Total anggaran pelaksanaan Program Sarhunta untuk 915 unit rumah sekitar Rp62,22 miliar,” terangnya.

Lebih lanjut, Arsyad menjelaskan 300 rumah yang akan dijadikan homestay itu tersebar di beberapa lokasi antara lain Kute, Grupuk, Sukadana dan Selong Balanak. Sisanya  sebanyak 98 tersebar di Kabupaten Lombok Utara dan Tiga Gili Tramena yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Baca: Hingga Akhir Desember 2020, Realisasi Belanja Infrastruktur PUPR Capai 93,06%

Arsyad  juga berharap kepada pemerintah daerah dan para penerima bantuan bedah rumah serta homestay dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR untuk dapat menjaga, mengelola dan memanfaatkan rumah tersebut dengan baik. Apalagi rumah yang dibedah tersebut memiliki desain yang unik dan memiliki karakter tradisional namun memiliki fasilitas yang memadai untuk rumah singgah atau homestay bagi wisatawan.

“Kami berharap melalui Program Sarhunta ini selain rumah masyarakat menjadi lebih layak huni juga dapat mendukung fungsi pariwisata serta usaha lainnya, sehingga dapat memberikan keuntungan di daerah tujuan wisata,” katanya.

homestay di lombok ntb
Homestay di Lombok, NTB. (dok. PUPR)

Pada kegiatan tersebut, Direktur Rumah Swadaya bersama Menparekraf juga meninjau sejumlah rumah warga di Desa Gerupuk, Lombok Tengah yang telah selesai dibedah. Rencananya rumah-rumah tersebut didesain sebagai homestay untuk para wisatawan yang akan berkunjung menyaksikan perhelatan MotorGP Mandalika.

Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Uno juga memberikan apresiasi kepada Kementerian PUPR yang telah mendesain rumah warga yang sederhana namun terlihat mewah serta memiliki nuansa tradisional dan dapat menjadi alternatif penginapan bagi wisatawan.

Baca: Program Sejuta Rumah Tahun 2020 Tembus 965.217 Unit

“Konsep penginapan ini sangat baik karena dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap namun dengan harga sewa yang terjangkau. Hal ini merupakan wujud nyata pembangunan infrastruktur yang berkeadilan karena masyarakat bersama pemerintah membangun rumah swadaya yang baik dan dapat menjadi tempat usaha bagi warga lokal,” terangnya.