
Jakarta, propertyandthecity.com — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan penyaluran tertinggi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 1–31 Januari 2026 dengan realisasi 4.160 unit.
Capaian tersebut menjadi yang terbesar di antara bank-bank Himbara, dari total realisasi nasional sebanyak 7.312 unit senilai Rp912,4 miliar berdasarkan laporan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Masih mengacu data BP Tapera, setelah BTN, penyaluran KPR Sejahtera FLPP dilakukan oleh Bank Syariah Nasional sebanyak 861 unit, disusul Bank Mandiri 699 unit, Bank Negara Indonesia 616 unit, dan Bank Rakyat Indonesia 587 unit.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan dominasi BTN pada Januari 2026 mencerminkan kesiapan sistem, jaringan, serta kemitraan yang telah dibangun secara konsisten.
“Kami berkomitmen memperluas akses pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari peran BTN sebagai mitra strategis pemerintah,” ujar Nixon dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
BTN juga mencatat realisasi internal yang lebih besar, yakni 6.749 unit hingga akhir Januari 2026. Perbedaan angka tersebut disebabkan sebagian KPR yang telah diakadkan masih dalam proses penagihan ke BP Tapera.
Baca Juga: Guru Besar FTUI Kembangkan Material Bangunan dari Limbah Industri
Nixon menambahkan, kinerja awal tahun ini melanjutkan konsistensi BTN sepanjang 2025, ketika perseroan menyalurkan 192.208 unit KPR Sejahtera FLPP. Rekam jejak ini memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan jaringan pembiayaan perumahan rakyat terluas.
Pada 2026, pemerintah menetapkan kuota nasional FLPP sebesar 350 ribu unit, dengan alokasi BTN mencapai 172 ribu unit.
“BTN siap mengoptimalkan kuota tersebut melalui penguatan kolaborasi bersama pemerintah, BP Tapera, dan mitra pengembang. Transformasi digital serta optimalisasi jaringan distribusi akan terus kami dorong agar pembiayaan semakin cepat, transparan, dan tepat sasaran,” kata Nixon.




















