Top 5 This Week

Related Posts

BI Rate Naik, Ini Strategi BTN Hadapi Tekanan Suku Bunga

Jakarta, propertyandthecity.com — Di tengah perubahan arah kebijakan moneter global dan domestik, Bank Tabungan Negara (BTN) menilai industri perbankan nasional telah memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai skenario suku bunga, termasuk kenaikan BI Rate yang diputuskan Bank Indonesia baru-baru ini.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan setiap bank pada dasarnya telah memiliki manajemen risiko yang memadai guna mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga acuan terhadap biaya dana atau cost of fund.

“Perbankan pada dasarnya telah siap menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan,” ujar Ramon dikutip dalam keterangannya, Kamis (21/5/26).

Menurut dia, industri perbankan juga secara berkala melakukan stress test dengan mempertimbangkan potensi kenaikan BI Rate yang dapat memengaruhi struktur pendanaan dan likuiditas.

Untuk menjaga efisiensi pendanaan di tengah tekanan pasar, BTN terus memperkuat komposisi dana murah atau current account saving account (CASA).

“Untuk mengurangi sensitivitas terhadap tekanan nilai tukar dan biaya pendanaan, BTN juga terus menjaga struktur pendanaan agar tetap efisien melalui penguatan dana murah (CASA) sebagai fokus utama strategi funding perseroan,” jelasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%.

Selain itu, suku bunga deposit facility turut naik 50 basis poin menjadi 4,25%, sementara suku bunga lending facility meningkat menjadi 6%.

Kenaikan BI Rate tersebut menjadi penyesuaian pertama setelah suku bunga acuan dipertahankan di level 4,75% sejak September 2025. Sepanjang 2025, Bank Indonesia sebelumnya telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan mencapai 125 basis poin.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (20/5) tercatat menguat 52 poin atau 0,29% menjadi Rp17.654 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.706 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat ke level Rp17.685 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.719 per dolar AS.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles