Propertyandthecity.com, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN terus memacu implementasi strategi bisnis Beyond Mortgage. Langkah ini diwujudkan melalui pembangunan kolaborasi strategis bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Komitmen perluasan ekspansi pasar tersebut ditandai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sekaligus. Kerja sama ini difokuskan untuk memperluas akses layanan perbankan, pembiayaan perumahan, serta penguatan pemberdayaan bagi para pelaku UMKM.
Wakil Direktur Utama BTN, Oni Febriarto Rahardjo, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan bagian dari manuver perseroan untuk membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan bisnis baru di luar captive market KPR.
“Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman yang bersifat seremonial. Yang terpenting adalah bagaimana kolaborasi ini benar-benar menghasilkan manfaat bagi semua pihak,” ujar Oni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, (17/06/2026).
Sasar Ekosistem ASN Pemprov DKI Jakarta
Melalui kemitraan dengan Pemprov DKI Jakarta, bank pelat merah ini memperluas penetrasi penyediaan berbagai fasilitas jasa keuangan yang menyasar aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga kerja di lingkungan pemerintah daerah.
Beberapa poin krusial dalam ruang lingkup kerja sama dengan Pemprov DKI meliputi:
- Penyediaan produk simpanan dan penguatan layanan transaksi perbankan.
- Penyediaan fasilitas pembiayaan perumahan, baik skema subsidi maupun non-subsidi.
- Optimalisasi layanan keuangan berbasis gaji (payroll).
- Peningkatan program literasi serta inklusi keuangan di lingkungan kerja pemerintah.
- Pengembangan program pemberdayaan pelaku UMKM lokal binaan daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyambut baik langkah sinergis ini. Menurutnya, kerja sama dengan perbankan nasional merupakan bagian dari upaya pemda dalam menjaga pertumbuhan ekonomi regional serta meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta.
Integrasi Platform SAPA UMKM untuk Pembiayaan Hunian
Sementara itu, kolaborasi dengan Kementerian UMKM difokuskan pada penguatan akses modal dan layanan perbankan bagi para pelaku usaha kecil. Kerja sama ini memanfaatkan infrastruktur digital milik kementerian, yakni platform SAPA UMKM.
Melalui integrasi sistem tersebut, kedua belah pihak akan menjajaki sinergi untuk memperluas akses layanan keuangan, mendukung skema pembiayaan modal usaha, hingga membuka peluang kepemilikan rumah (KPR) bagi para pelaku UMKM yang selama ini kerap kesulitan menembus akses perbankan (unbankable).
Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menjelaskan bahwa keterlibatan BTN akan memperkuat ekosistem layanan digital terpadu bagi pelaku usaha mikro. Melalui platform SAPA UMKM, pelaku usaha dapat dengan mudah mengakses berbagai kebutuhan mendasar mulai dari aspek legalitas, peningkatan kapasitas usaha, manajemen pemasaran, hingga pembiayaan.
Dengan komitmen dua arah ini, manajemen BTN mengaku optimistis dapat memperluas jangkauan bisnis (market outreach) ke ekosistem ASN dan UMKM secara berkelanjutan. Perseroan menyatakan akan terus membuka peluang kemitraan dengan kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah guna menghadirkan solusi keuangan yang inklusif di Indonesia. (*)





















