Beranda blog

Sinar Mas Land Luncurkan Tanatara Business Avenue, Kawasan Komersial Premium Terbaru di BSD City

0
Sinar Mas Land Luncurkan Tanatara Business Avenue, Kawasan Komersial Premium Terbaru di BSD City (Dok: Sinar Mas Land)
Sinar Mas Land Luncurkan Tanatara Business Avenue, Kawasan Komersial Premium Terbaru di BSD City (Dok: Sinar Mas Land)

Jakarta, propertyandthecity.com – Sebagai kawasan mega township yang berkembang pesat, BSD City terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan hunian terpadu, seimbang, dan berkualitas bagi penghuninya. Tak hanya sebagai kawasan hunian, BSD City juga memberikan beragam fasilitas modern untuk menunjang gaya hidup masyarakat urban.

Sejalan dengan tagline “Always Alive”, BSD City senantiasa adaptif terhadap pertumbuhan bisnis dan aktivitas ekonomi, salah satunya melalui peluncuran produk komersial terbaru yakni Tanatara Business Avenue. Proyek yang dikembangkan dengan total area seluas 1,8 hektare ini berlokasi di BSD Barat, tepatnya menghadap Jalan Utama BSD Barat ROW 50 meter, dan berada di depan kawasan hunian Tanakayu Residence sehingga memberikan visibilitas yang maksimal.

Mengusung konsep Unique & Elegant Facade, desain fasad Tanatara Business Avenue memadukan elemen arsitektur modern yang kekinian. Nuansa bata yang hangat dipadukan dengan panel kaca berukuran besar menciptakan tampilan bangunan yang elegan dan modern. Bentuk bangunan yang tertata rapi juga memperkuat daya tarik visual secara keseluruhan.

Tanatara Business Avenue memiliki beragam fasilitas, yakni drop-off points hingga connected corridor sehingga pengunjung dapat merasakan kenyamanan dan kemudahan menuju ke unit Tanatara. Tak hanya itu, setiap unitnya juga memiliki lift pribadi yang memudahkan mobilitas antar lantai bagi pemilik maupun pengunjung.

“Kami dengan bangga meluncurkan penjualan perdana produk komersial terbaru di BSD City, yakni Tanatara Business Avenue. Proyek ini menawarkan ruang usaha premium yang luas dan strategis bagi para pelaku bisnis,” ungkap CEO Commercial BSD Sinar Mas Land, Anna Budiman, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (23/7/2025).

Setiap unit memiliki empat lantai dengan tipe Studio Loft berukuran (6×20,5 m²), dirancang dengan ceiling tinggi serta terdapat opsi dynamic alfresco spaces yang fleksibel untuk berbagai konsep usaha. Keunggulan lainnya adalah area parkir dua lapis (two layer parking) yang luas, sehingga sangat cocok untuk berbagai jenis usaha seperti office, restaurant, salon, beauty clinic, boutique, bakery, kafe, dan bisnis lainnya.

“Produk terbaru ini kami tawarkan secara eksklusif dan terbatas sebanyak 18 unit, dengan harga mulai dari Rp9 miliaran,” tambah Anna.

Sebagai area shophouse, Tanatara Business Avenue menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Produk komersial ini dikelilingi kawasan residensial premium serta padat penduduk di BSD City, seperti EONNA, Terravia, Enchanté Résidence, The Armont Residence, The Zora, Jadeite, De Park, NavaPark, hingga The Blizfield. Selain itu, kawasan bisnis ini juga dikelilingi oleh pusat perbelanjaan, perkantoran, bisnis, hingga fasilitas terbaru di BSD City, seperti AEON Mall, QBig, ICE, The Breeze, Unilever, Traveloka, Hotel Mercure, Hotel Santika Premiere, GrandLucky, The Barn, hingga EASTVARA Mall.

Sinar Mas Land meluncurkan produk komersial terbaru yakni Tanatara Business Avenue, menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Proyek yang dikembangkan dengan total area seluas 1,8 hektare ini berlokasi di Jalan Utama BSD Barat ROW 50 meter, tepatnya di depan kawasan hunian Tanakayu Residence sehingga memberikan visibilitas yang maksimal. Klaster komersial ini dipasarkan secara eksklusif dan terbatas sebanyak 18 unit, dengan harga mulai dari Rp9 miliaran. (Dok: Sinar Mas Land)
Sinar Mas Land meluncurkan produk komersial terbaru yakni Tanatara Business Avenue, menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Proyek yang dikembangkan dengan total area seluas 1,8 hektare ini berlokasi di Jalan Utama BSD Barat ROW 50 meter, tepatnya di depan kawasan hunian Tanakayu Residence sehingga memberikan visibilitas yang maksimal. Klaster komersial ini dipasarkan secara eksklusif dan terbatas sebanyak 18 unit, dengan harga mulai dari Rp9 miliaran.
(Dok: Sinar Mas Land)

Dari sisi akses, Tanatara Business Avenue menawarkan keunggulan multiakses karena diapit oleh dua jalan penghubung utama antara BSD City dan Gading Serpong. Kawasan ini juga didukung oleh jaringan tol yang lengkap; Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A & 1B, Tol Jakarta – Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1, Tol JORR 2 (Bandara Soekarno Hatta – Kunciran – Serpong – Cinere – Cimanggis – Cibitung – Cilincing), Tol Japek dan Tol Jagorawi.

Mobilitas dari/ke Tanatara Business Avenue pun juga didukung dengan beragam pilihan transportasi umum mulai dari free shuttle bus BSD Link, feeder bus BSD City, dan kereta commuter line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Pasar Modern Intermoda BSD City. Ke depannya, konektivitasnya juga akan semakin optimal dengan hadirnya jalur tambahan commuter line melalui Stasiun Jatake yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2025.

Chin Finddy Wong Terpilih Pimpin DPD REI Banten Periode 2026-2029

0
Chin Finddy Wong Terpilih Pimpin DPD REI Banten Periode 2026-2029
Chin Finddy Wong Terpilih Pimpin DPD REI Banten Periode 2026-2029

Serang, Propertyandthecity.com — Chin Finddy Wong terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Banten dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX di Hotel Aston Serang, Senin, 26 Oktober 2026. Ia menggantikan Roni H Adali, yang telah memimpin organisasi tersebut pada periode sebelumnya.

Berdasarkan rekapitulasi, Chin Finddy memperoleh 77 suara, sementara pesaingnya, Boy Hendra, meraih 38 suara. Tidak ada suara tidak sah dari total 115 suara.

Sebelum maju sebagai calon ketua, Chin Finddy menjabat sebagai sekretaris DPD REI Banten. Sedangkan Boy Hendra menjabat sebagai Ketua Komisariat DPD REI Tangerang.

Dalam Musda tersebut, Roni berharap pengurus baru dapat menjaga kekompakan organisasi dan mengutamakan kepentingan anggota. Ia menyebut REI membutuhkan pemimpin yang amanah, berintegritas, mampu mengayomi, serta dapat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi pengembang.

“Pemimpin ke depan harus bisa menjalankan amanah, mengayomi dan melayani anggota, mempunyai integritas,” kata Roni dalam sambutannya.

Ia juga mendorong pengembang memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, perbankan, dan BP Tapera untuk mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Musda IX tidak hanya membahas pergantian kepemimpinan. Forum itu juga menyoroti sejumlah kendala industri perumahan di Banten, termasuk kebijakan perlindungan lahan sawah, persoalan lahan yang menghambat proyek, serta akses MBR terhadap hunian.

Roni mengatakan pengembang membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga pembiayaan agar penyediaan rumah dapat berjalan.

Baca Juga: Kamar Mezzanine Cove Tumbuh 65% pada 2026, Apa yang Mendorong Minat Penghuni?

Gubernur Banten Andra Soni, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyebut pengembang sebagai mitra pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian. Ia mengingatkan agar pembangunan perumahan tetap mengikuti aturan tata ruang, memperhatikan perlindungan lahan pertanian, serta memenuhi tanggung jawab terhadap fasilitas umum dan infrastruktur lingkungan.

“Penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah tentu harus mengikuti regulasi yang ada,” ujarnya.

Andra juga menyampaikan bahwa pemerintah bersama berbagai pihak telah memperbaiki hampir 12.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Banten sepanjang 2026. Untuk itu, Ia mendorong kolaborasi pemerintah dan pengembang, termasuk untuk memastikan dukungan pembiayaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. (*)

Kamar Mezzanine Cove Tumbuh 65% pada 2026, Apa yang Mendorong Minat Penghuni?

0
Kamar Mezzanine Cove Tumbuh 65% pada 2026, Apa yang Mendorong Minat Penghuni?
Kamar Mezzanine Cove Tumbuh 65% pada 2026, Apa yang Mendorong Minat Penghuni?

Jakarta, Propertyandthecity.com — Ruang terbatas mendorong penyedia hunian sewa mencari cara untuk membuat kamar tetap fungsional tanpa menambah luas lantai. Salah satu desain yang digunakan adalah mezzanine, yakni lantai tambahan di antara lantai dan plafon untuk memisahkan area tidur dari ruang aktivitas.

Cove, penyedia hunian co-living, menyatakan jumlah kamar mezzanine dalam jaringannya tumbuh 65 persen sepanjang 2026. Perusahaan juga mencatat rata-rata okupansi tipe kamar ini mencapai 80 persen. Angka tersebut merupakan data internal Cove, bukan gambaran tingkat okupansi seluruh pasar co-living.

“Desain kamar mezzanine itu tidak hanya cantik secara visual, tapi juga memberikan ruang tambahan,” kata Rizky Kusumo, Country Director of Investment Cove dalam keterangan resminya kepada redaksi.

Menurutnya, desain ini memungkinkan penghuni menggunakan area kamar untuk beberapa kegiatan tanpa harus memilih tipe kamar yang lebih besar.

Efisiensi Ruang jadi Daya Tarik

Dalam kurang dari tiga tahun terakhir, jumlah kamar mezzanine di jaringan Cove disebut meningkat lebih dari lima kali lipat. Cove menyatakan empat dari setiap 10 kamar mezzanine yang dimilikinya saat ini merupakan unit yang diluncurkan pada 2026.

Di Jakarta, kamar mezzanine Cove umumnya memiliki luas 13,5 meter persegi. Jakarta menyumbang 71 persen dari seluruh kamar mezzanine dalam jaringan perusahaan tersebut. Data ini menunjukkan konsentrasi produk Cove berada di kota yang memiliki keterbatasan lahan, tetapi belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa pola serupa berlaku pada seluruh pasar hunian sewa Jakarta.

Desain mezzanine memanfaatkan ruang vertikal untuk memisahkan fungsi dalam satu kamar. Area tidur berada di lantai tambahan, sementara bagian bawah dapat digunakan untuk aktivitas lain. Kepraktisannya bergantung pada kondisi tiap unit, termasuk tinggi plafon, akses tangga, sirkulasi, dan kebutuhan penghuni.

Kunjungan Daring dan Okupansi di Sejumlah Properti

Cove juga melaporkan kunjungan ke laman kamar mezzanine di situsnya naik 56 persen pada Januari–September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai pembanding, kunjungan ke laman semua tipe kamar Cove tumbuh 29 persen pada periode tersebut. Kunjungan laman mengindikasikan peningkatan perhatian calon penghuni, tetapi tidak sama dengan jumlah pemesanan atau penyewa baru.

Di Cove Arleyta, Bandung, perusahaan menyebut kamar mezzanine menjadi tipe yang paling banyak dilihat sejak diluncurkan pada pertengahan 2026. Tipe tersebut merupakan satu dari sembilan pilihan kamar di properti itu.

Tingkat okupansi berbeda di tiap properti. Seperti Cove Anantaha di Bali mencatat rata-rata okupansi 100 persen sejak beroperasi, sedangkan Cove Estoria di Jakarta mencatat rata-rata 80 persen. Kedua angka tersebut merujuk pada properti masing-masing dan tidak bisa dianggap sebagai tingkat okupansi rata-rata semua kamar mezzanine Cove.

Baca Juga: Kementerian PKP Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi pada Desember 2026

Pertumbuhan Produk Belum Menjawab Seluruh Aspek Hunian

Kenaikan jumlah unit, kunjungan laman, dan okupansi memberi indikasi bahwa desain mezzanine mendapat tempat dalam portofolio sewa Cove. Namun, data tersebut belum menjelaskan tarif sewa, lama tinggal, tingkat perpanjangan sewa, maupun biaya pembangunan dan pemeliharaan unit.

Bagi penghuni, mezzanine menawarkan pembagian fungsi ruang dalam kamar yang ringkas. Bagi operator, desain itu dapat menjadi salah satu cara membedakan produk. Seberapa efektif model ini dalam jangka panjang tetap bergantung pada kenyamanan penggunaan, harga sewa, dan kesesuaian desain dengan kebutuhan penyewa.

Rizky menegaskan kalu Cove melihat mezzanine sebagai salah satu pilihan desain untuk kota dengan lahan hunian terbatas. Ia menilai desain itu memberi pemilik bangunan “ruang yang termanfaatkan secara optimal, serta tampilan yang menarik perhatian calon penghuni.” (*)

Kementerian PKP Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi pada Desember 2026

0
Foto Deretan Rumah Subsidi. Dok. Vista Land
Foto Deretan Rumah Subsidi. Dok. Vista Land

Jakarta, Propertyandthecity.com – Pemerintah menyiapkan akad massal 71.000 rumah subsidi pada Desember 2026 yang dipusatkan di Malang, Jawa Timur. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut akan menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto.

Untuk itu, Maruarar datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2026), guna mengundang Presiden Prabowo secara langsung agar hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya akan mengundang beliau untuk bulan Desember, nanti waktunya kita menyesuaikan. Sesudah kita akad rumah, itu kan sudah tiga kali ya,” ujar Maruarar, dikutip Selasa (27/10).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 71.000 rumah subsidi akan diakadkan secara serentak melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di berbagai wilayah Indonesia. Meski dipusatkan di Malang, pelaksanaan akad akan menjangkau penerima rumah subsidi di seluruh Indonesia.

Akad massal ini melanjutkan rangkaian kegiatan serupa yang telah digelar pemerintah sebelumnya. Pada September 2025, pemerintah menggelar akad 26.000 rumah subsidi di Bogor, Jawa Barat, kemudian 50.000 rumah subsidi di Serang, Banten, pada Desember 2025.

Selanjutnya, pemerintah menggelar akad massal 62.000 rumah subsidi melalui skema FLPP di Batang, Jawa Tengah. Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan pada Desember 2026 ini akan menjadi akad massal dengan jumlah rumah terbanyak dibandingkan tiga kegiatan sebelumnya.

“Untuk bulan Desember di Malang, untuk 71.000 rumah yang diakadkan sekaligus di seluruh Indonesia, tapi titiknya ada di Malang,” katanya lagi.

Pinhome Ekspansi ke Properti Komersial, Luncurkan Layanan Pinservice

0
Pinhome Ekspansi ke Properti Komersial, Luncurkan Layanan Pinservice (Foto/dok: PInhome)
Pinhome Ekspansi ke Properti Komersial, Luncurkan Layanan Pinservice (Foto/dok: PInhome)

Jakarta, Propertyandthecity.com – Pinhome meluncurkan Pinservice, layanan kebersihan, perawatan, dan manajemen properti yang dikembangkan bersama Intercipta Corporation melalui skema Joint Operation (JO). Melalui Pinservice, Pinhome memperluas bisnisnya ke sektor properti komersial dan sektor industri. 

Peluncuran ini menjadi bagian dari pengembangan bisnis Pinhome yang sebelumnya berfokus pada sektor hunian. Melalui Pinservice, perusahaan ingin menjangkau kebutuhan pengelolaan properti dengan skala operasional lebih besar, mulai dari gedung perkantoran hingga kawasan industri.

CEO dan Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengatakan, Pinhome sebelumnya telah mengembangkan layanan jasa rumah tangga melalui Pinhome Home Service, termasuk untuk kebutuhan hunian dan segmen usaha kecil menengah (UKM).

“Melalui Pinservice, kami ingin mengembangkan kapabilitas tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku bisnis, khususnya dalam memenuhi kebutuhan layanan kebersihan bersertifikasi untuk properti komersial,” ujar Dayu dikutip dari keterangan resmi.

Sasar Gedung Perkantoran hingga Kawasan Industri

Dalam kerja sama ini, Pinhome mengandalkan teknologi platform digital, sementara Intercipta membawa pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang manajemen properti dan layanan kebersihan. Intercipta juga memiliki empat sertifikasi ISO, yakni ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 14001 untuk pengelolaan lingkungan, ISO 45001 untuk kesehatan dan keselamatan kerja, serta ISO 37000 untuk sistem manajemen antisuap.

Pada tahap awal, Pinservice akan menyasar gedung perkantoran. Selanjutnya, layanan ini berpeluang menjangkau properti komersial lain, seperti pusat perbelanjaan, serta sektor industri yang mencakup pabrik, gudang, dan kawasan industri.

Founder Intercipta, Jeffrey Yanuar, mengatakan kolaborasi dengan Pinhome menjadi langkah awal bagi perusahaannya untuk memanfaatkan teknologi dalam memperluas jangkauan layanan dan mengikuti kebutuhan pasar.

“Kami melihat teknologi sebagai peluang bagi Intercipta untuk terus beradaptasi dan menjaga relevansi bisnis. Kolaborasi dengan Pinhome sebagai perusahaan proptech menjadi langkah awal kami untuk menjajaki pemanfaatan teknologi dalam memperluas jangkauan layanan dan menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ungkap Jeffrey.

Empat Layanan Utama Pinservice

Pinservice menawarkan empat kategori layanan untuk mendukung operasional properti. Pertama, jasa kebersihan komersial dan industri, termasuk pembersihan khusus, sanitasi, serta pengendalian hama.

Kedua, jasa perawatan dan teknis yang mencakup pemeliharaan sistem mekanikal, elektrikal, pendingin udara, dan plumbing. Layanan ini ditujukan untuk menjaga kinerja peralatan gedung sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.

Ketiga, manajemen tempat kerja dan properti, seperti pengelolaan fasilitas kantor, layanan resepsionis, serta penataan lanskap. Keempat, solusi operasional, ritel, dan logistik yang mencakup penyediaan tenaga kerja alih daya untuk kebutuhan merchandising, penjualan, keamanan, dan pengelolaan parkir.

Pemantauan Layanan Lewat Platform Digital

Untuk mendukung operasional, Pinservice menggunakan aplikasi digital yang memungkinkan pemilik dan pengelola properti memantau kinerja penyedia jasa secara langsung. 

Fitur yang tersedia meliputi dashboard pemantauan, pencatatan kehadiran tenaga kerja, pelaporan kerusakan, rencana kerja elektronik, serta sistem pengelolaan rantai pasok dan audit digital.

Pengelola properti dapat memantau pelaksanaan pekerjaan dan mengevaluasi layanan secara lebih transparan dengan sistem tersebut. Kolaborasi Pinhome dan Intercipta ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjaga kondisi aset sekaligus mendukung kelancaran aktivitas di gedung komersial dan kawasan industri.

Bahas Program Perumahan dengan Prabowo, Maruarar Dorong Pengunaan Produk UMKM Lokal

0
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan keterangannya usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 26 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan keterangannya usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 26 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres

Jakarta, Propertyandthecity.com – Program bedah rumah pemerintah meningkat dari 45 ribu unit pada 2025 menjadi 400 ribu unit pada 2026. Selain memperbaiki rumah warga dan memperluas akses kepemilikan rumah melalui program subsidi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga mendorong penggunaan bahan bangunan produksi UMKM lokal agar pembangunan perumahan turut menggerakkan ekonomi daerah.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/10/2026).

“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah,” ungkap Maruarar, seperti dikutip dari laman resmi Biro Presiden RI, Selasa (27/10/2026).

Selain memperbaiki rumah yang sudah ada, pemerintah terus mendorong kepemilikan hunian melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema pembiayaan bersubsidi ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat memiliki rumah dengan cicilan yang terjangkau.

Upaya memperluas akses hunian tersebut juga dibarengi dengan pemanfaatan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan pembangunan perumahan. Salah satunya melalui industri genteng tanah liat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang melibatkan UMKM setempat.

Maruarar menyebut sebanyak 34 UMKM di Majalengka telah lolos sertifikasi dan menyiapkan 2,4 juta genteng tanah liat yang kualitasnya dijaga melalui pengujian dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan perumahan.

“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SND, yaitu kriteria kehandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga,” ujar Maruarar.

Menurut Maruarar, penggunaan bahan bangunan lokal perlu disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. Dengan begitu, kebutuhan pembangunan perumahan dapat menjadi pasar bagi produk UMKM setempat. Pemerintah pun berencana memperluas upaya serupa ke daerah lain dengan memanfaatkan produk unggulan yang tersedia.

“Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah Genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” imbuh Maruarar.

Selain program bedah rumah, rumah subsidi, dan pemanfaatan produk lokal, Maruarar menyebut pemerintah juga menyiapkan program ASRI sesuai arahan Presiden Prabowo. Program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, indah, dan sehat sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM.

“Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memperdayakan UMKM, sehat,” pungkas Maruarar.

Nilai Aset One Grand Eastlakes Naik 95% Menjadi AUD 38 Juta, Iwan Sunito: Kuncinya Fundamental Aset dan Disiplin Investasi

0
One Grand Eastlakes. [Foto: dokumentasi One Global Capital]

PropertyandTheCity.com, Jakarta– Selain nilai (capital gain), investor mempertimbangkan aset properti yang mampu menghasilkan pendapatan berulang (recurring income), mempertahankan penyewa, dan membuka peluang likuiditas.

Di Sydney, Australia, One Grand Eastlakes Shopping Centre, pusat belanja yang diakuisisi One Global Capital (OGC) senilai 19,5 juta Dolar Australia atau setara Rp250 miliar (nilai kurs Rp12.771) pada akhir 2024, diklaim pengembangnya mengalami kenaikan valuasi menjadi 33 juta Dolar Australia atau sekitar Rp421 miliar pada akhir 2025, meningkat 13,5 juta Dolar Australia atau sekitar 69 persen dari nilai akuisisi awal.

Tren positif ini berlanjut pada 2026, ketika penilaian independen CBRE mencatat nilai properti mencapai 38 juta Dolar Australia atau setara Rp485-an miliar, naik 15 persen sekitar 5 juta Dolar Australia dibandingkan valuasi di akhir 2025. Secara keseluruhan, nilai One Grand Eastlakes Shopping Centre telah meningkat 18,5 juta Dolar Australia atau sekitar 95 persen sejak diakuisisi.

Perkembangan ini mencerminkan potensi apresiasi nilai aset yang signifikan, sekaligus menegaskan pentingnya strategi akuisisi yang tepat dalam mengoptimalkan nilai investasi properti secara berkelanjutan.

“Pencapaian ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi perusahaan dan para investor. Sejak awal, kami menyusun strategi dengan mempertimbangkan fundamental aset, potensi pendapatan, serta peluang peningkatan nilai dalam jangka waktu investasi yang direncanakan. Perkembangan valuasi ini menjadi salah satu indikator yang perlu dievaluasi bersama kinerja operasional dan kondisi pasar,” ujar Iwan Sunito, Chairman dan Group CEO One Global Capital, dalam keterangan tertulis, Senin (26/10).

Iwan Sunito, Merancang Ulang Masa Depan dari Sydney
Iwan Sunito, Merancang Ulang Masa Depan dari Sydney (Dok.Pribadi)

Tingkat okupansi One Grand Eastlakes Shopping Centre diklaim OGC mencapai 100 persen, dengan supermarket ALDI dan Woolworths sebagai penyewa utama. Tak hanya itu, omzet bulanan Woolworths pun mengalami peningkatan dari sekitar 150 ribu dolar Australia menjadi lebih dari 520 ribu dolar Australia sejak awal pengambil-alihan.

“Sangat jarang sebuah pusat perbelanjaan dengan luas 3.300 m² seperti One Grand Eastlakes memiliki penyewa berkualitas tinggi (triple-A tenants) seperti Aldi, Australia Post, dan Woolworths. Dengan karakteristik dan kualitas penyewa tersebut, estimasi nilai pasar properti ini berada di kisara 40 juta dolar Australia hingga 46 juta dolar Australia,” kata Rob Pignataro, Managing Agent dari Strathfield Partners, agen properti yang memasarkan One Grand Eastlakes, seperti dikutip dalam pers rilis tersebut.

Rencana divestasi ini merupakan bagian dari mandat investasi (investment mandate) yang telah ditetapkan sejak awal, yakni periode kepemilikan selama tiga tahun dengan tujuan merealisasikan nilai investasi dan mengembalikan modal kepada para investor (sell and return).

One Grand Eastlakes Shopping Centre dirancang sebagai investasi dengan horizon kepemilikan hingga akhir 2027. Seiring dengan perkembangan valuasi aset dan prospek realisasi nilai yang semakin terbuka, One Global Capital kini mempertimbangkan sejumlah opsi strategis bersama para pemegang saham untuk menentukan langkah yang paling optimal bagi kepentingan investor.

Selain opsi penjualan, perusahaan juga membuka kemungkinan memperpanjang periode kepemilikan hingga satu tahun. Opsi ini dapat dipertimbangkan apabila para pemegang saham menilai bahwa tambahan waktu berpotensi memberikan ruang untuk mengoptimalkan nilai aset dan hasil investasi.

Gebrakan Selanjutnya

Dampak dari kinerja One Grand Eastlakes Shopping Centre tidak hanya tercermin pada perkembangan valuasi. Menurut Iwan Sunito, pihaknya kini mulai mendapat banyak pertanyaan dari calon investor mancanegara, seperti dari Timur Tengah ataupun Amerika Serikat, yang tertarik menjajaki peluang investasi bersama One Global Capital.

“Kesuksesan One Grand Eastlakes Shopping Centre telah memancing ketertarikan dari calon investor lintas negara. Mereka mulai menghubungi kami untuk mencari tahu peluang investasi berikutnya. Bagi kami, ini bukan sekadar tentang kenaikan valuasi sebuah aset, tetapi juga tentang membangun kepercayaan melalui strategi akuisisi, pengelolaan aset, dan penciptaan nilai yang terukur,” tutur Iwan.

Ketertarikan tersebut menjadi salah satu pertimbangan One Global Capital dalam mempersiapkan gebrakan berikutnya. Salah satunya dengan rencana peluncuran proyek terbaru di Sydney, One Five Dock, pada pertengahan 2027.

“Kami melihat adanya peluang untuk membawa momentum ini ke tahap berikutnya melalui One Five Dock Masterplan Project. Kami ingin memberikan kesempatan kepada para investor untuk menjajaki peluang baru melalui portofolio kami, dengan tetap mengedepankan fundamental aset dan disiplin investasi,” tambahnya.

Bagi perusahaan, langkah ini bukan semata-mata memperluas portofolio, melainkan membangun kesinambungan strategi investasi yang bertumpu pada pemilihan aset, pengelolaan yang disiplin, dan penciptaan nilai jangka panjang.

“Pada akhirnya, kepercayaan investor tidak dibangun hanya melalui proyeksi, tetapi melalui kemampuan menunjukkan bagaimana sebuah strategi dijalankan dan nilai diciptakan. One Grand Eastlakes Shopping Centre menjadi bagian dari perjalanan tersebut, sementara One Five Dock merupakan langkah berikutnya yang kami persiapkan untuk 2027,” pungkas Iwan.