Jakarta, propertyandthecity.com —PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), mencatat tonggak baru dalam industri semen Asia Tenggara. Pabrik Narogong di Bogor menjadi yang pertama memanfaatkan Hydrogen Rich Gas (HRG) untuk mendukung transisi menuju industri hijau.
Inovasi ini masuk dalam Peta Jalan Keberlanjutan 2030 SBI. Selain HRG, perusahaan juga memanfaatkan limbah industri, Refuse-Derived Fuel (RDF), biomassa, hingga energi surya untuk menekan emisi. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2050.
“Teknologi Hydrogen Rich Gas merupakan terobosan yang tidak hanya mendukung pengurangan emisi, tetapi juga mempercepat transisi industri hijau,” kata Direktur Manufacturing SBI, Edi Sarwono, dalam keterangan tertulis, Jakarta, (06/09/2025).
Baca Juga: Inovasi Material Bangunan High End
Menurut Edi, kandungan hidrogen yang tinggi membuat HRG mempercepat proses pembakaran sekaligus menekan emisi. Secara konsolidasi, teknologi ini bersama inisiatif lainnya telah menurunkan emisi karbon sebesar 16 persen dibandingkan baseline 2010.
Dampaknya juga terlihat pada produk. Semen Dynamix yang diproduksi SBI kini memiliki emisi karbon 32 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional. Hingga Juni 2025, 51 persen pendapatan perusahaan berasal dari produk dan layanan berkelanjutan, termasuk delapan jenis semen bersertifikasi Green Label Gold.
“Dengan begitu, pelanggan bisa mendapatkan bahan bangunan yang berkualitas sekaligus lebih ramah lingkungan,” ujar Edi. (*)


















