Sabtu, November 7, 2026
Beranda Berita Properti Janji Hunian Terjangkau, Zohran Mamdani Menangi Pemilu Wali Kota New York 2025

Janji Hunian Terjangkau, Zohran Mamdani Menangi Pemilu Wali Kota New York 2025

0
200
Janji Hunian Terjangkau, Zohran Mamdani Menangi Pemilu Wali Kota New York 2025
Janji Hunian Terjangkau, Zohran Mamdani Menangi Pemilu Wali Kota New York 2025. (foto: tangkap layar dari Youtube).

Jakarta, propertyandthecity.com — Zohran Kwame Mamdani memastikan kemenangan bersejarah dalam pemilihan Wali Kota New York dengan mengusung agenda besar: menjadikan kota termahal di Amerika Serikat kembali terjangkau bagi warganya. Fokus besarnya tertuju pada krisis perumahan, termasuk komitmen membekukan harga sewa lebih dari satu juta apartemen dan memperluas akses hunian dengan harga wajar.

Di tengah tekanan biaya hidup dan lonjakan harga sewa yang mencapai US$3.400 per bulan atau sekitar Rp56,8 juta, platform “housing affordability” itu menjadi magnet politik yang kuat. Tingkat kekosongan hunian di New York kini hanya 1,4 persen, level terendah sepanjang sejarah kota, mencerminkan tekanan pasar bagi kelas pekerja dan generasi muda.

Mamdani, sosialis demokrat dari Queens, meraih 50,4 persen suara, unggul atas mantan Gubernur Andrew Cuomo yang maju independen dan mengantongi 41,3 persen suara. Kandidat Partai Republik Curtis Sliwa harus puas di posisi ketiga dengan 7,5 persen, berdasarkan data Associated Press setelah 75 persen suara dihitung.

Platform Hunian Terjangkau Jadi Poros Kampanye

Janji pembekuan sewa menjadi pusat kampanye Mamdani, didampingi gagasan memperluas bantuan perumahan, menyediakan transportasi bus gratis, hingga menghadirkan layanan penitipan anak universal. Ia juga merencanakan pendirian toko kelontong milik kota untuk menekan harga pangan.

“Krisis hunian bukan sekadar angka. Ini soal martabat dan apakah warga bisa hidup layak di kota mereka sendiri,” ujar Mamdani dalam salah satu pidatonya.

Pendekatan itu menyasar mereka yang paling terpukul biaya hidup: pekerja sektor jasa, penyewa lama, dan keluarga kelas menengah bawah yang terjepit inflasi. Agenda tersebut sekaligus memicu kekhawatiran pelaku bisnis properti, yang menilai pembekuan sewa dapat menahan investasi dan memperburuk ketersediaan unit baru.

Pemimpin Termuda & Wali Kota Muslim Pertama

Pada usia 34 tahun, Mamdani akan menjadi wali kota termuda New York dalam satu abad dan wali kota Muslim pertama dalam sejarah kota tersebut ketika dilantik 1 Januari 2026. Lahir di Uganda dari keluarga keturunan India dan tumbuh besar di Queens, ia dikenal sebagai aktivis anti-penggusuran dan advokat perumahan rakyat sebelum terjun penuh ke politik.

Dukungan pemilih muda dan komunitas minoritas sangat menentukan. Kampanyenya berbasis akar rumput, mengandalkan donasi kecil individu dan relawan dalam jumlah besar.

Pesan kepada Trump dan Sinyal Ideologis

Mamdani menggunakan pidato kemenangannya untuk menegaskan bahwa New York siap menjadi model nasional bagi agenda progresif. Ia mengajak Demokrat seluruh negeri untuk lebih percaya diri menghadapi Presiden Donald Trump, yang berulang kali menyerangnya sepanjang kampanye.

“Jika ada kota yang bisa menunjukkan kepada bangsa bagaimana mengalahkannya, itu adalah kota yang melahirkannya,” kata Mamdani di hadapan pendukungnya di Paramount Theater, Brooklyn.

Trump sebelumnya menyebut Mamdani sebagai “komunis gila” dan mengancam menahan dana federal apabila ia menang.

Baca Juga: Kemen PKP: Pelaku UMKM Bisa Akses Kredit Program Perumahan untuk Beli hingga Bangun Rumah

Agenda Radikal dan Pendanaan Ambisius

Selain fokus perumahan, Mamdani berjanji:

  • Bus gratis untuk semua warga
  • Penitipan anak universal
  • Kenaikan upah minimum menjadi US$30 per jam pada 2030
    (dari US$16,50 saat ini)
  • Pajak korporasi menjadi 11,5 persen
  • Pajak penghasilan 2 persen untuk pendapatan di atas US$1 juta per tahun. Semua program disebut akan dibiayai dari kebijakan pajak progresif. Ia juga berjanji menangani krisis kesehatan mental dan bahkan menyatakan siap memerintahkan penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia memasuki kota, merujuk pada surat perintah ICC.

Meski disambut antusias pendukung progresif, Mamdani menghadapi tugas besar: menyeimbangkan perlindungan penyewa dengan dinamika pasar real estate serta menjaga iklim investasi di kota yang menjadi pusat ekonomi global.

Dengan tekanan biaya hidup yang terus menanjak, terutama untuk hunian, keberhasilan agenda perumahannya akan menjadi tolok ukur akhir dari era baru kepemimpinannya, dan mungkin menjadi cetak biru bagi kota-kota besar di Amerika. (*)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini