Beranda City Fact Shenzhen Kota Baru yang Ajaib

Shenzhen Kota Baru yang Ajaib

0

SHENZHEN KOTA BARU YANG AJAIB

Dalam acara Golden Property Awards 2015, Rabu, 26 Agustus lalu, Mochtar Riady, Founder Lippo Group mengungkapkan betapa strategisnya pengembangan properti di Indonesia yang akan berimbas meningkatnya ekonomi. Dia mencontohkan wilayah Karawang dan Bekasi yang dapat dilukiskan sebagai “Shenzhen of Indonesia”. Kenapa Shenzhen?

Shenzhen (diucapkan [ʂənʈʂən]; Cina: 深圳) adalah kota utama di Provinsi Guangdong, Tiongkok bagian Selatan. Letaknya tak jauh dari perbatasan Hong Kong. Kota dengan luas wilayah 2.020 km² ini memiliki populasi penduduk yang mencapai 15 juta jiwa. Shenzhen terdiri dari Kabupaten Nanshan, Futian, Luohu dan Yantian terletak di Zona Ekonomi Khusus, dan distrik Bao’an dan Longgang di luar. Shenzhen adalah daerah pertama di Tiongkok dan salah satu yang paling sukses dalam Zona Special Economic (SEZ).

Shenzhen disebut sebagai kota baru, kota yang hanya dalam kurun waktu 30 tahun kemajuannya mampu menyamai bahkan melampaui kota-kota besar dunia dengan gedung-gedung pencakar langit, lengkap dengan berbagai berbagai fasilitas modern.

Bahkan Presiden China Hu Jintao memuji Zona Ekonomi Khusus Shenzhen sebagai sebuah keajaiban dalam sejarah industrialisasi, urbanisasi, dan modernisasi dunia. Shenzhen jugalah yang menyumbangkan kemajuan signifikan terhadap reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Shenzhen kemudian menjadi cetak biru kebangkitan kembali perekonomian China.

Shenzhen adalah salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia selama 1990-an dan 2000-an. Shenzhen juga menjadi pusat keuangan utama di China Selatan. Kota ini adalah rumah bagi Bursa Efek Shenzhen serta markas untuk banyak perusahaan teknologi tinggi. Maka, dijuluki juga sebagai China Silicon Valley karena begitu tingginya konsentrasi pada perusahaan teknologi di wilayah itu. Shenzhen berada diperingkat 22 dalam edisi 2015 dari Indeks Pusat Keuangan Global yang diterbitkan oleh Z/Yen Group dan Qatar Financial Centre Authority. Kota ini juga menjadi salah satu pelabuhan kontainer tersibuk di dunia. Pada tahun 2007, Shenzhen adalah salah satu dari sepuluh kota di China yang menjadi paling layak dihuni, menurut Chinese Cities Brand Value Report.

Menurut sejarahnya, Shenzhen hanyalah desa nelayan yang biasa bahkan termasuk desa miskin pada tahun 1970. Kota tersebut mengalami perkembangan yang pesat dan menjadi tempat lahirnya transformasi dramatis Tiongkok. Dimulai dengan Kota Shenzhen yang mulai dikembangkan pada akhir tahun 1979, kota tersebut berubah menjadi kota industri. Shenzhen kini adalah sebuah kekuatan baru, kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di dunia.

Kota Terbaik Asia

Shenzhen, desa nelayan kecil dan terkebelakang itu kini menjadi sorotan di China, bahkan dunia. Pertumbuhan ekonominya begitu cepat. Pada 2013, PDB Shenzhen melonjak 10,5% YoY, peringkat keempat di Cina dan kedua setelah Guangzhou di Provinsi Guangdong.

Shenzhen telah membentuk telekomunikasi, komputer manufaktur dan elektronik sebagai industri utama. Kota ini adalah rumah bagi raksasa telekomunikasi, seperti ZTE, Huawei, iPhone, dan lainnya. Kemajuan di berbagai bidang industri tersebut pun berdampak pada sektor keuangan di Shenzhen yang juga menyaksikan pertumbuhan yang cepat.

 

Wilayahnya yang berdekatan dengan Hong Kong pun membawa dampak positif yang kuat. Hong Kong yang adalah tujuan ekspor utama China seakan menjadi magnet bagi Shenzhen untuk menarik sejumlah besar investasi asing.

 

Bahkan Kota Shenzhen pada 2014 lalu juga mendapat predikat sebagai kota terbaik se Asia, menurut riset lembaga ekonomi independen Milken Institute. Dalam kurun waktu lima tahun, kota ini dinilai yang terbaik dalam hal pertumbuhan lapangan kerja, pendapatan rumah tangga dan indsutri.

Pariwisata

 

Ekonomi yang mapan dibalut dengan kemajuan teknologi mumpuni menarik pula minat wisatawan asing maupun lokal ke wilayah Shenzhen ini. Salah satu tempat wisata terkenal adalah Window of The World yang merupakan sebuah taman replika fantastis yang terletak di Overseas Town Chinese. Di sini, berbagai replika hidup dari keajaiban dunia, warisan sejarah dan pemandangan yang terkenal bisa disaksikan dengan nyata.

Anda dapat mengunjungi banyak situs terkenal dari berbagai negara, misalnya Pagoda Mahamuni dari Mandalay dan Angkor Wat Kamboja, Menara Eiffel, Athena Kuno, Menara Miring Pisa dan Menara London. Selain itu, Window of the World juga menyuguhkan berbagai pertunjukan kesenian dunia yang memukau.

Selain itu, Splendid China Folk Culture Village juga menjadi referensi wisata yang sangat memuaskan. Taman desa budaya rakyat ini berada di pusat kota Shenzhen yang juga tak jauh dari Window of the World. Di sini Anda dapat menyaksikan berbagai miniatur bangunan penting dan situs sejarah di seluruh China, seperti Potala Palace dari Tibet, Tembok Besar, Kota Terlarang. Tak hanya kedua tempat wisata tersebut, Minsk World, Minsk World Theme Park, Kuil Tian Hou, dan Shenzhen Hongkai Craft Market yang merupakan pusat oleh-oleh terkenal di kota Shenzhen.

Properti

Kemajuan berbagai lini di Kota Shenzhen menjadikannya sebagai destinasi utama para pendatang. Shenzhen pun menyalip Shanghai sebagai kota paling mahal di Tiongkok untuk rumah baru. Ini terjadi sejak Juli lalu, setelah harga rumah di kota ini mengalami lonjakan pada April 2015. Harga rumah baru di Shenzhen tumbuh 7,84 persen pada Juli menjadi 33.698 yuan per meter persegi. Selain peningkatan harga, Shenzhen juga menawarkan keuntungan tertinggi di antara sepuluh kota lainnya yang disurvei South China Morning Post (SCMP) dan China Real Estate Data Academy (Creda). Menurut indeks SCMP-Creda, Shenzhen mendapatkan kembali mahkota sebagai pemuncak setelah terpuruk pada Maret 2014 lantaran cepatnya kota ini merespons kemerosotan bisnis, dan industri properti.

Menyusul Shenzhen adalah Beijing. Ibu kota Tiongkok ini tercatat berada di urutan kedua selama dua bulan berturut-turut. Harga juga naik di sembilan kota lainnya, termasuk Guangzhou, Wuhan, Nanjing, Tianjin, Chongqing dan Hangzhou. Pertumbuhan harga paling lambat terjadi di Chengdu yakni hanya 0.01 persen.
Indikasi Gross Rental Yield untuk penyewaan apartemen di pusat pota rata-rata sebesar 2,15% sedangkan di luar kota 2,14%.

Sewa per Bulan (Update September 2015)
Apartment (1 bedroom) Pusat Kota 6,699.33 ¥
Apartment (1 bedroom) Luar Kota 3,810.00 ¥
Apartment (3 bedrooms) Pusat Kota 13,611.06 ¥
Apartment (3 bedrooms) Luar Kota 6,794.12 ¥

Harga Jual (Update September 2015)
Harga per m2 Apartemen di Pusat Kota 71,625.89 ¥
Harga per m2 di Luar Kota 39,026.47 ¥

Shenzhen memimpin pemulihan pasar properti, diikuti oleh kota-kota seperti Beijing dan Shanghai. Namun, sebagian besar kota-kota kecil masih terjebak dengan kelebihan pasokan setelah konstruksi sangat tinggi dalam beberapa tahun menjelang penurunan pasar yang dimulai pada Februari tahun lalu.

Pemerintah pusat telah memotong pajak, memangkas persyaratan uang muka dan suku bunga diturunkan. Harga rumah Shenzhen telah meningkat sejak Desember dan sebesar 1,8 persen bulan lalu berdasarkan menurut Biro Statistik Nasional China.

Perpajakan Properti

Pajak properti dikenakan pada properti sebesar 1,2 persen dari nilai properti dan sebesar 12 persen atas pendapatan sewa.
Orang asing yang tinggal di Cina harus membayar pajak properti perkotaan. Hal ini dikenakan sebesar 1,2 persen sampai 18 persen dari pendapatan sewa.

Pajak properti tidak perlu dibayar pada bangunan baru selama tiga tahun setelah pekerjaan bangunan selesai. Bangunan direnovasi juga dibebaskan jika biaya renovasi lebih besar dari 50 persen dari biaya pembangunan gedung baru dari jenis yang sama. Pembebasan ini berlangsung selama dua tahun setelah renovasi selesai.

Stamp Duty di China dikenal dengan Stamp Tax yang harus dibayar ketika menerima atau mengeksekusi penjualan atau kontrak pembelian properti. Stamp Tax dibayarkan sebesar 0,005 – 0,4 persen dari penerimaan tergantung pada jenisnya. (Jkt,19/10/2015)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini