Beranda Berita Properti Wapres Jusuf Kalla: Pengembang Hanya Peduli Hunian Mewah

Wapres Jusuf Kalla: Pengembang Hanya Peduli Hunian Mewah

0

Wapres Jusuf Kalla: Pengembang Hanya Peduli Hunian Mewah

Wakil presiden Jusuf Kalla mengkritisi para pengembang properti tanah air yang menurutnya lebih peduli membangun hunian mewah dibanding hunian untuk masyarakat kelas bawah. “Buktinya, banyak iklan rumah mewah yang muncul di media massa,” kritik Wapres dalam acara Rakernas REI (Real Estate Indonesia) di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (2/3/2015).

Rakernas mengusung tema “Menyinergikan Pembangunan Satu Juta Rumah, Peningkatan Investasi Properti dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional”. Acara diikuti oleh para pengembang dan sekitar 800 anggota REI dari 34 cabang DPD REI seluruh Indonesia.

“Pembangunan hunian berimbang 1:2:3 yaitu bahwa pengembang yang membangun satu rumah mewah memiliki kewajiban untuk membangun dua rumah menengah dan tiga rumah sederhana. sehingga tidak terjadi masalah sosial,” jelas JK.

JK juga menyarankan kerjasama antara pemerintah dan pengembang dalam Program Nasional Pembangunan Satu Juta Rumah agar cepat dijalankan.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy, menjelaskan, rakernas tak hanya membahas Program Nasional Pembangunan Satu Juta Rumah, tetapi juga bertujuan menentukan arah program REI tahun 2016.

“Saya berharap hubungan REI dengan pemerintah semakin baik. REI harus dilibatkan pemerintah dalam setiap pembahasan mengenai program perumahan,” ucap Eddy.

Eddy menambahkan bahwa ada sejumlah isu penting yang menjadi perhatian REI. Isu-isu penting itu antara lain dukungan REI terhadap pelaksanaan program sejuta rumah, perizinan dan kepastian hukum atas pertanahan, ketersediaan lahan dan infrastruktur, pembiayaan perumahan, aturan mengenai hunian berimbang, serta kepemilikan properti bagi orang asing.

“Pemerintah dan pengembang bekerja keras untuk memenuhi target pembangunan sejuta rumah di akhir tahun 2015 ini. Pemerintah juga mengevaluasi capaian pembangunan rumah yang menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengembang seperti REI, Apersi, dan lainnya,” kata dia.

Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), per tanggal 20 November 2015, capaian pembangunan perumahan sebesar 627.138 unit. Tinggal menyisakan sekitar 35-40 persen untuk dapat memenuhi target.

“Saya berharap agar pemerintah menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi pengembang dalam membangun perumahan. REI komit untuk mendukung program sejuta rumah. Pemerintah harus membantu masalah perizinan, infrastruktur dan pembiayaan perumahan,” tandas Eddy. [wan]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini