Beranda Berita Properti Tutup Atap, Ini Kondominium Tertinggi di Jakarta

Tutup Atap, Ini Kondominium Tertinggi di Jakarta

0

PT Briyaceria Nusamekar yang merupakan perusahaan joint venture antara Lyman Group, Kerry Group (Hong Kong), dan Salim Group merampungkan pembangunan kondominium eksklusif yang bakal menjadi ikon baru di tengah Ibukota Jakarta. Grup usaha yang telah sukses dengan gedung iconic Wisma 46 dan Shangri-la Hotel & Residences ini kembali menghadirkan 2 menara hunian mewah setinggih 61 lantai.

Masih dalam satu kawasan eksklusif, Kota BNI, proyek Casa Domaine dibangun di atas lahan seluas 1,2 ha. Dua menara megah berdiri dengan ketinggian masing-masing 61 lantai dan 57 lantai dengan total 326 unit.

“Sangat eksklusif karena kami benar-benar mau menyajikan kenyamanan tinggal penghuni. Setiap lantai hanya diisi oleh 4 unit hunian dan disupport oleh 5 lift,” ujar Senior Associate Director Cushman & Wakefield, Tikam Sujanani, dalam acara Topping Off di Jakarta, Selasa, (8/11/2016).

Lokasi yang strategis di area segitiga emas Jalan KH. Mas Mansur & Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo dengan akses langsung ke Jalan Sudirman, serta dekat dengan pusat bisnis dan hiburan menjadikan Casa Domaine sebagai produk investasi yang sangat menguntungkan.

Berbagai fasilitas lengkap sudah ada di Casa Domaine. Dua lantai dikhususkan untuk berbagai fasilitas tersebut, seperti kolam renang, area bermain anak, sauna dan spa, ruang fitness, dan ruang serbaguna. Sementara dua lantai lainnya disediakan untuk fasilitas retail yang nantinya disewakan kepada tenant-tenant terpilih. Adapaun fasilitas parkir juga telah memadai di 3 lantai basement. Dan demi kenyamanan para penghuni, apartemen ini juga menyediakan aplikasi melalui smartphone dengan layanan 24 jam yang dapat diakses oleh para penghuni agar dapat langsung berinteraksi dengan pengelola gedung.

“Sedangkan Sky Terrace kami tempatkan di lantai 33, sehingga penghuni dapat menikmati pesona Jakarta, terutama di sore hari. Dan yang juga menjadi kelebihan kami, seluruh lantai 5 kami peruntukkan untuk sebagai lobby,” tegas Tikam.

Setiap unit di Casa Domaine didesain dengan cermat dan detail untuk menghasilkan sebuah hasil kesempurnaan, seperti fasad pada bangunan terbuat dari kaca berkualitas double glaze. Dengan demikian, sebut Tikam, para penghuni dapat menikmati pandangan panorama kota Jakarta secara eksklusif dari unit pribadinya.

“Kamar tidur utama dilengkapi dengan desain dan produk saniter yang berkelas untuk kebutuhan dan kenyamanan yang dicari oleh penghuni,” jelasnya.

Sejauh ini, Casa Domaine telah menjual sekira 75% atau sekitar 186 unit hunian di menara 1, sejak dibuka pada 2014 lalu. Tikam mengatakan, lebih dari 95%-nya merupakan pembeli lokal.

“Kami buka ke pasar 2014 lalu dengan harga Rp 35 juta per meter persegi. Saat ini sudah mencapai Rp 47 juga per meter persegi (belum pajak),” jelas Tikam. Melihat potensi tersebut, Tikam tak menampik jika harga unit akan terus meningkat hingga lebih dari Rp 50 juta per meter persegi pada tahun depan. Rencananya, serah terima unit akan dilakukan pada kuartal ke-3, tahun 2017 mendatang.

“Kami percaya Casa Domaine adalah pilihan terbaik baik dari segi kredibilitas developer, tetangga yang berkelas bintang lima, desain bangunan serta fasilitas yang terkini menciptakan kelas tersendiri untuk hidup di kota Jakarta dan yang paling penting nilai investasi yang trus naik dengan pesat,” katanya.

Untuk merampungkan pembangunan kondominium ini, pihak pengembang menggandeng kontraktor internasional, seperti Hyundai Engineering & Construction Co.Ltd dari Korea, juga SCDA Architect dari Singapura, hingga konsultan pemasaran Cushman & Wakefield. [pio]

Website | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini