The Sanctuary Collection, KONSUMEN HAPPY DENGAN PRODUK KAMI

0
70
The Sanctuary Collection
PETER RASWONO | HEAD OF BUSINESS DEVELOPMENT THE SANCTUARY COLLECTION

The Sanctuary Collection mulai diperkenalkan ke publik pada awal pandemi. Apakah saat itu pengembang cukup optimis bahwa produk ini akan terserap dengan baik?

Baca juga. Tower Azure di Klaska Residence Surabaya Tutup Atap

Proyek ini memang sudah lama kami rencanakan, namun secara luas mulai Maret dan seterusnya, sementara peluncuran resminya di pertengahan Juli 2020. Pada masa-masa sebelumnya orang meyakini bahwa akan sulit jual properti, maka mereka membuat properti dengan ukuran yang lebih kecil. Namun melalui The Sanctuary Collection kami buktikan bahwa menjual properti dengan ukuran yang lebih besar dan harganya lebih mahal pun tetap bisa terserap. Syukurnya berhasil dan diterima oleh masyarakat.

Bagaimana perkembangan terkini terkait dengan proyek The Sanctuary Collection?

Apa yang kita dapatkan saat ini bukan hanya target market di pasar end user saja yang berminat, akan tetapi end user investor juga. End user investor adalah orang yang beli properti sambil menunggu nilai investasinya naik, namun dia gunakan terlebih dahulu. Tentunya dengan investasi pakai ini, para end user investor ternyata lebih selektif dan pilih-pilih produknya. Bukan hanya memilih barangnya yang lebih murah, bukan pilih dari developer yang terkenal, tapi produknya biasa saja, tetapi mereka benar-benar selektif dalam memilih barang yang paling bagus.

Inilah yang menjadi alasan sehingga dalam waktu tidak sampai dua bulan, proyek The Sanctuary Collection sudah sold out untuk fase pertama sebanyak 84 unit. Sejak awal Oktober kami buka penjualan fase kedua sebanyak 76 unit. Harganya berkisar dari Rp2 miliar sampai dengan Rp4,8 miliar. Awalnya kami prediksi bahwa penjualannya dalam dua bulan sekitar 30-40 persen, ternyata malah sold out. Progres pembangunan tahap pertama tetap on schedule, termasuk hingga jadwal serah terima.

Uniknya lagi biasanya orang tidak mau beli rumah sudut, karena tanahnya terbuang. Tanahnya tidak bisa dibangun dan mereka bayarnya lebih mahal. Tetapi di The Sanctuary Collection ini para pembeli Justru lebih banyak memilih rumah yang di pojok, karena mereka mau rumah yang dengan sirkulasi udaranya bagus.

Beberapa pengembang besar juga membangun proyeknya di Sentul, Bogor dan sekitarnya. Namun kenapa penjualan The Sanctuary Collection tetap laris?

Di sekitar kami ada proyek Ciputra dan yang terbaru adalah Summarecon Bogor, tetapi konsumen tetap memilih perumahan yang berada di Sentul Selatan. Alasannya karena lokasi di Sentul Selatan environment-nya sudah jadi. Pohonnya sudah besar-besar dan fasilitas lainnya juga sudah lengkap, sehingga konsumen juga sudah lebih pandai. Konsumen lebih memilih beli produk properti dengan lingkungan yang sudah hidup. Kawasan Sentul City, khususnya Sentul Selatan semuanya sudah ready. Apa lagi mereka
juga sudah tahu bahwa AEON Mall akan buka di akhir Oktober ini.

Apakah ada perbedaan harga untuk fase kedua proyek The Sanctuary Collection?

Ada perbedaan yakni sekitar tiga sampai dengan lima persen. Kami bukan tipe developer yang menggoreng harga, kami lebih memilih kenaikan harga secara organik, dimana penjualannya sudah terserap habis, kemudian pengembangan infrastruktur sekelilingnya termasuk fasilitas sekitarnya. Jadi ketika AEON Mall dibuka, harganya sudah pasti akan berubah lagi. Itu pasti.

Bisa digambarkan mengenai profil pembeli proyek The Sanctuary Collection pada fase pertama?

Sekitar 40 persen pembeli kami adalah orang-orang dari Jakarta, sisanya dari Bogor dan beberapa wilayah lainnya. Para pembeli ini ada yang dijadikan sebagai rumah pertama, ada juga yang menjadi rumah kedua, dan seterusnya. Kalau kita lihat, para pembeli rumah kedua atau ketiga dan seterusnya, sebenarnya mereka sudah punya rumah tetapi masih tetap membeli rumah di Sentul Selatan. Alasannya karena suasana yang berbeda. Bukan hanya suasana Bogor atau Sentul, tetapi suasana ekosistem yang sudah jadi. Seperti pepohonan atau fasilitas lain, seperti sekolah, tempattempat kuliner, tempat rekreasi, dan lainnya.

Perumahan yang dijual ini cukup mahal, apakah masih yakin bahwa tahap kedua juga akan terserap?

Kami sangat optimis karena melihat masyarakat pun sudah mawas diri dengan adanya krisis seperti saat ini. Dan yang terdampak pun tidak semua orang. Jadi, yang tidak terdampak ini mereka sudah mulai belanja. Otomatis dengan mereka yang sedang berbelanja, maka ekonomi akan kembali berjalan lagi. Saya rasa ini menjadi hal yang positif. Tetapi memang konsumen saat ini sangat selektif untuk memilih produk yang tepat bagi mereka. Mereka pilih produk yang paling bagus dan The Sanctuary Collection cocok dengan mereka.

Apakah ada promo terbaru dalam memasarkan produk di tahap kedua ini?

Saat ini kami sedang promo dengan Bank Mandiri, melalui KPR Milenial, Instant Approval, dan juga KPR yang bisa fix sampai dengan 10 tahun. Dengan beberapa bank lain juga kami tetap melakukan kerja sama, hanya untuk bulan ini promonya dengan Bank Mandiri.

Metode penjualan seperti apa yang dilakukan pengembang untuk memasarkan produk perumahan tersebut?

Kami gabungkan antara melalui peluncuran dan penjualan online dan offline. Untuk yang offline tentunya kami terapkan protokol kesehatan yang ketat di lokasi. Pendekatan dengan cara online tentunya sangat membantu bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dan dengan mudah. Akan tetapi dalam melakukan transaksi, kami masih meyakini, untuk produk-produk eksklusif seperti di kami ini, orang harus melihat langsung.

Sama seperti mobil, orang harus melakukan test drive. Ini karena semua spesifikasi yang kami berikan adalah kelas premium, dan premium ini berarti detail. Jadi, yang mendetail kecil-kecil inilah yang mereka lihat dan mereka apresiasi. Inilah yang membuat mereka happy dengan The Sanctuary Collection. ● [Pius Klobor]