Beranda Marketing Breaktrough The Bravest Young Man

The Bravest Young Man

625
0

The secret of success is learning how to use pain and pleasure instead of having pain and pleasure instead of having pain and pleasure use you. If you do that, you’re in control of your life. If you don’t, life controls you. (Anthony Robbins)

Hewan teramat kecil, amuba, memberikan pelajaran berharga bagi kita untuk mengetahui apa yang merupakan dorongan terkuat bagi kita. Jika Anda menempatkan makanan di dekat amuba, ia akan bergerak dengan sendirinya mendekati makanan tersebut. Namun, jika Anda menaruh api di dekatnya, ia akan dengan segera menghindar. Hal yang sama juga berlaku bagi manusia, kita cenderung tertarik terhadap hal-hal yang dapat mendatangkan kesenangan, semangat, keamanan (security), dan berlari menjauhi hal-hal yang mendatangkan keresahan, kekhawatiran, dan ketakutan.

Orang-orang sukses memiliki cara berpikir yang berfokus pada keuntungan untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan kerugian jika tidak melakukannya. Sementara itu, orangorang yang tidak sukses berfokus pada risiko, ketakutan dan kerugian untuk melakukan hal-hal yang semestinya dilakukan dan berfokus pada kenikmatan jika tidak melakukan hal tersebut.

Seorang gagal tidak mampu mengubah pola makannya yang mengakibatkan dirinya
mempunyai berat badan yang berlebihan karena ia berfokus pada beratnya aktivitas
olahraga yang harus dijalaninya dan keinginan untuk tidak mengubah pola makan yang
selama ini dinikmatinya. Lain halnya dengan mereka yang sukses dan ingin berubah,
mereka akan berfokus pada
perasaan bangga ketika tampil dengan tubuh yang lebih fit dan
berusaha untuk menghindari makanan yang tidak sehat bagi tubuhnya.

Seorang sales yang gagal, berfokus pada ketakutannya untuk menelepon orang-orang yang mungkin membutuhkan produknya dan malah menikmati waktu santai di kantor sambil membaca koran. Mereka para sales yang sukses berfokus pada komisi yang diinginkannya sehingga mereka bekerja dengan semangat dan terusmenerus mengingatkan diri mereka bahwa kebiasaan menunda akhirnya akan membawa mereka ke jurang kemiskinan.

Dari dua contoh ini, jelas mereka yang sukses memiliki motif dan tindakan yang searah, tetapi mereka yang gagal memiliki motif namun tindakannya melawan arah. Mereka yang kelebihan berat badan ingin kurus namun tetap tidak menjaga pola makannya sedangkan
sebaliknya mereka yang sukses berubah, juga menginginkan tubuh yang ideal dan mengambil tindakan untuk menghentikan kebiasaan buruk mereka. Orang sukses memiliki keinginan yang sejalan dengan tindakannya, sedangkan mereka yang gagal mengambil tindakan yang berlawanan dari keinginan mereka. Sering kali kita mesti didorong oleh
tantangan untuk dapat melakukan hal yang luar biasa.

Seorang miliuner ingin mencari jodoh yang tepat untuk putrinya. Pada suatu hari, di istananya yang megah ia mengundang pria-pria kaya dan tampan untuk dipilih sebagai calon menantu yang tepat. Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya putrinya yang dijadikan hadiah namun ia juga menambahkan warisan yang tidak akan habis tujuh turunan. Tantangan yang diberikan adalah barang siapa yang berani berenang di sepanjang kolam yang dipenuhi oleh 30 ekor buaya yang ganas maka dialah yang akan dinobatkan sebagai pemenang.

Tentu saja tantangan ini disambut dingin oleh para peserta, namun tiba-tiba seorang pemuda terjun ke dalam kolam dan dengan sekuat tenaga berusaha berenang mencapai tujuan, ia bahkan harus berkelahi dengan beberapa buaya sampai akhirnya ia mencapai ujung kolam. Tepuk tangan yang meriah menyambut sang pemenang. Sang miliuner yang begitu kagum kemudian menarik anak muda itu dan memintanya untuk memberi sepatah dua kata. Anak muda itu dengan muka yang marah mengambil mikrofon dan berteriak, “Tadi siapa yang mendorong saya ke kolam?”

Sering kali seseorang meraih sukses karena dorongan orang lain atau berada dalam posisi terjepit. Demikian halnya dalam pertandingan gulat sumo di Jepang. Sering kali ketika para pesumo masih berada dalam lingkaran terdalam mereka terlihat santai ketika lawan mulai
menyerang. Mereka baru mengeluarkan kekuatan, bahkan tenaga ekstra mereka, ketika mereka telah didorong mendekati garis keluar dari arena pertandingan. Namun sayangnya, sering kali keadaan mereka sudah sulit tertolong. Perenungan bagi kita semua, mengapa
kita tidak mengeluarkan kekuatan terbesar kita ketika masih berada dalam kondisi nyaman?

Tip sederhananya, keluarkanlah kemampuan terbaik Anda setiap hari dengan beranggapan bahwa tidak ada ruang lagi untuk mundur dan selalu memiliki prinsip untuk bertindak secara maksimal sebelum kita terjepit. Tepat seperti apa yang dikatakan oleh James
Dean, aktor legendaris Hollywood, “Bermimpilah bahwa Anda hidup selamanya, hiduplah seperti Anda akan meninggal hari ini.” Tidaklah mengherankan jika jurang pemisah antara kedua kelompok yang sukses dan gagal ini semakin melebar. Mereka yang sukses mendekatkan diri mereka pada hal-hal yang mendatangkan kesuksesan itu. Bagaimana dengan Anda?
Darmadi Darmawangsa Motivator dan Pakar Pemasaran Properti 

Darmadi Darmawangsa
Motivator dan Pakar Pemasaran Properti