Home Marketing Breaktrough THE 4T “EXPERIENCE” IS A DINAMYC (NEW 4P) MARKETING MIX

THE 4T “EXPERIENCE” IS A DINAMYC (NEW 4P) MARKETING MIX

“People don’t buy The Product, They join The Brand” – Marty Neumeier

50
0
MARKETING MIX

Selama Pandemi beberapa Ternama, tetap membukukan penjualan sangat luar biasa, dan berkeyakinan tinggi terus berekspansi Developer dengan Brand memenuhi rencana target penjualan tahunan. Menariknya strategi pemasarannya yang dijalankan patut dibedah dari setiap prosesnya, sistem manajemen, kompetensi sumber daya manusia dan kelengkapan infrastrukturnya. Singkatnya adanya keselarasan dari visi manajemen puncak, intensitas segenap departemen dan kreatifitas tim pemasaran, bergerak bersama seirama saling bersinergi positif. Fokus utamanya adalah kemampuan untuk menghadirkan kepuasan “Pengalaman” pelanggan. Terbentuk misi perusahaan secara holistik, untuk menciptakan Image, membangun Identitas dan mengembangkan Integritas dalam meningkatkan kepercayaan brand/ merek.

Kunci utamanya adalah memperkuat pengalaman pelanggan, sepertinya bertransformasi menjadi Bauran Pemasaran 4P baru, yang lebih dinamis, selaras dan relevan dengan situasi dan kondisi pandemi, terutama adanya perubahan prilaku konsumen. Saat ini juga, suka tidak suka, mau tidak mau ada tuntutan melakukan perpindahan komunikasi pemasaran secara digital.

TRUST, kepercayaan merupakan evolusi puncak dari Product, masih menjadi obyek utama dalam marketing mix. Tentunya yang diharapkan adalah lokasi prima, kemudahan akses dan konsep menarik. Kepercayaan juga terbentuk karena adanya kepuasan pelanggan, sehingga menciptakan pembelian ulang, atau dengan senang hati mau berkenan merekomendasikan. Kepercayaan juga tentang adanya nilai nilai yang dibagikan dalam manfaat dan keuntungan yang di dapatkan. Syaratnya membangun itu semua, produk mampu menghadirkan manfaat fungsional yang baik, kepuasan pelanggan menjadi keutamaan manfaat emosional, nilai- nilai kebaikan menjadi manfaat holistik. Kesemuanya menghadirkan sebuah Brand yang selalu menjadi Top of Mind di benak calon pembeli dan masyarakat.

TIME, waktu merupakan kunci utama mensiasati penetapan Price/ harga. Waktu menjadi sangat menentukan konsumen dalam memutuskan untuk melakukan pembelian properti. Waktu menjadi harga mutlak sebagai jaminan serah terima. Saat pandemi segala sesuatunya menjadi tidak mudah, waktu diharapkan mampu membangkitkan nilai manfaat emosional dan holistik. Pandemi membuat konsumen menunda pembelian karena adanya faktor ketakutan karena tidak menentunya bisnis. Namun di sisi lain para pelaku bisnis tetap mencari instrumen investasi properti yang lebih menarik daripada dananya hanya mengendap di Bank dengan keuntungan bunga semakin kecil. Pendekatan waktu bisa dikombinasikan dengan Trend/ Term of Payment, mau mengikuti kemampuan cara pembayaran konsumen saat ini, apakah bersifat cicilan lebih panjang, subsidi bunga dengan kolaborasi bank atau membuat produk ready serah terima berkejaran dengan waktu insentif PPN gratis yang ditawarkan pemerintah.

TOUCH, kunci utama Promotion adalah sentuhlah emosi konsumen, lebih empati dalam segenap rasa, lebih peduli dan cepat tanggap dalam merespon situasi dan kondisi pandemi. Segenap karyawan dilibatkan, berpartisipasi memberikan dukungan, memaksimalkan infrastruktur yang ada, berbesar hati mengoptimalkan rasa peduli dan lindungi atas kekawatiran yang dirasakan oleh para pembeli lama/ warga penghuni yang ada. Terjadi perubahan perilaku konsumen, perlunya menjaga jarak (social distancing) dan protokol kesehatan membuat tidak mudah dalam proses prospekting, tim pemasar harus mengoptimalkan diri via kemudahan Teknologi. Saat ini prilaku konsumen sangat beketergatungan dengan gadget yang tidak pernah lepas dari genggamannya, sehingga diperlukan kreatifitas dalam menciptakan informasi dan komunikasi pemasaran digital. Sebagian besar penyampaian pesan pemasaran sudah lebih difokuskan melalui platform online, baik mulai website, sosial media yang aktraktif dan fasilitas komunikasi instan, tentunya yang terbaik dalam format video interaktif agar tetap terjadi percakapan dua arah.

TRIBES, mengoptimalkan suku/ kelompok sebagai saluran distribusi/ Placement, secara kekuatan internal dan dukungan eksternal dalam mendatangkan Traffic Calon Pembeli. Di internal sudah memiliki sistem manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management), berfungsi selalu menjaga hubungan baik dengan pembeli terdahulu atau warga penghuninya. Mereka pasti senang karena selalu mendapatkan
informasi di awal, berkala dan berkelanjutan. Apalagi ikut mendapatkan informasi tentang update program pemasaran, tujuannya membuka kemungkinan pembelian kembali, dan karena merasa bangga atas pelayanan baik, mereka mau ikut merekomendasikan kepada keluarga, komunitas atau rekan sejawatnya. Kelompok eksternal jasa pemasar/ agen properti pun akan ikutan bangga, berbagi cerita baik kepuasaan pelanggan, menambah keyakinan mereka dalam memudahkan untuk memasarkan. Kolaborasi Tribes ini bisa juga dihadirkan via komunitas. Inti dari mengoptimalkan Tribes menjadi ujung tombak efektif menghadirkan Traffic, secara organik dan unorganik. Sambut tahun 2022, bersiap lebih adaptif atas perubahan perilaku konsumen baik secara offline dan online. Mesti lebih jeli, memiliki keberanian berkreatifitas atas segala kebutuhan dan keinginan konsumen, dan terus membangun empati untuk mengeliminir keraguan konsumen sehingga segera kembali berinvestasi di properti. ●

Firman Cecak
Praktisi dan Edukator Kreatif Pemasaran Branding Idea- Creative Marketing Founder @berbedapembeda #BeraniKreatif  | + posts

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here