Home Travel and City Taman Nasional Baluran, MENJELAJAH AFRIKA KECIL

Taman Nasional Baluran, MENJELAJAH AFRIKA KECIL

1067
0
Taman Nasional Baluran

Kawasan Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur dengan batas-batas wilayah sebelah Utara Selat Madura, sebelah Timur Selat Bali. Untuk mencapai Baluran ini tidaklah sulit karena lokasi pintu masuknya berada di tepi jalan raya Situbondo menuju Banyuwangi.  Memasuki Situbondo (dari arah Banyuwangi) pemandangan kami lihat adalah hutan jati yang lebat serta pegunungan-pegunungan, dan dari gerbang pintu masuk Taman Nasional Baluran hingga Bekol pemandangan kami adalah daun-daun mengering dan beberapa pohon terlihat meranggas. Sepanjang perjalanan dan sejauh mata memandang tidak tampak rumput yang biasanya berwarna hijau, yang ada rumput berwarna coklat, udara siang itu terasa panas sekali. Taman Nasional Baluran dipenuhi oleh suara bintang dan yang dominan adalah suara kerbau liar yang melenguh dan beberapa suara burung dari berbagai jenis. Jalan setapak dari gerbang menuju Bekol dapat dilalui mobil, meskipun di beberapa titik jalan ada yang berbatu atau rusak.

baca juga, Sinar Mas Land Kembangkan Proyek Real Estate di Amerika Serikat

Pantai Bama

Setelah membayar biaya registrasi masuk Rp15.000 per orang di pos depan Taman Nasional Baluran perjalanan kami lanjutkan menuju Pantai Bama dengan melewati pos Bekol yang berjarak kurang lebih 12 Km. Mengapa Bama? Karena kami sampai hampir menjelang sore (sekitar setengah tigaan), dengan pertimbangan inilah akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di Pantai Bama sehingga pada keesokan paginya kami bisa menyaksikan keindahan matahari terbit. Pantai Bama dengan pasir keemasan terlihat cukup sepi, tetapi banyak sekali monyet yang kami jumpai disini, mereka bermain-main di tepi pantai dan sesekali mendekati kami.

Ada juga penginapan di Pantai Bama ini, yang tarif per malamnya 75 ribu per malam per orang, tetapi untuk makan malam kami harus menyediakan sendiri. Memang ada warung disana tetapi jarang sekali terlihat buka jadi sebelum masuk ke Baluran ini hendaknya berbelanja dulu kebutuhan logistik sesuai dengan keperluan. Malam hari tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan disini selain sangat gelap rasanya tubuh ini perlu diistirahatkan sambil menunggu datangnya subuh.

Alarm jam kami berbunyi tepat jam 4 pagi, karena tidak mau tertinggal momen matahari terbit, maka kami cepat-cepat mempersiapkan diri keluar penginapan. Kompor portable sangat bermanfaat disini, sembari menunggu munculnya sang matahari pagi kami membuat beberapa gelas kopi atau teh dan air panas untul sereal untuk mengisi perut dipagi buta yang lumayan dingin itu. Di ujung horizon langit mulai terlihat merekah ditandai munculnya warna-warna cantik yang saling melebur satu sama lain, Perlahan seiring waktu, matahari menampakan dirinya. Bulat sempurna berwarna orange keemasan, matahari pagi itu terlihat sangat sempurna seperti bergelantungan di bawah awan.

Pantai ini cukup panjang dan landai, pasirnya relatif masih bersih dari sampah dan kotoran, tidak adanya gunung atau bukit yang menghalangi, dan ombak besar yang hampir tidak ada, dan sepi menjadikan Pantai Bama ini tempat yang sempurna untuk menikmati sunrise. Pemandangan matahari terbit disini terasa lebih lama dibandingkan tempat lain.

Di sekitar Pantai Bama dikelilingi oleh hutan mangrove yang asri, memiliki terumbu karang sehingga cocok sekali untuk kegiatan snorkeling, diving, atau sekedar menikmati menikmati pemandangan bawah laut dengan boat. Untuk snorkeling ini, anda cukup mengeluarkan biaya sewa alat Rp 25.000. Kadar garam air laut disini juga cukup tinggi, sehingga anda dapat dengan mudah mengapung di permukaan air. Beberapa pemancing ikan tradisional juga terlihat disini, mereka memancing dengan cara berendam di laut yang dalamnya hanya seukuran perut atas orang dewasa (1 meteran). Tidak terasa hari semakin siang, setelah membilas badan dengan air tawar dan makan siang perjalanan ke Savana Bekol.

Bekol

Aroma petualangan mulai terasa  ketika kami harus melewati jalan off-road ringan tersebut sepanjang 3 km dari Bama ke Bekol. Beberapa kali terlihat rusa yang hanya sekedar duduk berteduh dibawah banyangan pohon-pohon akasia. Kami memutuskan untuk bermalam di penginapan Bekol yang bertarif Rp 50.000 per orang per malam. Berbeda dengan pos Bama, di pos Bekol terasa lebih ramai karena disini ada beberapa orang petugas dan beberapa mahasiswa peneliti yang khusus meneliti pola interaksi hewan yang ada di savana ini.

Savana Bekol dihuni oleh berbagai satwa liar antara lain rusa, kera ekor hitam, biawak, dan bila beruntung akan dapat melihat juga kawanan kerbau liar, banteng, anjing hutan, dan macan tutul.  Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung di antaranya termasuk yang langka seperti Layang-layang Api, Tuwuk/Tuwur Asia, Burung Merak, Ayam Hutan, Kangkareng, dan Rangkong. Di Bekol juga terdapat menara gardu pandang, disini anda bisa melihat hamparan yang sangat luat savana Bekol sampai garis pantainya, dan dari atas sini sekawanan rusa sudah bergerombol di kubangan air buatan yang banyak terdapat disana.

Jika Anda datang pada pertengahan bulan, Anda bisa menyaksikan bulan purnama muncul dan matahari terbenam di balik gunung Baluran secara bersamaan. Semburat matahari terbenam di balik Gunung Baluran merupakan daya tarik lain yang bisa dijumpai apabila menginap di Taman Nasional Baluran. Melihat taburan bintang yang begitu sempurna dan menikmati petualangan night safari adalah rangkaian pengalaman yang tidak terlupakan ketika bermalam di Taman Nasional Baluran.  

Dengan kondisi alam yang sebagian besar terdiri dari hamparan savana seluas 25.000 ha dan keaneka ragagam hayati di dalamnya maka banyak yang menyebut Baluran ini sebagai Little Africa. Jika Anda ke Baluran, jangan lupa membawa bahan makanan sendiri, karena di Baluran dari dulu hingga sekarang belum ada yang jual makanan. Jangan lupa untuk membawa topi dan baju lengan panjang, dan kaca mata hitam karena matahari bersinar menyengat di tempat yang mempunyai suhu udara berkisar 27-35 derajat Celsius ini.

How To Get There

Ke Baluran bisa dicapai melalui jalur Surabaya atau Malang dengan transit dulu ke Jember atau Banyuwangi. Dari Surabaya atau Malang diteruskan dengan travel dengan biaya Rp 70.000 – 80.000. Untuk memudahkan perjalanan sebaiknya Anda menyewa mobil dari Jember atau Banyuwangi dengan biaya Rp 250.000 per harinya (belum termasuk BBM atau sopir). Sebaiknya anda berbelanja logistik sebelum masuk ke Taman Nasional Baluran karena disana anda kesulitan untuk menemukan warung makan yang buka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here