Home Property Trend SUKSES MEMBANGUN ORGANISASI AGILE

SUKSES MEMBANGUN ORGANISASI AGILE

540
0
Property Trend

Belakangan ini, istilah Organisasi Agile semakin sering kita dengar. bertindak secara cepat namun produktif dan stabil dalam Agile adalah kemampuan organisasi menghadapi kondisi perubahan lingkungan yang terjadi. Agile menjadi mantra yang sakti dalam menghadapi guncangan hebat kondisi bisnis, khususnya pandemi Covid-19. Saat ini, tidak ada industri yang luput dari dampak perubahan lingkungan bisnis tersebut. Karena itu, perusahaan dituntut untuk berperilaku agile agar dapat beradaptasi dan menghadapi tantangan perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat dan dinamis tersebut. Perusahaan harus melakukan transformasi menjadi organisasi yang agile.

Mengapa Organisasi Agile Menjadi Penting?

Perkembangan perubahan lingkungan bisnis saat ini berbeda dibanding beberapa dekade yang lalu. Perubahan yang terjadi saat ini berkembang dengan cepat dan menyebabkan turbulensi yang hebat terhadap kondisi lingkungan bisnis. Kondisi VUCA ini menyebabkan
perusahaan harus mengubah
mindset organisasi dengan paradigma lama menjadi mindset paradigma yang baru.

Beberapa hal yang menyebabkan turbulensi yang hebat terhadap
kondisi lingkungan bisnis saat ini, antara lain:

Perubahan lingkungan yang pesat
Perilaku konsumen yang berubah dengan cepat
Lahirnya teknologi yang disruptive
Perkembangan digitalisasi yang sangat cepat
Perang baru memperebutkan talent

Turbulensi tersebut memberikan dampak yang berat terhadap perusahaan. Penelitian yang dilakukan Mckinsey baru-baru ini terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di S&P 500 menunjukkan; umur rata-rata perusahaan pada tahun 1960-an adalah 60 tahun menurun drastis menjadi rata-rata hanya sekitar 20 tahun pada tahun 2020. Diperkirakan, 75 persen perusahaan yang ada di dalam daftar S&P 500 saat ini akan hilang pada tahun 2027. Perusahaan yang gagal bertahan, antara lain; Kodak, IBM, Nokia, Blockbuster dan lainnya.
Nokia dalam konperensi pers mengenai kebangkrutannya menyatakan,
“Kami tidak melakukan sesuatu yang salah, tapi akhirnya kami kalah juga”. Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap gagal mengantisipasi dan beradaptasi perubahan yang terjadi.

Prinsip Dasar Organisasi Agile

Organisasi Agile pada dasarnya adalah organisasi yang mampu menggabungkan antara kecepatan dan adaptabilitas dengan stabilitas dan efisiensi. Organisasi harus mampu bertindak seperti Start-up, yang gesit dalam memanfaatkan peluang-peluang dalam perubahan lingkungan yang cepat. Namun juga mampu bertindak efisien secara stabil dengan sumber daya yang terbangun dan dimiliki perusahaan secara simultan. Prinsip organisasi agile telah diuraikan dalam tulisan pada edisi yang lalu, yang bertajuk Strategic Entrepreneurship dan keunggulan daya saing berkelanjutan. Organisasi agile adalah
organisasi yang menerapkan prinsip-prinsip
strategic entrepreneurship.

5 Aspek Organisasi dalam Organisasi Agile

Perubahan lingkungan yang cepat membuat perusahaan harus mampu menangkap informasi dan fakta secara cepat. Walaupun demikian, tidak jarang, informasi yang terkumpul kemudian menjadi basi karena perusahaan terlalu lama mengambil keputusan dalam mengantisipasi perubahan tersebut. Karena itu, dibutuhkan proses internal dan SDM
yang memiliki
mindset agile. Teknologi mengambil peran yang penting dalam meningkatkan proses agile dalam perusahaan.

Karena itu, perubahan paradigma atau transformasi menjadi Organisasi Agile tidak bisa berjalan secara parsial. Untuk menjadi Organisasi Agile, perusahaan harus melakukan transformasi organisasi secara menyeluruh. Transformasi tersebut harus mencakup terhadap 5 aspek fundamental dalam organisasi, yaitu: strategi, proses, struktur, teknologi dan SDM.

Membangun Organisasi yang Agile

Walaupun Organisasi yang agile dianggap merupakan jawaban bagi perusahaan dalam turbulensi lingkungan bisnis, dan perusahaan berlomba-lomba melakukan transformasi, namun data menunjukkan tingkat kesuksesan transformasi tersebut relatif masih rendah.
Menurut survei yang dilakukan
State of Agile pada tahun 2018, 96 persen transformasi agile gagal membangun kapabilitas adaptasi terhadap perubahan kondisi pasar. Bagaimana perusahaan bisa sukses melakukan transformasi organisasi agile? Tantangan apa saja yang dihadapi? Hasil apa yang diperoleh? Hal-hal tersebut akan diuraikan dalam tulisan berikutnya secara eksklusif dalam edisi mendatang majalah ini.

Previous articleA BALANCE VIEW OF SUCCESS
Next articleKAMAR MANDI PINK BLUSH BATHROOM