Beranda Property Trend SOLAR CELL SEBAGAI RENEWABLE ENERGI HOME

SOLAR CELL SEBAGAI RENEWABLE ENERGI HOME

1949
1

Negara-negara maju terus mengembangkan energi surya  sebagai sumber energi rumah masa depan (Renewable Energy Home). Jepang dan Australia sudah menyatakan akan terus melakukan riset dalam teknologi solar cell roof top.  Malaysia juga mulai mendorong warganya untuk memasang panel surya di atap-atap rumah maupun perkantoran.

Memiliki rumah dengan teknologi  energi matahari  menjadi  target utama para pembeli rumah di masa depan. Energi matahari adalah cara untuk mendapatkan keuntungan dari sumber daya energi terbarukan. Sistem surya di rumah tidak memerlukan biaya investasi besar, justru malah menghemat biaya bahan bakar dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil yang tak terbarukan. Manfaat terbesar dari sistem energi surya adalah  sumbernya tidak terbatas. Hanya dibutuhkan sedikit pemeliharaan terhadap panel surya karena tidak ada bagian yang bergerak. Bahkan, banyak produsen solar cell roof top yang menggaransi bahwa produk mereka akan tetap berfungsi dengan baik hingga dua puluh lima tahun.

Jika terjadi pemadaman listrik, rumah bertenaga surya tidak terpengaruh. Keluarga Anda masih dapat menikmati kenyamanan di rumah. Energi surya tidak menghasilkan emisi karena tidak ada pembakaran bahan bakar fosil. Energi surya adalah bentuk teknologi energi yang canggih.  Penting untuk diingat bahwa membangun rumah energi surya bukan hanya mengenai investasi keuangan, tapi investasi bagi masa depan dengan planet yang bersih yang akan menyelamatkan generasi mendatang. Sumber energi  merupakan masalah utama semua negara-negara di dunia. Energi menjadi faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Para ahli memperingatkan, banyak negara akan kehabisan bahan bakar minyak, gas dan batubara dalam lima tahun ke depan.

Indonesia hanya memiliki cadangan minyak untuk jangka waktu sepuluh tahun. Saat ini, kebutuhan minyak nasional tidak terpenuhi oleh kilang-kilang di dalam negeri. Kebutuhan minyak nasional berkisar 1,25 juta barel per hari, sedangkan yang mampu diproduksi di dalam negeri hanya 649.000 barel per hari, sisanya 608.000 barel lagi harus diimpor.

Konsumsi energi di dalam negeri cenderung meningkat seiring pertumbuhan ekonomi kelas menengah yang mendongkrak daya beli atas kendaraan bermotor dan peralatan rumah tangga lainnya. Tidak heran, 33 persen energi nasional digunakan rumah tangga, lebih besar dari energi yang dibutuhkan perkantoran 30 persen dan kebanyakan energi digunakan untuk peralatan pendingin ruangan (AC).

Pengembangan energi terbarukan dari sinar matahari sudah semakin mendesak. Dahulu, dibutuhkan banyak solar cell atau panel surya dan lahan yang luas untuk memproduksi listrik tenaga surya. Kini, setiap rumah bisa memperoleh listrik dari sinar matahari hanya dengan  memasang panel surya berukuran kurang dari 10 meter persegi di atap rumah.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi mengungkapkan, kemajuan teknologi membuat listrik tenaga surya makin mudah dan murah untuk diproduksi. Biaya listrik tenaga surya sudah turun sekitar 90% dibanding 1 dekade yang lampau. Sekarang ada solar cell roof top berukuran 1 meter persegi yang dapat menghasilkan listrik sekitar 100 Watt setiap hari. Harganya mulai dari Rp 2 juta. Selain ramah lingkungan, kini listrik tenaga surya juga tak lagi mahal. Pasang solar cell di atap seukuran 1 meter persegi bisa menghasilkan listrik 100 Watt. Sekarang ini kalau 1 meter persegi menghasilkan 100 Watt itu sekitar antara Rp 2-3 juta.

Saat ini pemerintah sedang menyusun aturan feed in tariff untuk membeli listrik dari panel surya yang dipasang di atap-atap rumah. Kelebihan pasokan listrik dari rumah-rumah yang menggunakan panel surya akan dibeli oleh PT PLN (Persero), dengan harga yang menguntungkan. Agar industri panel surya juga tumbuh di Indonesia, perlu  ada kewajiban bagi perkantoran, jalan raya, dan rumah dengan harga di atas Rp 1 miliar untuk menggunakan panel surya di atapnya.

Semakin banyak pengguna panel surya di Indonesia, permintaannya makin tinggi, produksinya pun makin massal sehingga biayanya bisa lebih efisien. Saat ini, sebagian besar panel surya di Indonesia baru digunakan untuk melistriki lampu-lampu di jalan utama.
Apa keuntungan menggunakan listrik dengan solar panel?
Mengurangi ketergantungan pada listrik.
Menghindari dampak pemadaman saat harus mengejar deadline, sementara komputer tidak bisa dinyalakan.
Turut mengurangi pemanasan global karena sistem solar panel menghasilkan energi yang ramah lingkungan yang tidak menyebabkan polusi.

Masyarakat umum kini mulai terbuka untuk meminimalisir dampak dari pemanasan global. Hal ini mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dalam rumah. Salah satu yang menarik untuk disorot adalah pemasangan panel surya untuk energi di rumah. Sebagai negara tropis yang kaya akan cahaya matahari, Indonesia mestinya bisa memanfaatkan energi alam yang satu ini.  Anda memang perlu menghitung secara rinci,  apakah panel tenaga surya ini  lebih irit dibanding menggunakan listrik PLN.

Jika Anda penasaran berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pemasangan energi terbarukan di rumah, berikut perhitungannya :

Saat ini, pemasangan surya panel terbilang hemat karena tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas untuk memproduksi listrik. Umumnya, satu rumah dapat menyerap asupan energi panas matahari dengan panel surya berukutan kurang dari 10 meter persegi.

Panel tersebut diinstal pada atap rumah yang kemudian disimpan dalam aki. Nantinya tenaga yang tersimpan di aki ini akan digunakan untuk menyalakan alat elektronik seperti lampu dan lain sebagainya. Saat ini ada solar cell roof top berukuran 1 meter persegi yang dapat menghasilkan listrik sekitar 100 Watt setiap hari Harganya dibanderol mulai dari Rp 2 juta (tergantung merek). Seiring perkembangan teknologi, biaya pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik semakin menarik konsumen. Mengenai biaya, untuk alat yang termasuk dalam lima solar panel berukuran 160 cm x 110 cm x 3,5 cm beserta aki dibanderol mulai dari Rp 26 juta. Pemasangan panel surya ini dapat mengakomodir kebutuhan listrik sekitar 1.000 WP. Sementara itu untuk biaya pemasangan, perusahaan produsen panel surya  telah melakukan sosialisasi bahwa alat dapat dipasang dengan mudah. Siapapun dapat memasangnya sendiri. Namun tingkat kesulitannya tergantung pada atap yang akan dipasangi. Semakin curam posisi atap maka semakin sulit untuk dipasang.

Untuk pemasangan panel surya di rumah, maka Anda perlu mengetahui lebih dulu berapa harga alat panel surya per WP, kemudian ditambah dengan biaya pemasangan  per WP. Dengan begitu akan keluar berapa daya dan biaya panel surya yang dibutuhkan rumah Anda. Tidak ada lokasi khusus untuk syarat pemasangan panel surya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini