Beranda City Fact SHANGHAI

SHANGHAI

0

SHANGHAI

Geografi dan Demografi Shanghai

Shanghai merupakan kota terbesar Republik Rakyat Tiongkok dengan luas wilayah 634.000 hektar atau 6.340.000 km2 yang sebagian besar merupakan dataran. Jumlah penduduk Shanghai tercatat sebanyak 23.710.000 jiwa (2014)dengan kepadatan 3.700/km2. Lebih dari 39% dari penduduk Shanghai adalah imigran jangka panjang, angka yang telah mencapai tiga kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Imigran terutama dari Anhui (29%), Jiangsu (16,8%), Henan (8,7%), dan Sichuan (7,0%), sementara hampir 80% berasal dari daerah pedesaan. Shanghai juga memiliki 150.000 orang asing resmi terdaftar, termasuk 31.500 warga Jepang, 21.000 warga Amerika dan 20.700 warga Korea.
Ekonomi

Setelah sembilan kota memangkas target pertumbuhan tahun ini, kota Shanghai memutuskan untuk tidak menetapkan target apapun, menandai salah satu kota terpadat China itu pesimistis terhadap ekspansinya sepanjang 2015.

Shanghai tumbuh 7% pada 2014 dari tahun sebelumnya, lebih rendah dari target pemerintah 7,5% sekaligus di bawah pertumbuhan nasional 7,4%. Produk Domestik Bruto Shanghai (PDB ) sebesar 2,16 Triliun Yuan ( USD353.900.000.000 ) pada tahun 2013. Nilai tambah industri sektor teknologi, keuangan, dan informasi menyumbang 62,2 persen sebagai sektor utama ekonomi.

Pariwisata

Pada tahun 2013, jumlah wisatawan domestik tumbuh 3,6% menjadi 260 juta namun wisatawan asing turun 5% menjadi 7,6 juta.

Berikut beberapa tempat wisata yang dapat dikunjungi :

Yuyuan Garden adalah taman bersejarah yang diyakini telah ada lebih dari 400 tahun yang lalu. Hal ini dianggap sebagai taman terbaik di Selatan China Timur dan tata letaknya secara alami keren. Mengunjungi taman ini secara otomatis akan memberikan kedamaian batin dan tenang.

Oriental Pearl TV Tower adalah menara tertinggi di Asia dengan ketinggian 468 meter. Ini adalah menara tertinggi ketiga di dunia yang terletak dekat Sungai Huangpu dengan pemandangan yang menakjubkan.

Zhujiajiao adalah kota air yang berada di pinggiran Shanghai yang mempertahankan ciri khas tradisional China. Kota tua ini telah ada sejak 1.700 tahun yang lalu. Jangan mengharapkan adanya trotoar dan jalan batu atau aspal karena  transportasi utama menggunakan
perahu.

Biara Buddha Jade merupakan candi yang sangat populer di Shanghai dengan banyaknya kegiatan keagamaan dan peristiwa yang biasanya dilakukan di sini. Biara Buddha Jade juga memiliki struktur biara yang berbeda dengan yang lain yang memberikan ciri khas tersendiri.

Nanjing Road adalah salah satu jalan wisata yang paling penting di Shanghai karena menghubungkan dua tempat wisata utama yaitu Bud dan Taman Rakyat. Jalan ini hanya ramai terutama pada malam hari.

Xintiandi memiliki kehidupan malam yang aktif di hari kerja serta akhir pekan. Wilayah yang ada pada pertengahan abad ke-19 ini dianggap salah satu pusat gaya hidup pertama di China.

French Concession Region adalah daerah yang sebagian besar dulunya dikuasai oleh penjajah Perancis. Budaya mereka masih tetap berbekas di daerah ini. Hal ini telah membuat wilayah ini menjadi berbeda dari wilayah lain di China.

Chenghuang Temple adalah candi yang sangat besar dan terdiri dari banyak ruang. Memiliki dua kebun dengan sentuhan budaya China yang sering digunakan sebagai tempat atraksi populer di Shanghai.

The Bund adalah wilayah pinggir pantai yang dipenuhi dengan bangunan yang berkelas, restoran, dan jalan itu sendiri sangatlah luar biasa dan merupakan salah satu tempat wisata terkenal di China.

Transportasi

Shanghai dinobatkan sebagai salah satu kota terindah di dunia, dan memiliki transportasi umum yang sangat baik. Selain Bus dan Metro (kereta bawah tanah)Shanghai memiliki Shanghai Maglev Train sebagai moda transportasi canggih di Shanghai. Jika tiba di Pudong International Airport, sebaiknya Anda mencoba sensasi naik kereta super cepat ini untuk menuju pusat kota.

Dibangun dengan teknologi Jerman, Shanghai Maglev Train dioperasikan pertama kali pada akhir 2002. Kereta ini memiliki rute dari Pudong International Airport menuju Longyang Road Station.

Dari sini, para pelancong bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai area di Kota Shanghai dengan menumpang Subway Line 2. Jarak tempuh dari Pudong International Airport ke pusat kota Shanghai hanya 8 menit saja. 
Shanghai Hongqiao Railway Station dibangun khusus untuk mengakomodasi kereta-kereta super cepat atau bullet train antara Shanghai dan Hangzhou, Nanjing, Suzhou, Wuxi, Fuzhou, Wezhou, Nanchang, Xiamen, Beijing dan beberapa kota lainnya.

Saat ini terdapat setidaknya 160 kereta super cepat yang melayani jalur Shanghai – Hangzhou setiap hari, 150 bullet train diantaranya diberangkatkan dari Hongqiao Railway Station dan sisanya dari Shanghai Railway Station. Kereta api tercepat untuk sektor Shanghai – Hangzhou hanya membutuhkan waktu tempuh perjalanan 45 menit saja.
Shanghai – Nanjing High Speed Railway juga diberangkatkan dari Hongqiao Railway Station. Terdapat 70 kereta cepat tipe G yang beroperasi dari Hongqiao Station dan Shanghai Railway Station menuju Nanjing dalam sehari. Kereta tercepat hanya membutuhkan waktu 73 menit dari Hongqiao Station menuju Nanjing dan 75 menit dari Nanjing ke Shanghai. Selain itu terdapat pula 6 bullet train tipe G yang menghubungkan Shanghai – Changzhou, 7 kereta jalur Shanghai – Wuxi, 12 kereta cepat menuju Suzhou dan 3 bullet train menuju Kunshan.
Bila ingin berkunjung ke berbagai objek wisata di Shanghai tanpa mau repot pindah- pindah bus atau kereta, maka terdapat Shanghai City Sightseeing Bus yang menjadi alternatif bagi wisatawan untuk mengunjungi sebanyak mungkin objek wisata di Shanghai dalam waktu singkat dengan sistem HOHO atau hop on hop off yang memperbolehkan penumpang untuk naik dan turun sesuka hati dalam jangka waktu masa berlaku tiket.

Properti

China Real Estate Index System (CREIS) memperlihatkan sebanyak 76 dari 100 kota di China, mengalami penurunan harga properti yang cukup signifikan. Rata-rata penurunan harga yang terjadi pada Juli 2014 adalah sebesar 0,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Angka penurunan ini lebih besar dibandingkan pada Mei dan Juni 2014 yang tercatat 0,3% dan 0,5%.
Pasar perumahan di China sempat anjlok menyusul pertumbuhan yang sangat tinggi di tahun-tahun sebelumnya. Harga properti yang tinggi di China telah menimbulkan ketidakpuasan di masyarakat. Pihak pemerintah China telah berusaha selama tiga tahun terakhir untuk menahan laju kenaikan harga properti, bahkan berjanji menyediakan rumah yang terjangkau untuk masyarakat.

Untuk meningkatkan aktivitas penjualan rumah pertama dan seken di China, pemerintah China melalui Kementerian Keuangannya mengeluarkan kebijakan mengenai pembebasan dan pengurangan pajak bagi rumah yang telah ditempati selama dua tahun atau lebih dari sebelumnya dengan batasan minimal lima tahun, yang efektif berlaku 31 Maret 2015.

Selain itu pula People’s Bank of China mengeluarkan kebijakan baru terkait pengurangan atas besaran uang muka untuk rumah pertama dan kedua dengan luas min 90 m2 yang menggunakan The Housing Provident Fund dari 30% menjadi 20% sedangkan untuk luas di bawah 90 m2 tetap sebesar 20%. Untuk pembelian rumah kedua pun mengalami pengurangan batasan besaran uang muka dari 60% menjadi 40%.

Apartemen komersial di Shanghai berkisar antara Rp 84 – 157 juta/m2. Sedangkan pasar properti ritel di Shanghai pada tahun 2013 memiliki total ritel seluas 717.600 m2, meningkat 3,8 persen dari tahun 2013.

Perpajakan Properti

Perpajakan properti yang terjadi di Shanghai dimulai pada tahun 2010, tetapi pajak properti ini merupakan perluasan dari pajak yang sudah ada untuk properti komersial dan rumah mewah. Shanghai hanya akan menerapkan pajak ini untuk pembelian properti baru kategori rumah mewah.

Seperti diketahui pemerintah China menerapkan kebijakan untuk menahan laju kenaikan harga properti yang bergerak liar, khususnya di dua kota yaitu Shanghai dan Beijing, dengan penerapan pajak penghasilan 20% untuk setiap penjualan properti.

Website | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini