Rhenald Kasali: PROJEK Itu Business Model

0
460

Dalam acara peluncuran aplikasi properti PROJEK di Mercantile Athletic Club, WTC 1, Jakarta, Senin (14/3/2016), lalu, pendiri Rumah Perubahan, Prof. Rhenald Kasali mengungkapkan betapa perubahan akan terus terjadi dan mulai meninggalkan bahkan menghancurkan kebiasaan lama. Maka itu semua sudah harus bisa mengikuti perubahan tersebut.

Demikian halnya pertarungan dalam bisnis di-era kini, telah berubah secara drastis. Munculnya berbagai alternatif transportasi berbasis aplikasi, sebagaimana Grab dan Gojek disebutnya sebagai pertarungan masa kini.

“Abad 19 pertarungan yang terjadi adalah pertarungan antar bangsa. Abad 20 berubah menjadi pertarungan antar produk (jasa), korporasi/brand. Sementara pada era abad 21 ini, yang terjadi adalah pertarungan antar business model,” kata Rhenald.

PROJEK yang baru diluncurkan ini pun, sambung Rhenald, adalah business model yang telah menyesuaikan dengan perkembangan saat ini.

“PROJEK adalah business model. Produk-produk properti yang akan berkolaborasi dengan PROJEK. Jadi kompetisi zaman sekarang adalalah business model,” katanya.

Aplikasi mobile PROJEK adalah aplikasi properti pertama di Indonesia yang menjadi jembatan penghubung antara para developer dan para broker properti. PROJEK akan memberikan berbagai informasi seputar perkembangan dunia properti masa kini, dan terutama PROJEK akan menampilkan berbagai produk properti terbaru dari para pengembang. Rhenald mengapresiasi terobosan yang telah dilakukan tersebut sebagai solusi terbaru, mengikuti perkembangan saat ini dan meninggalkan cara lama.

“Saat ini pola konsumen sudah mulai berubah, sehingga Anda sebaiknya segera meninggalkan cara lama. Kasihan itu, banyak pengemudi taksi yang tidak dapat pemasukan karena masih cara lama. Sementara banyak orang sudah menggunakan Grab Taxi dan Uber. Jadi kalau Anda masih bertahan, maka akan ditinggalkan,” papar Ketua Dewan Kehormatan PROJEK ini.

“Betapa saat ini banyak sekali orang yang dapat kehidupan dari situ tapi banyak juga yang akan kehilangan pekerjaannya. Karena saat ini metodenya sudah berbeda, disruption,” sambungnya.

Setidaknya ada lima pemicu kenapa terjadi disruption. Menurut Rhenald, pemicu pertama adalah munculnya IT: Direct Big Interactive. “Dan ini big, serba pesat. PROJEK itu bukan jalan sendiri, dia akan mengorganize, seperti sebuah mall, atau seperti Bukalapak yang memajang begitu banyak produk, tapi bukan punya mereka, melainkan orang lain,” katanya.

Selanjutnya yang menjadi pemicu kedua, munculnya generasi baru, atau disebutnya sebagai Gen C. Ketiga, demografi yang sudah berubah. Keempat, urbanisasi, megacities, cyber palaces. Dan kelima adalah demokratisasi of everything. “Nah, apa akibat dari ini semua, maka peradaban manusia pun akan berubah. Kemudian cara berkomunikasi dan berbelanja pun berubah, mata uang juga berubah. Jadi terjadi pergeseran,” ungkap Rhenald.

Rhenald bilang, saat ini banyak pekerjaan manusia sudah diambil alih oleh peran robot digital alias gadget yang digunakan sehari-hari. Berbagai fitur dan aplikasi yang ada dalam sebuah smartphone telah banyak membantu pekerjaan manusia, bahkan dia mencontohkan pekerja bank yang telah banyak kehilangan pekerjaannya.

“Tanpa disadari saat ini, banyak orang sudah kehilangan pekerjaannya, seperti teller di bank. Siapa di antara kita yang masih pergi ke sana?,” tanya Rhenald. [pio]

Artikel terkait:
PROJEK, Aplikasi Properti B-to-B Pertama, Resmi Diluncurkan