Beranda Berita Properti Properti Laris, Karena Tax Amnesty

Properti Laris, Karena Tax Amnesty

0

Program tax amnesty atau pengampunan pajak yang telah diluncurkan pemerintah ternyata telah membawah dampak positif pada penjualan properti. Salah satu pengembang yang ikut merasakan peningkatan itu adalah PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Meski diakui, itu masih sebagai dampak kecil.

Diberitakan melalui keterangan tertulis yang diterima media ini menyebutkan, saat ini Metland mengalami peningkatan penjulan, terutama di dua proyek kelas menengah dan menengah atas, yakni Metland Menteng dan Metland Transyogi. Kedua proyek ini mengalami lonjakan penjualan sebesar 61% dan 51% dibandingkan periode yang sama.

“Kami melihat peningkatan di sektor properti salah satunya didorong oleh program tax amnesty yang diberlakukan oleh pemerintah, disamping relaksasi kebijakan di sektor properti seperti LTV dan penurunan suku bunga KPR,” ungkap Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk., Thomas J. Angfendy, pada acara paparan publik, di Jakarta, awal bulan ini.

Thomas meyakini bahwa penjualan properti tersebut akan terus bertambah mengingat sektor ini merupakan salah satu pilihan investasi terbaik bagi para investor untuk menempatkan dananya.

Pada semester pertama 2016, Metland menyelesaikan pembangunan Metropolitan Mall Cileungsi, sebuah pusat perbelanjaan di kawasan residensial Metland Transyogi. Pada 5 Mei 2016 lalu, Metropolitan Mall Cileungsi mulai beroperasi untuk melayani kawasan Cileungsi, Jonggol, dan Timur Cibubur, seiring dengan pesatnya daerah tersebut sebagai daerah pemukiman. Tingkat okupansi/area tersewa hingga Oktober 2016 mencapai 93,43%.

Metland melalui anak perusahaannya, PT Fajarputera Dinasti memulai pembangunan Stasiun Telaga Murni. Seremoni pemancangan tiang pertama dilakukan pada 8 Agustus 2016. Proyek ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan RI Direktorat Jendral Perkeretaapian yang didukung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pembangunan stasiun Telaga Murni merupakan bagian dari rencana untuk meluaskan jangkauan KRL dari stasiun Bekasi hingga stasiun Cikarang. Wakil Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk., Anhar Sudradjat, mengungkapkan, stasiun baru ini akan menghidupkan properti di kawasan sekitar, termasuk proyek Metland Cibitung yang tengah dikembangkan.

Sementara itu kegiatan penjualan di Metland Cyber City telah dimulai sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat. “Pekerjaan persimpangan (interchange) sebagai akses langsung ke Metland Cyber City telah dibuka. Saat ini, juga telah dipasarkan klaster East Terrace dengan total 67 unit rumah,” jelas Olivia Surodjo, Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk.

Sementara beberapa proyek prestisius lainnya yang bakal dibangun pengembang pada 2017 mendatang, yakni apartemen strata Kaliana Apartment di kawasan komersial Urban City Metland Transyogi, kondotel di Bandar Lampung, Metropolitan Mall Cibitung, apartemen di Metland Tambun, serta memulai proyek mixed use di Metland Cyber City.

[Baca: Metland Akan Garap 17 Proyek Baru]

Ground breaking tower pertama Kaliana Apartment akan dilakukan pada kuartal 1 2017 mendatang,” tambah Anhar.

Optimis

MTLA pada kuartal III 2016 juga mencetak laba sebesar Rp 169 miliar, naik 6.2% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp 159 miliar. Kenaikan laba dipicu oleh kenaikan pendapatan berulang (recurring income) dari hotel dan mall, termasuk juga dari faktor kebijakan pemerintah mengenai perubahan perhitungan PPH final yang semula 5% menjadi 2.5%. Total pendapatan usaha MTLA pada kuartal III 2016 sebesar Rp 765 miliar, meningkat tipis 2% dibandingkan kuartal III 2015 sebesar Rp 750 miliar.

“Kami melihat pertumbuhan yang melandai untuk performa hingga kuartal III dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu karena peningkatan penjualan baru dirasakan sejak Agustus 2016 sehingga belum tercermin pada laporan keuangan kuartal III,” papar Olivia.

Proporsi pendapatan perseroan versi marketing sales hingga Oktober 2016 berasal dari penjualan properti sebesar Rp 838,6 miliar atau 91,6% dari budget 2016 sebesar Rp 915 miliar. Pendapatan berulang sebesar Rp 373 miliar atau 93,2% dari budget 2016 sebesar Rp 400 miliar.

“Kami optimis dapat mencapai target marketing sales hingga akhir tahun, yang hasilnya akan terlihat pada performa laporan keuangan Metland di tahun 2018,” pungkas Thomas. [pio]

Website | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini