Beranda Secondary Market POPULARITAS PROPERTI SEKUNDER DI BALI MENGGELIAT NAIK PADA AGUSTUS 2023

POPULARITAS PROPERTI SEKUNDER DI BALI MENGGELIAT NAIK PADA AGUSTUS 2023

11
0
PROPERTI SEKUNDER DI BALI

Prospek bisnis properti di Bali menunjukkan sinarnya pada Agustus 2023. Hal ini ditunjukkan dengan naiknya popularitas pencarian listing properti di Provinsi Bali bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

baca juga, Proyek Baru di Bali Ini Telan Investasi Rp625 Miliar!, Begini Rupanya

Bali, tak pernah letih menjadi tempat yang dicintai para turis asing dan juga lokal tanah air. Keindahan alamnya, budayanya yang kaya, penduduknya yang ramah, dan gaya hidup santai di Bali membuatnya begitu disukai sehingga banyak pendatang yang mengunjungi Bali bahkan menetap di sana.

Ya, pariwisata adalah salah satu pondasi yang membuat pulau ini begitu populer di dunia. Tak ayal bila pariwisata bali mendorong permintaan
properti di Bali, baik untuk hunian maupun investasi. Perkembangan ini pun semakin sempurna dengan semakin meningkatnya berbagai infrastruktur pendukung seperti perbaikan jalan, kehadiran jalan tol yang membentang di area perairan, hingga dibanunnya Bandara Bali Utara di daerah Buleleng. Hal ini akan membuka akses ke daerah-daerah baru dan kian mendorong pertumbuhan pasar properti. Lantas bagaimana tren jual beli properti di Bali? Flash Report Rumah123.com bulan Agustus 2023menunjukkan bahwa dari segi pertumbuhan popularitas, Pulau Bali mengalami pertumbuhan tahunan tertinggi di bulan Juli dalam pencarian hunian sekunder. Sepanjang periode Juli 2022- Juli 2023, wilayah Badung tercatat mengalami pertumbuhan popularitas dari -1,5 persen menjadi 1,4 persen. Sedangkan ibu kota Bali, Denpasar, mengalami pertumbuhan dari -0,7 persen menjadi 0,9 persen. Pertumbuhan popularitas tahunan ini masih cenderung tinggi dibandingkan Jakarta Selatan yang berada di 0,8 persen dan Bandung di kisaran 0,7 persen.

Mayoritas peminat properti sekunder di Pulau Dewata adalah warga lokal Bali Sendiri dengan persentase pencari sebesar 45 persen. Sementara
itu peminat terbesar kedua datang dari DKI Jakarta dengan proporsi yang cukup signifikan sebesar 19,1 persen. Bali pun juga menarik peminat dari negara lain yakni sebesar 1,4 persen yang berasal dari Australia, Singapura, dan Amerika Serikat.

Berdasarkan data Rumah123, tipe properti sekunder yang mendominasi permintaan di Provinsi Bali adalah rumah tapak sebesar 70,4 persen, kemudian tanah sekitar 16,7 persen dan ruko sebesar 8 persen. Dibandingkan dengan daerah lain di luar Pulau Jawa seperti Medan dan Makassar, persentase permintaan terhadap tanah di Bali relatif lebih tinggi karena potensi sewa tanah yang dapat dikembangkan untuk properti
residensial dan komersial dapat dijual dengan dasar hak pakai ataupun disewakan kembali. Dari segi usia, mayoritas peminat hunian di area Bali didominasi kalangan usia 25-34 tahun (27,1 persen), usia 35 – 44 tahun (23,1 persen) dan usia 45 – 54 tahun (20,6 persen).

Wilayah Paling Diincar Para Pencari Properti di Bali

Masih berdasarkan data Flash Report Rumah123. com, tercatat bahwa ada 5 wilayah di Bali yang paling populer di mata para pencari properti, yakni dipimpin Badung dengan popularitas sebesar 48,2 persen disusul Denpasar 29,9 persen pada posisi kedua. Selanjutnya daerah paling diminati di Bali ialah Gianyar 13,1 persen diikuti Tabanan 4,7 persen dan Buleleng sebesar 2,6 persen.

Badung, Denpasar, dan Gianyar merupakan destinasi wisata favorit di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara. Letaknya pun tak jauh dari dan ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ketiga wilayah ini juga dilengkapi dengan fasilitas publik serta pengembangan komersial
yang cukup komprehensif untuk mengakomodasi aktivitas serta kebutuhan wisatawan.

Secara spesifik, menurut data Flash Report Rumah123.com, popularitas area Badung yang merupakan konsentrasi aktivitas wisata di Bali juga mencatatkan yield paling tinggi dibandingkan daerah lainnya, yaitu sebesar 4,9 persen. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kota besar lainnya termasuk area Jabodetabek, sehingga wilayah ini menjadi potensial untuk investasi properti.

Dari segi tren minat harga hunian, peminat properti di area Badung, Denpasar, dan Gianyar umumnya merupakan kelas menengah hingga menengah atas dengan preferensi rumah di kisaran harga Rp1 miliar – Rp3 miliar. Sementara itu di wilayah Tabanan dan Buleleng memiliki karakteristik yang berbeda karena lebih didominasi peminat kelas menengah dan menengah-bawah yang mencari properti dengan harga di bawah Rp400 juta hingga Rp1 miliar.

Selain sebagai destinasi wisata, minat properti di Bali juga dipengaruhi dengan keberadaan sejumlah regulasi dan kebijakan yang membuat
Warga Negara Asing (WNA) lebih mudah menetap. Rencana pemerintah melakukan harmonisasi regulasi terkait Golden Visa (visa khusus investor yang akan berinvestasi di Indonesia) dalam waktu dekat, diperkirakan semakin membawa dampak positif pada investasi properti, baik di Bali maupun wilayah lainnya di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini