Beranda Berita Properti Pergerakan Pasar Properti Jakarta Timur Prospektif

Pergerakan Pasar Properti Jakarta Timur Prospektif

0

Pergerakan pasar properti di Jakarta akan mengarah ke wilayah Timur dengan  potensi yang sangat luar biasa. Bukan tanpa alasan, banyak faktor yang mendukung Jakarta Timur akan menjadi  arah perkembangan properti di Jakarta. Sebelumnya, minimnya jaringan infrastruktur adalah salah satu penyebab ketertinggalan Jakarta Timur. Namun, dengan adanya rencana pembangunan infrastruktur disertai harga tanah yang relatif masih rendah dibandingkan wilayah Jakarta lainnya, maka hal ini akan memberikan peluang tumbuhnya pasar properti lebih tinggi di Jakarta Timur. Hal itu disampaikan Ali Tranghanda  CEO Indonesia Property Watch (IPW) kepada pers di Jakarta, Kamis (02/03/2017).

Dalam laporan researchnya yang berjudul ‘Jakarta Property Market Prospectus 2017’, Ali menuturkan, dengan munculnya potensi pembangunan infrastruktur di koridor timur, maka pergerakan harga tanah di Jakarta Timur mulai terlihat. Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam 3 tahun terakhir,  harga tanah di perumahan Jakarta Timur menempati urutan tertinggi sebesar 5,58 persen, Jakarta Selatan 4.19 persen, Jakarta Pusat 4,19 persen, Jakarta Barat  4.15  persen dan Jakarta Utara 2,85 persen.

Namun,  dari segi harga tanah,  perumahan di Jakarta Timur jauh tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain yaitu rata-rata Rp 7,9 juta per m2, Jakarta Barat Rp 13,2 juta  per m2,  Jakarta Utara Rp 17,1 juta per m2,  Jakarta Selatan 17,9 juta per m2  dan Jakarta Pusat 18,7 juta per m2.

“Beberapa pengembang di wilayah timur masih ada yang menawarkan harga rumah di kisaran Rp 1 sampai 2 miliar. Ini terbilang  masih cukup rendah untuk ukuran rumah di Jakarta,” kata Ali.

Menurut Ali,  pergeseran pasar perumahan landed, apartemen dan komersial sangat dimungkinkan mengarah ke  Jakarta Timur, khususnya di segmen menengah keatas. Berdasarkan rating wilayah yang dilakukan IPW,  aspek potensi wilayah dan infrastruktur, petumbuhan harga tanah, tingkat persaingan dan image lokasi, Jakarta  Timur menduduki urutan tertinggi dengan nilai 160, Jakarta Barat 130, Jakarta Selatan 120, Jakarta Utara 110 dan Jakarta Pusat 80.

“Dipastikan para pelaku pasar properti akan menjadikan Jakarta Timur sebagai salah satu pertimbangan utama dalam melengkapi portfolio investasinya, tidak terkecuali para retailer internasional  seperti Lulu  Hypermarket,  Aeon mall, IKEA, bahkan pengembang Hongkong land juga sudah mulai masuk ke Jakarta Timur,” tandas Ali. (w) 

Website | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini