Beranda Berita Properti Perda Kota Depok Sulitkan Pengembang Bangun Rumah Murah

Perda Kota Depok Sulitkan Pengembang Bangun Rumah Murah

0

Mencari rumah murah di sekitar Kota Depok memang susah-susah gampang. Pasalnya, sejak adanya aturan Pemerintah Kota yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No. 13/2013 tentang Bangunan dan Izin Mendirikan Bangunan beserta produk turunannya, sejumlah pengembang pun mengaku tak bisa membangun rumah murah.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa pengembang hanya bisa membangun rumah dengan kavling minimal 120 meter persegi.

Managing Director PT Megapolitan Development Tbk, Ronald Wihardja mengaku dengan adanya peraturan tersebut, maka pihaknya tak bisa membangun perumahan dengan ukuran tanah di bawah 120 meter persegi.

“Artinya rumah dengan harga yang lebih terjangkau memang tidak bisa kami bangun di wilayah Kota Depok,” ujar Ronald, di sela-sela kegiatan aksi hijau di komplek perumahan Cinere Parkview, Cinere, Depok, beberapa waktu lalu.

[Baca: Tahap 3, Megapolitan Developments Pasarkan Cinere Parkview Mulai Rp 1,6 M]

Dikatakannya, permintaan akan rumah murah memang masih sangat tinggi khususnya di Depok Selatan atau lebih ke arah Sawangan.

“Sejauh ini memang kami tidak pernah bertabrakan dengan aturan pemerintah, 120 meter persegi ini. Sehingga untuk rumah murah memang tetap sulit terpenuhi,” katanya.

Menurut Ronald, saat ini harga tanah di wilayah Depok juga sudah sangat tinggi. Untuk beberapa wilayah di Cinere, misalnya harga tanah perumahan sudah mencapai Rp 9 juta per meter persegi, bahkan lebih. Sementara di sekitar Sawangan juga bervariasi. Harga terendah di daerah ini mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per meter persegi.

“Karena kalau dibayangkan di area Sawangan sana tanah perumahan yang harga jualnya sekarang Rp 1-2 juta yang masih reasonable. Jadi kalau tanah 120 meter persegi, harga sudah Rp 250-400 juta, belum ada bangunannya,” tegas Ronald.

Menurut Ronald, untuk masyarakat middle yang mencari rumah di harga Rp 300 juta – Rp 500 juta dengan minimun ukuran 120 juta, maka agak sulit ketemu antara pengembang yang menyiapkan lahan terhadap konsumen yang membutuhkan lahan. Pada akhirnya mereka harus beralih ke Kabupaten Bogor, atau ke tempat lainnya.

“Pangsa pasar rumah murah tetap tinggi, tapi sejauh masih ada larangan ini, maka kami tentu harus mengikuti aturan tersebut. Kami tidak ingin membangun sesuatu yang tidak bisa kami dapatkan izinnya,” kata dia.

Ronald berharap segera ditemukan solusi terbaik agar pengembang yang ingin menyediakan rumah murah pun bisa membangun di Kota Depok. [pio]

Website | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini