Jakarta, Propertyandthecity.com – Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih perlu dipacu pada paruh kedua 2026. Hingga pertengahan Juli, realisasi rumah subsidi baru menembus sekitar 102.900 unit, sementara pemerintah menargetkan capaian tahun ini dapat melampaui realisasi 2025 yang mencapai lebih dari 278.000 unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengakui target tersebut menjadi tantangan bagi BP Tapera. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kinerja agar penyaluran rumah subsidi tidak tertinggal dibandingkan tahun sebelumnya.
“Per hari ini 102.900 unit. Ini sudah bulan Juli. Jadi BP Tapera punya tantangan berat untuk bisa melewati tahun lalu,” ungkap Menteri PKP usai meresmikan Kantor Pusat Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang berlokasi di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Rabu (16/7/2026).
Maruarar menjelaskan, tren penyaluran FLPP terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak program tersebut bergulir pada 2010, realisasi tertinggi hingga 2023 tercatat sekitar 229.000 unit. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi lebih dari 278.000 unit pada 2025.
“Sampai 2023, penyaluran terbesar 229.000 unit. Baru satu tahun Presiden Prabowo menjabat, terjadi lompatan menjadi 278.000 unit pada 2025,” ujarnya.
Untuk mempercepat realisasi, pemerintah akan menggelar rapat Komite Tapera pada 23 Juli 2026. Pertemuan tersebut akan membahas kesiapan BP Tapera dalam mengakselerasi penyaluran KPR subsidi selama sisa tahun berjalan.
“Kalau tidak siap, kita sudah rapat dan akan rapat lagi minggu depan. Saya minta betul-betul disiapkan. Kantornya saya lihat bagus, jadi saya berharap kinerjanya lebih bagus,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran BP Tapera agar terus menghadirkan terobosan dalam menjalankan program pembiayaan perumahan, tanpa mengesampingkan prinsip tata kelola yang baik.
“Ini bukan waktunya kita santai-santai. Ini waktunya bekerja keras, membuat terobosan sesuai tata kelola,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Maruarar meresmikan kantor baru BP Tapera di Gedung Graha Mandiri Lantai 5, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat. Menurutnya, perpindahan kantor bukan sekadar perubahan lokasi kerja, tetapi juga harus menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya doakan bermanfaat untuk MBR karena kebahagiaan kita adalah ketika rakyat memiliki rumah yang layak,” ujar Ara.
Ia menegaskan BP Tapera memiliki peran penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pengelolaan dana FLPP. Oleh karena itu, lembaga tersebut diharapkan terus meningkatkan kredibilitas melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan perpindahan kantor merupakan bagian dari strategi organisasi untuk meningkatkan efektivitas kerja sekaligus memperbaiki layanan kepada masyarakat dan mitra.
“Kami ingin memastikan setiap proses penyaluran pembiayaan perumahan berjalan semakin cepat, transparan, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Heru.
Hingga 15 Juli 2026, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP mencapai 101.978 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp12,67 triliun. Selain itu, sebanyak 25.599 unit masih berada dalam tahapan pembangunan, persetujuan kredit, maupun akad kredit yang belum dicairkan.
Menurut Heru, capaian tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah, BP Tapera, bank penyalur, dan pengembang dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia optimistis target penyaluran FLPP tahun ini dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi dengan seluruh mitra.
Sebagai bagian dari upaya percepatan, BP Tapera bersama Kementerian PKP juga menyiapkan pelaksanaan akad massal dan serah terima kunci sekitar 62.530 unit KPR Sejahtera FLPP yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut akan melibatkan sekitar 200 debitur yang hadir langsung di lokasi serta 62.330 debitur lainnya secara daring dari 36 provinsi melalui 43 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP.
Melalui kegiatan itu, pemerintah berharap proses penyaluran rumah subsidi dapat berlangsung lebih cepat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang dalam mendukung target Program 3 Juta Rumah.





















