Beranda Berita Properti Pasar Properti Perkantoran CBD Masih Melemah

Pasar Properti Perkantoran CBD Masih Melemah

0

Ada tanda-tanda positif dalam perekonomian Indonesia pada Q2 tahun 2016, walaupun pasar properti masih bergerak lambat dibandingkan dengan siklus pertumbuhan yang tinggi di awal tahun 2010 sampai 2013. Hal itu dikatakan Associate Director Colliers International, Ferry Sulanto kepada pers di Jakarta, Selasa (4/9/16).

“Untuk memacu sektor properti, pemerintah telah melakukan beberapa langkah seperti pemberian insentif pajak, pasar REIT Indonesia segera diformalkan, meningkatkan Loan to Value rasio dan meningkatkan ambang pajak atas properti mewah,” ujar Ferry.

Selain itu, tambah Ferry, program amnesti pajak yang mulai efektif tanggal 1 Juli 2016, diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak. Masuknya dana produktif ini akan berdampak pada sektor properti secara positif. Pertumbuhan lainnya dari sektor keuangan ialah penurunan suku bunga kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia di bawah 10%.

Pasar perkantoran di CBD masih melemah ini dapat dilihat dari 12 gedung perkantoran menurunkan tarif hingga 20 sampai 30% pada kuartal terakhir. Selain itu, sejak pertengahan 2015 lalu, Bank Indonesia telah mengeluarkan persyaratan bahwa semua transaksi properti harus dilakukan dalam mata uang rupiah, akibatnya sekitar 20 gedung perkantoran di CBD yang sebelumnya memakai mata uang USD mengalami penurunan tarif harga sewa. Pasar perkantoran CBD bertambah sekitar 1,7 juta meter persegi dari tahun 2016 sampai 2018.

Pada Q1 2016, sekitar 6.013 apartemen memasuki pasar melalui enam proyek baru. Sementara penjualan tetap melambat. Secara keseluruhan, permintaan apartemen di Jakarta masih stagnan. Oleh karena itulah, para investor menawarkan insentif seperti diskon besar dan rencana pembayaran yang fleksibel untuk pembeli hingga mencapai 20%. Kebanyakan pengembang menawarkan rencana angsuran pembayaran 36 bulan sebagai strategi pemasaran.(wan)..

Website | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini