Beranda Uncategorized PADUAN GREEN INFRASTRUCTURE DAN BIOPHILIC URBANISM UNTUK KOTA BERKELANJUTAN

PADUAN GREEN INFRASTRUCTURE DAN BIOPHILIC URBANISM UNTUK KOTA BERKELANJUTAN

Contoh integrasi antara Biophilic Urbanism dan Green Infrastructure, ada pada Tebet Eco Park. aman seluas 7.3 hektar itu merupakan proyek revitalisasi, knstruksi berkelanjutan dengan meminimalisasi intervensi desain, konservasi pohon asli, memanfaatkan pohon tidak sehat menjadi park furniture, menawarkan tempat rekreasi, edukasi, dan aktivitas sosial dengan setting alami di perkotaan.

0
GREEN INFRASTRUCTURE

Untuk menjadikan kota yang layak huni atau kota berkelanjutan, ternyata banyak tantangan yang harus dihadapi dan dikompromikan. Jika tidak, maka ketimpangan akan selalu ada, yang pada akhirnya menjadikan kota tersebut tak layak ditinggali.

baca juga, Wujudkan Visi 2030, Arab Saudi Bangun Perumahan  Al Fursan Lebih dari 50 Ribu Unit

Ir. Nur Intan Mangunsong, M.T., yang kini aktif sebagai pengurus IALI sekaligus dosen Lanskap Trisakti mengurai persoalan keruwetan atau paradigma dalam mewujudkan kota berkelanjutan tersebut. Sebab seakan dua hal ini, yakni Ecological City dan Compact City nampak bertentangan satu sama lain.

Hal itu Nur Intan sampaikan dalam di Talkshow Green Development pada acara Synergy Green Building Festival, IDD, PIK 2 Jakarta, (11/03/2024), dengan judul presentasi “Kontribusi Infrastruktur Hijau bagi Pencapaian Kota dan Pemukiman Berkelanjutan”.

Secara konsep, Ecological City itu berfokus pada optimalisasi manfaat jasa ekosistem dan mengurangi dampak lingkungan. Ini bermuara pada kebutuhan akan alam di perkotaan. Sedang Compact City, berfokus pada penggunaan ruang yang efisien dengan menciptakan area perkotaan yang padat. Ini bermuara pada kebutuhan akan perkotaan yang padat.

Dua hal yang bertolak belakang itu bisa disinergikan melalui alat Green Infrastructure dan Biophilic Urbanism. Green Infrastructure bisa dimaknai sebagai jaringan ruang hijau multifungsi dan fitur-fitur hijau lainnya yang dapat memberikan hidup berkualitas dan manfaat lingkungan bagi Masyarakat. Dan Biophilic Urbanism merupakan sebuah pendekatan yang mendorong penggabungan alam dan infrastruktur
hijau di dalam kota untuk memberikan dampak positif pada kesehatan fisik dan mental manusia.

Ada prinsip-prinsip utama yang ada dalam Green Infrastructure, seperti adanya ruang terbuka hijau dan biru; meliputi perkotaan dan perdesaan; memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan; perlunya jaringan ruangan yang terhubung di seluruh lanskap; berskala nasional, regional, dan lokal; mengintegrasikan perencanaan, perancangan, & pengelolaan ruangan; dan terakhir dihasilkan dari kolaborasi lintas profesi.

Sedangkan jenis-jenis dari Green Infrastructure itu meliputi: Bioswale (Wet Or Dry), Constructed Wetland, Dry Pond, Ecosystem Planning, Filter Strip, Green Roof, Green Wall, Hedgerow, Perforated Pipe, Permeable Pavement, Rain Garden & Bioretention, Rain Harvesting, Riparian Buffer, Soakaways, Infiltration Trenches and Chambers, Tree Canopy Expansion, Wet Pond, dan Xeriscaping.

Selanjutnya terkait dengan Biophilic Urbanism, yang taka lain adalah kecenderungan manusia untuk terhubung dengan alam (Kellert 2008). Ide dasar dari Biophilic Urbanism itu adalah kontak dengan alam itu memengaruhi kesehatan fisik dan mental manusia secara positif .

Dalam praktiknya, Biophilic Urbanism itu terbagi dalam Biophilic Design, yang memiliki efek sensorik langsung. Dan Biophilic Urbanism, yang lebih mengutamakan perubahan kehidupan perkotaan yang sistematis.

Biophilic Urbanism memiliki prinsipprinsip sebagai berikut:

Environmental features: Penggunaan fitur alami, seperti vegetasi, dalam desain. Natural shapes & forms: Pengaplikasian bentuk dan wujud dari alam dalam desain. Restorative patterns and processes: Penggunaan pola dan proses alami yang merespons indra penglihatan, suara, bau, sentuhan, dan sistem sensorik lainnya. Place-based relationships: Memainkan elemen artifisial untuk merepresentasikan suatu tempat di alam. Light and space: Mengintegrasikan cahaya alami dengan ruang spasial. Terakhir evolved humannature relationships: Menciptakan perasaan aman melalui ruang terlindung yang terhubung dengan ruang lebih besar.

Sebagai contoh integrasi antara Biophilic Urbanism dan Green Infrastructure, ada pada Tebet Eco Park. Taman seluas 7.3 hektar itu merupakan proyek revitalisasi, knstruksi berkelanjutan dengan meminimalisasi intervensi desain, konservasi pohon asli, memanfaatkan pohon tidak sehat menjadi park furniture, menawarkan tempat rekreasi, edukasi, dan aktivitas sosial dengan setting alami di perkotaan. l

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini