ORANG MEDAN CEPAT RECOVERY

0
44
ORANG MEDAN CEPAT RECOVERY
LEO MULIJONO, KETUA DPD AREBI SUMATERA UTARA

Tahun 2020 sempat agak down beberapa bulan, tetapi demand kebutuhan tidak bisa dipungkiri tetap ada. Apalagi di Medan perekonomian sangat tinggi. Jujur saya katakan efek dari Covid-19 tidak terlalu besar di Medan dibandingkan kota lain. Perekonomian di Medan saya akui masih bagus. Walaupun ada beberapa segmen yang menurun di 2020 tetapi muncul segmen yang baru. Tahun 2018-2019 yang lagi hot rumah subsidi. Kendala sedikit karena ada kuota. Tetapi setelah itu muncul segmen baru yang sedang menguat di Medan yaitu segmen di harga Rp200 juta sampai Rp500 juta. Di Medan ada proyek-proyek baru yang sukses memasarkan rumah di kisaran harga ini dan direspon positif oleh konsumen. Kita katakan pasar sedang ingin banget di segmen harga ini.

Tahun 2021 saya yakin akan lebih bagus karena saya lihat banyak developer-developer ada yang membangun kompleks besar maupun kecil dan rata-rata sold out. Apalagi vaksin sudah ada ini akan sangat membantu perekonomian cepat pulih karena membangkitkan
kepercayaan masyarakat. Harga properti di Medan dibandingkan dengan kota-kota lain tidak terlalu mahal. Baik untuk investasi maupun
end user masih bisa disediakan di Medan. Tahun ini selain landed akan ada pembangunan properti komersial oleh salah satu pengembang besar di Medan. Ini membuktikan walaupun terjadi goncangan tetapi orang Medan cepat recovery.

Dalam kondisi seperti ini masih ada pengembang di Medan yang berani membangun proyek seluas 10 hektar dengan fasilitas umum seluas 3 hektar. Kami sebagai broker awalnya ragu-ragu karena ketika pasar yang saya sebut sedang SOS, ada pengembang berani yang
berani membangun perumahan. Ini membuktikan dalam kondisi apapun harus kita akui kebutuhan rumah tetap ada, walaupun kemampuan orang sudah pasti menurun. Pengembang harus menyesuaikan produknya dengan
market di Medan.

Untuk rumah seken banyak yang harganya murah saat ini. Di tahun-tahun sebelumnya banyak investor yang membeli dan menyetok properti. Dalam kondisi akibat pandemi ini mereka menjual properti yang disetok agar bisnis mereka bisa jalan. Tentu dengan harga sedikit di bawah harga pasaran tetapi mereka tetap masih untung. Jadi, market secondary masih cukup bagus di Medan. Hanya range yang muncul harganya tidak terlalu tinggi.