Home Travel and City Kuil Fajar

Kuil Fajar

Wat Arun dibangun pada masa kerajaan Ayutthaya, yang dikenal dengan sebuat Wat Makok. Setelah Raja Rama II & Raja Rama IV berkuasa, Wat Makok kemudian diganti nama menjadi Wat Arun

1348
0
kuil fajar

Keragaman pengaruh budaya di Thailand tampak tergambar jelas di Wat Arun. Selain stupanya yang bergaya Khmer (Kamboja), ornamen lainnya juga sarat akan pengaruh asing seperti India dan Cina. Seperti porselen dan patung prajurit Cina yang ikut menghiasi kuil. Dan meski pun ini kuil Buddha, banyak juga ornamen khas Hindu di dalamnya.

baca juga, Indonesia International Wedding Festival

Wat Arun disebut juga sebagai kuil fajar atau candi fajar. Nama panjang dari kuil ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara (วัดอรุณราชวรารามราชวรมหาวิหาร). diberi nama mengacu pada Aruna, India God Dawn, dan menjadi salah satu landmark kota Bangkok.

Kuil ini cukup mudah di akses lewat sungai Chao Phraya berkat ada nya pier (dermaga) yang merupakan perhentian kapal-kapal yang bersliweran sepanjang Chao Phraya. Jika hendak mengakses Wat Arun via sungai, turunlah di Tha Tien Pier yang terletak di seberang Wat Arun, dan menyeberanglah ke Wat Arun Pier. Relatif mudah dijangkau, karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan Grand Palace. Bahkan dari puncak Wat Arun kita dapat melihat komplek Grand Palace di seberang sungai.

Kuil Fajar

Wat Arun dibangun pada masa kerajaan Ayutthaya, yang dikenal dengan sebuat Wat Makok. Setelah Raja Rama II & Raja Rama IV berkuasa, Wat Makok kemudian diganti nama menjadi Wat Arun seperti sekarang.

Wat Arun dianggap salah satu yang paling terkenal dari ratusan Wat yang ada di Bangkok. Wat adalah panggilan dalam bahasa Thai untuk “temple”. Selain Wat Arun ada beberapa Wat yang cukup unik dan terkenal diantaranya :

  • Wat Pho yang terkenal dengan patung besar Buddha yang sedang berbaring, sehingga dikenal sebagai Temple of the Reclining Buddha.
  • Wat Phra Kaew yang terkenal dengan Emerald Buddha-nya. Wat Phra Kaew terletak di dalam komplek Grand Palace-nya Bangkok.
  • Wat Saket, alias Golden Mount. Wat yang satu ini menjulang bagai sebuah bukit dan dari puncaknya kita bisa melihat pemandangan kota Bangkok dari ketinggian.
  • Wat Traimit, yang merupakan “rumah” dari patung Buddha terbesar yang terbuat dari emas murni dengan berat diperkirakan mencapai 5 ton.

Detail ornamen Wat Arun mengingatkan pada sebuah guci yang terbuat dari porselen dan keramik dari Tiongkok. Dinding candi ini berwarna-warni layaknya keramik dari Tiongkok. Berkeliling Wat Arun haruslah ektra hati-hati karena tangganya memiliki sudut yang sangat tajam dan memiliki tangga yang sempit dan cukup menukik. Namun, apabila telah sampai pada puncaknya, pemandangan yang sangat indah akan terlihat dengan jelas. Sebuah lukisan alami yang bisa dilihat dengan mata telanjang sebuah pemandangan aktivitas sungai Chao Phraya dan Kota Bangkok.

Di sekitar Wat Arun, terdapat tempat penyewaan baju tradisional Thailand, dan dapat digunakan untuk berfoto-foto ria. Dalam komplek Wat Arun, terdapat beberapa kuil di sekitar Wat Arun, bagunan tersebut sebetulnya merupakan tempat pemujaan terhadap Budha. Sedangkan, waktu ideal untuk berkunjung adalah sekitar sore menjelang tutup, disamping tidak panas, wisatawan juga dapat mengabadikan Wat Arun saat senja tiba.

Saat turun dari perahu yang digunakan menyeberang dari Dermaga N8 (Membayar 3 Bath), banyak penjual yang menjajakan barang dagangannya. Pada saat disana, saya sempat ditawari beberapa produk souvenir, namun saya tidak tertarik. Namun, alangkah bijaknya, apabila wisatawan dapat menawar, karena kemungkinan harganya telah dinaikan sebelumnya.
Tiket masuk ke Wat Arun termasuk murah sekitar 50 Bath, atau dalam Rupiah sekitar 15 ribu. Sedangkan jam buka atau operasional Wat Arun jam 8.00 – 17.30 waktu Bangkok atau sama dengan WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here