Katalisator Kebangkitan Ekonomi

0
104
kebangkitan ekonomi
ZALDY WIHARDJA | ASSISTANT VICE PRESIDENT KOTA PODOMORO TENJO

Kota Podomoro Tenjo adalah salah satu proyek terbaru Agung Podomoro Group. Kenapa diluncurkan di tengah pandemi saat ini?

Kota Podomoro Tenjo adalah sebuah proyek baru skala kota seluas 650 hektar dikembangkan oleh Agung Podomoro Group (APG) di Tenjo. Proyek
ini kami luncurkan tepat di Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus ini. Ada beberapa alasan, sehingga manajemen memutuskan untuk merilis proyek
tersebut. Pertama, kami ingin berkontribusi untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi (kebangkitan ekonomi) pada umumnya dan menjadi booster serta katalisator bagi pertumbuhan properti pada khususnya. Saat itu
juga kebetulan timing-nya pas, dimana lahan kami juga sudah siap. Kehadiran kota mandiri dan satelit baru persembahan APG ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami sekaligus menjadi katalisator
kebangkitan ekonomi Indonesia di tengah pandemi.

Baca juga, Optimis Properti Rebound di 2021, Modernland Realty Siapkan Apartemen Berkelas di Kota Modern

Kedua, hadirnya proyek ini juga menjadi solusi kebutuhan masyarakat atas hunian yang sehat dengan berbagai kemudahan, terutama dalam hal transportasi. Kebetulan di dalam lokasi kami ini juga ada TOD. Kami satu-satunya developer yang di dalam kawasannya ada TOD yang terhubung
dengan stasiun Commuter Line. Kami juga pasarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Ketiga, dalam hal ini kami pun berkontribusi dalam mendukung Program Sejuta Rumah dan program kebangkitan ekonomi yang digalakkan oleh pemerintah. Termasuk dalam upaya meminimalisir backlog perumahan di Indonesia.

Konsep rumah sehat memang jadi tren saat ini. Apa saja yang akan diaplikasikan di Kota Podomoro Tenjo?

Rumah Sehat dalam hal ini tentu dilihat dari berbagai sisi. Pertama adalah kawasannya. Di sana akan kami bangun komunal komunal area, agar ruang terbukanya lebih banyak. Di proyek ini kami akan wujudkan konsep Green Belt, dan ini adalah konsep pengembangan pertama di Indonesia. Maksud dari konsep tersebut adalah area hijau yang menghubungkan fungsi-fungsi
kebutuhan orang. Seperti dari perumahan ke TOD itu tinggal jalan kaki. Atau menuju ke danau, pusat komersial, fasilitas pendidikan, dan fasilitas lainnya akan dihubungkan Green Belt.

Desain perumahannya, khusus untuk rumah tipe premium dengan harga Rp500 jutan, akan kami bangun dengan konsep semi detach, jadi lebar rumah tidak selebar lahannya. Ini adalah konsep rumah tumbuh. Kemudian dari segi arsitektur desainnya dengan cross ventilation, sehingga sirkulasi udara menjadi lebih lancar di dalam rumah. Kemudian natural lighting juga diperhatikan di perumahan ini. Kami juga menggunakan air PAM.

Sejauh ini bagaimana respons pasar terhadap proyek Kota Podomoro Tenjo?

Kami juga melakukan pameran di Central Park Jakarta, mulai pertengahan Agustus 2020. Ternyata respons pasar luar biasa. Karena kebutuhan papan adalah kebutuhan primer, sehingga banyak yang langsung membeli perumahan di proyek ini. Dan baru kali ini saya lihat banyak konsumen milenial yang datang beli. Apalagi harganya hanya Rp200 juta per unit untuk tipe 27/60. Angsurannya pun cuma Rp1,7 juta per bulan selama 20
tahun. Ini adalah peluang yang sangat baik bagi para milenial untuk beli rumah bagi masa depannya. Termasuk juga untuk investasi dengan peluang kenaikan harga yang sangat signifikan dan pasti.

Untuk pemasaran dibagi dalam beberapa tahap, dimana tahap awal ini sekitar 1.200 unit, yang tersebar di Cluster Angsana dan Kalamenta. Luar biasanya, dalam kurun waktu sebulan sejak diperkenalkan ke masyarakat, minat konsumen untuk memiliki hunian di kawasan Kota Podomoro Tenjo telah mencapai lebih dari 1.000 orang. Sejauh ini paling banyak yang beli adalah tipe 27/60 dan 36/72. Tapi tipe 40/160 juga lumayan oke. Jadi tanpa
kita duga, tipe premium juga mendapat respons cukup baik dari konsumen.

Bagaimana dengan cara bayar atau kemudahan dari perbankan yang kerja sama dengan Kota Podomoro Tenjo?

Cara bayar kita bervariasi, ada hard cash sekitar 3 bulanan, ada angsuran bertahap ke developer mulai dari 12 kali, 24 kali, dan 36 kali. Dan yang terakhir adalah cara pembayaran KPR ke bank. Ada yang DP 5 persen, DP 10 persen, dan DP 20 persen. Jadi tinggal pilih, mana yang sesuai dengan kemampuan. Untuk cicilan ke bank kini maksimal bisa sampai 25 tahun, kalau yang milenial bisa sampai 30 tahun. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan BTN, BNI, CIMB Niaga, Maybank, dan yang lainnya juga menyusul
dalam proses ke depan.

Adakah strategi lain, sehingga pasar properti sangat antusias terhadap proyek ini?

Kami punya juga dua akses yang sangat menempel dengan proyek Kota Podomoro, bahkan sudah di dalam kawasan kami. Pertama adalah Stasiun Tigaraksa yang sudah menempel. Kami juga akan sediakan park and ride untuk parkiran. Semuanya nanti berada dalam kawasan Grand TOD Kota Podomoro Tenjo, dimana nantinya di sana ada hotel, ada trade mall, pasar modern dan parkiran, juga pusat komersial, café dan resto dan berbagai
fasilitas lainnya.

Akses berikutnya melalui Jalan Tol Serpong-Balaraja. Pembangunan jalan tol ini sudah berlangsung dan ditargetkan rampung tahun 2024. Nantinya, dari Jalan Tol ini akan keluar di Pintu Tol Cileles, lebih kurang hanya 2 kilometer atau kira-kira paling 5 menit. Jadi boleh dibilang ini sebagai akses tol langsung.

Menteri Perhubungan juga sudah menyatakan dukungan terhadap TOD Kota Podomoro. Seperti apa bentuk dukungan dari pemerintah tersebut?

Sebenarnya kami sudah menandatangani kerja sama dengan KAI, sehingga tinggal pencanangan pembangunannya saja. Mungkin sekitar akhir tahun ini atau awal tahun depan sudah dimulai.

Kapan persisnya mulai diluncurkan dan pembangunan tahap pertama?.

Launching perdana dan pemilihan unit akan dilakukan pertengahan November 2020. Jadi masih ada kesempatan bagi mereka yang ingin memiliki rumah dengan harga sangat terjangkau oleh pengembang terdepan dan terpercaya Agung Podomoro Group dan Agung Podomoro Land.

Untuk pembangunannya mungkin mulai di awal tahun depan, karena tahun ini kami sudah mulai dengan pemadatan tanah, pelebaran jalan, bangunan marketing office, instalasi-instalasi infrastruktur lainnya. Semuanya akan dilakukan dengan skema fiber optic. Proses serah terima setelah 2 tahun dari sejak Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Kemudian sertifikat kami juga sudah HGB di bawah nama developer. ● [Pius Klobor]