KAMI SUDAH DI ARAH YANG BENAR

0
216
JOPY RUSLI | CHIEF MARKETING OFFICER PT LIPPO KARAWACI Tbk
JOPY RUSLI | CHIEF MARKETING OFFICER PT LIPPO KARAWACI Tbk

Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia sejak Maret lalu, apakah kondisi properti saat ini masih baik-baik saja?

Baca Juga, Lebih dari 1.000 Gerai Kimia Farma Disewakan Melalui Cicilsewa

Untuk pasar end user, terutama keluarga muda dan milenial, masih terus akan jalan. Tentunya bukan hanya ditunjang oleh lokasi yang bagus atau konsep yang bagus, tetapi harganya juga mesti bagus. Lokasi sudah pasti tidak bisa ditawar, dengan fasilitas yang ada pastinya sangat berguna bagi end user. Tetapi harus dipertemukan dengan produk-produk yang cocok buat mereka, harganya bagus, produknya juga bagus dan didukung dengan fitur-fitur yang bagus.

Contohnya jelang pandemi kami juga meluncurkan beberapa produk baru, baik di Lippo Karawaci, Cikarang bahkan proyek baru di Karawang. Lokasinya bagus dan menjanjikan. Atau di Lippo Village, kawasan kota yang sudah 30 tahun, lengkap dengan berbagai fasilitasnya, mulai dari pendidikan, kesehatan, pusat hiburan dan lain-lain. Jadi sudah mature. Tetapi seperti yang saya katakan bahwa produk yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan segmen pasarnya. Saat ini kami lebih fokus pada produk properti dengan harga sekitar Rp600 juta hingga Rp1 miliar. Harga bagus harus juga didukung dengan desain yang bagus. Untuk itu, kami menggunakan jasa desainer top, seperti Alex Bayu.

Produk apa saja yang diluncurkan selama pandemi ini?

Di Lippo Karawaci kami mengeluarkan Cluster Cendana Homes, juga dengan harga terjangkau sekitar Rp600 juta hingga Rp1 miliar. Responsnya sangat luar biasa, langsung sold out ratusan unit. Sehingga kami luncurkan lagi yang namanya Cendana Peak, itu juga langsung sold out, berikut ritel-ritelnya juga sold out. Terbukti bahwa demand-nya memang masih ada, tidak berhenti. Mereka yang baru berkeluarga pasti butuh rumah, atau yang saat ini masih sewa dan melihat kesempatan yang bagus saat ini, mereka beli rumah baru.

Kabarnya Lippo juga berinovasi melalui SOHO?

Ini yang kami bilang sebagai produk-produk yang kreatif, maksudnya yang breakthrough. Di Lippo Village kami keluarkan SOHO Flex Space (flexible space), karena di zaman new normal saat ini banyak sekali orang yang harus bekerja dari rumah. Sementara saat ini juga banyak anak muda yang memilih untuk memulai suatu usaha menjadi startup. Sehingga SOHO ini adalah produk yang sangat cocok bagi mereka, karena bisa untuk bekerja
juga untuk tinggal di satu tempat.

Untuk hunian, desain seperti apa yang disukai konsumen?

Bukan hanya rumahnya, tetapi juga lingkungannya harus sehat. Misalnya, kawasan hunian yang di lengkapi outdoor gym. Kemudian ada children playground, ada pet park. Jadi fasilitasfasilitas itu juga penting. Sementara untuk rumah, misalnya menggunakan ventilasi silang, sehingga sirkulasi udaranya lebih bebas, bahkan tidak perlu lagi menggunakan AC.

Apakah ada juga rencana pengembangan proyek di lokasi baru?

Memang ada juga tetapi kami masih melihat waktu yang tepat untuk meluncurkan proyek-proyek tersebut. Tentunya kami akan meluncurkan yang sesuai saja dengan kebutuhan market pada saat itu.

Artinya Lippo Karawaci tetap optimis untuk memasarkan produk properti meskipun nanti Indonesia masuk ke resesi ekonomi?

Kami melihat bahwa kebutuhan akan properti masih terus ada, terutama pada segmen market end user, yang tidak terlalu mahal tetapi bagus. Kebutuhan itu akan terus ada, tinggal bagaimana kita memenuhi kebutuhan mereka. Jadi menurut saya, kebutuhan akan properti akan terus ada.

Terbukti, launching produk baru yang kami lakukan belum lama ini direspon dengan sangat baik oleh konsumen. Sehingga ini juga membuat kami semakin yakin bahwa pasar properti akan tetap ada. Kami amazing juga bahwa produk properti yang telah kami luncurkan sold out 100 persen, apalagi penjualannya dalam masamasa seperti saat ini. Jadi, kami pikir bawa sudah di arah yang benar the right direction.

Apakah Lippo Karawaci juga mengeluarkan promo khusus selama masa pandemi ini?

Kami melakukan banyak kerja sama dengan banyak bank karena ini merupakan solusi, baik buat konsumen, bank dan juga pengembang. Konsumen bisa punya waktu lebih panjang untuk pembayaran dan kami pun bisa mendapatkan pembiayaannya untuk melakukan pembangunan sesuai dengan progres.

Namun bagi konsumen yang ingin melakukan cicilan langsung ke developer pun kami menyediakan skema pembayarannya. Cicilannya pun cukup panjang. Tentunya selama pandemi ini, cicilannya menjadi sedikit lebih panjang. Kebanyakan konsumen memilih skema pembayaran melalui KPR karena menarik, apalagi bunganya juga tidak terlalu tinggi.

Bagaimana dengan proses launching atau penjualan produk baru tersebut, apakah semuanya dilakukan secara online?

Biasanya dimulai dengan priority pass atau nomor urut pembelian (NUP), itu semua dilakukan secara online. Di masa seperti saat ini
marketing kami juga melakukan komunikasi lebih banyak melalui
online, termasuk juga melalui sosial media, seperti Instagram.
Tetapi ada juga physical show unit bagi calon konsumen yang
akan melihat show unit tetapi kami juga menyediakan work true
secara online sehingga calon konsumen juga bisa melihat show
unit secara langsung tanpa perlu datang langsung ke show unit
tersebut.

Dan jika proyek belum ada fisiknya, kami menggunakan VR (virtual reality). Teknologi ini terbukti sangat membantu calon konsumen untuk melihat produk yang akan mereka beli. Menggunakan teknologi tersebut memang sudah keharusan yang harus dimanfaatkan saat ini.

Ke depan, tren seperti ini akan terus dimanfaatkan?

Kalau diperhatikan teknologi semacam Zoom Meeting ini sudah ada dari dulu, hanya saja kita belum terbiasa memanfaatkannya. Namun dengan kondisi yang memaksa kita seperti saat ini, maka mau tidak mau harus dimanfaatkan. Bahkan menggunakan Zoom Meeting tersebut sangat efektif sekali. Sehingga menurut saya setelah masa pandemi ini pun memanfaatkan teknologi online seperti ini masih terus akan dilakukan. Sudah menjadi way of life, karena memanfaatkan teknologi lebih efektif dan lebih efisien.

Berkaca dari kondisi saat ini, bagaimana prediksi bisnis properti ke depannya?

Properti adalah kebutuhan dasar, selain itu, populasi penduduk juga terus meningkat, Sehingga kebutuhan akan properti akan selalu ada. Saya percaya pandemi ini akan lewat. Sekarang ada tantangan akan kebutuhan properti tersebut, sehingga kita mesti lebih selektif produk seperti apa yang harus dipasarkan. Bagi developer yang sudah punya land bank banyak, itu akan menjadi keuntungan. Tapi bagi mereka yang baru memulai memang agak lebih challenging. ● [Pius Klobor]