KAMI MENANGKAP PELUANG DI MASA PANDEMI

0
173
pandemi
ERIC LIMANSANTOSO | GM CORPORATE MARKETING JABABEKA RESIDENCE

Selain Cluster Rotterdam apakah ada produk lain yang di-launching sejak kasus Covid-19 merebak hingga saat ini?

Tepat satu minggu sebelum pemerintah secara resmi mengumumkan wabah pandemi Covid-29 telah masuk ke Indonesia. Jababeka Residence
meluncurkan produk terbaru yaitu ruko Monaco. Terus terang ketika itu kita belum siap menghadapi pandemi, sementara kita baru saja launching produk. Walaupun demikian penjualan ruko Monaco masih cukup baik. Paling tidak, tidak terlalu mengecewakan yang ketika itu terjadi PSBB.
Seperti juga pengembang yang lain, kita masih mencari peluang di masa pandemi bentuk produk apa yang tepat di saat wabah pandemi Covid-19 terus meluas dan memengaruhi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga, Over Supply, Perkantoran di Jakarta Membaik di 2023

Kita punya satu pemikiran pada saat ini kebutuhan properti tetap ada, walaupun ada pembatasan dan protokol kesehatan. Hanya mungkin bergeser. Sebelum ada pandemi orang bangun pagi langsung pergi
ke kantor. Pulang kantor ke mal dulu untuk makan malam setelah itu baru pulang. Meskipun apartemennya tidak terlalu luas tidak masalah karena orang hanya untuk numpang tidur. Jadi, trennya orang harus tinggal di apartemen di pusat kota.

Saya lihat dengan adanya wabah pandemi ini, tren hunian berubah. Dulu orang tidak peduli dengan kesehatan, seperti berkumpul di mal. Sekarang orang mencari tempat tinggal yang ada ruang terbuka hijau udaranya nyaman tetapi tetap bisa bekerja dari rumah atau WFH karena sekarang orang lebih banyak bekerja di rumah, mungkin dalam satu minggu hanya tiga hari ke kantor.

Kalau dulu harus tinggal di dalam kota Jakarta, dengan kondisi saat ini orang mencari rumah sudah di luar kota, seperti di Cikarang. Lingkungan yang nyaman, sehat, kondusif, akses internetnya cepat, serta aksesibilitas yang mudah. Tetapi dengan kondisi ekonomi masyarakat yang terganggu, kita mencari peluang di masa pandemi harus menawarkan rumah yang harganya juga new normal. Ini yang mendorong kita meluncurkan produk yang namanya Cluster Rotterdam. Kita membuat rumah contoh Cluster Rotterdam kurang dari dua bulan dan hampir tiga bulan kemudian kita sudah launching. Ini cepat sekali karena kita sebagai developer harus fleksible dan sigap dalam menghadapi perubahan.

Artinya Cluster Rotterdam di-launching karena melihat situasi pandemi?

Betul, Cluster Rotterdam adalah produk yang kita ciptakan khusus karena pandemi dan peluangnya waktu itu ada. Kebetulan kita sebagai developer yang sudah cukup lama berdiri punya landbank yang juga luas, dan punya banyak pengalaman. Jadi, meskipun organisasi perusahaan Jababeka Residence besar tetapi kita bisa mengikuti pergerakan market properti karena kita cenderung fleksible untuk membuat perubahan.

Apa yang dimaksud dengan harga rumah di Cluster Rotterdam mengikuti ke-new normal-an?

Kita membuat rumah di Cluster Rotterdam dengan budget friendly. Saat ini harga rumah di Cluster Rotterdam Rp380 jutaan. Kalau di apartemen di kota besar dapatnya unit tipe studio yang luasnya 21 atau 24 meter persegi. Tetapi di Cluster Rotterdam orang bisa mendapatkan hunian dengan dua lantai dan carport. Sementara penghuni di apartemen sering menghadapi masalah parkir. Furniturefurniture di rumah Cluster Rotterdam didesain untuk mendukung WFH dan anak belajar di rumah.

Dengan harga Rp380 juta kita berikan high ceiling level empat meter yang dapat memberikan sirkulasi udara dan kesan kelapangan di dalamnya. Serta kami sertakan bukaan jendela yang banyak untuk pertukaran udara dan pencahayaan ruangan yang maksimal. Sementara di apartemen dengan jendela yang terbuka tidak mungkin. Paling cuma dapat balkon. Kalau budget terbatas malah tidak dapat balkon. Kita namakan Rotterdam karena di sana ada sungai yang terkenal yaitu Sungai Rhein. Di samping Cluster Rotterdam sendiri juga terdapat sungai alami yang masih asri. Kita lengkapi juga dengan saung-saung yang menghadap sungai serta kandang burung menambah keasriannya.

Cluster Rotterdam ini juga dilengkapi oleh beragam fasilitas di dalamnya, seperti hadirnya area publik terbuka yang dapat digunakan untuk jogging ataupun olahraga lainnya, outdoor working space dengan wifi internet berkecepatan tinggi yang memungkinkan penghuni untuk bekerja di alam terbuka atau bisa dibilang Work From Garden (WFG), hingga landscape rindang yang dapat mengurangi polusi udara dan panas. Serta dekat dengan Sport Outdoor Facility seluas 7600 meter persegi lengkap dengan beragam fasilitas olahraga didalamnya yang hanya ditempuh dalam waktu tiga menit saja.

Apakah sudah sold out?

Tahap pertama sudah habis, sekarang kita ingin masuk ke tahap kedua. Total unit ada 160 unit.

Umumnya konsumen mengambil dengan cara apa. Bukankah KPR dari bank sedang diperketat?

Ada bank-bank yang bekerja sama dengan kita. Selain itu kita juga bisa berikan DP mulai dari 5 persen yang dapat dicicil hingga 6 kali serta cicilan hanya dengan Rp2 jutaan. Setelah 6 kali langsung akad. Sekarang orang butuh rumah cepat. Bagi yang tidak ingin cepat-cepat kita bisa berikan pembayaran DP hingga 18 kali.

Dulu market properti ada end user yang berasal dari ring satu dan investor. Kalau end user ring satu ini biasanya berasal dari para pekerja di pabrik-pabrik atau para ekspatriat yang berada disekitar Jababeka Cikarang. Ini dulu. Sekarang market kita lebih besar dan luas lagi, yaitu end user yang datang dari ring dua dan ring tiga dari Jababeka seperti dari Jakarta, Tangerang, Kebon Jeruk, bahkan ada yang datang dari Karawaci. Ini menarik karena sekarang ini orang lebih banyak bekerja di rumah dibandingkan di kantor. Kalaupun harus ke Jakarta tersedia moda transportasi umum stasiun KRL, akan ada TOD Center Jababeka, LRT, MRT, shuttle bus.

Dengan kondisi ekonomi yang tampaknya menuju krisis, bagaimana Jababeka meyakinkan konsumen untuk tetap belanja properti?

Sederhana saja mau resesi atau tidak, mau ada pandemi atau tidak, orang tetap butuh makan, pakaian, dan tempat tinggal. Dulu di kota besar hunian paling diminati agar tinggal di sekitar tempat kerja. Sekarang yang tadinya tinggal di apartemen di Jakarta memilih di luar Jakarta seperti Jababeka Cikarang. Yang juga membuat keadaan kita berbeda dari developer lainnya adalah pada awalnya Jababeka adalah kawasan industri. Sekarang kita sudah berevolusi menjadi kota yang dilengkapi dengan kawasan hunian dan komersial, tetapi kawasan industri tidak boleh berhenti. Bagaimanapun industri harus tetap berproduksi. Artinya, kebutuhan akan perumahan akan tetap ada, tinggal kita buat adjusment saja. Jababeka diberkahi sebagai kawasan industri yang sudah go publik. Kita sebagai developer tinggal memodify sedikit saja kebutuhan market.

Sampai akhir tahun 2020 akan ada berapa lagi yang di-launching?

Saya belum bisa mengatakan secara pasti. Kita belum tahu kapan pandemik ini berakhir. Sekitar 2-3 produk sudah kita rencanakan ke depannya. Semuanya melihat keadaan pandemik. Tahun 2020 kalaupun kita me-launching produk mungkin maksimal satu produk lagi. Sambil kita menyiapkan beberapa produk untuk tahun 2021. ● [Hen]