Home Property Mind Games JANGAN LENGAH ATAS KEMENANGAN

JANGAN LENGAH ATAS KEMENANGAN

41
0
KEMENANGAN

“Jangan merayakan kemenangan sampai pertandingan benar-benar berakhir”.

Satu peraturan yang tidak tertulis dan sangat terkenal dalam olahraga adalah untuk tidak merayakan kemenangan sampai pertandingan
benar-benar berakhir. Tim basket Kroasia Cibona Zagreb tidak mengikuti prinsip itu dalam pertandingan Kejuaraan NLB melawan tim
Serbia KK Partizan. Setelah sepasang lemparan bebas yang gagal dari Partizan, tim Cibona berlari ke lapangan dan melakukan tembakan tiga angka dari baseline untuk memimpin satu poin. Meski masih ada 0,6 detik tersisa, Cibona merayakan kemenangan. Tetapi Partizan memiliki kepemilikan terakhir permainan dan Dušan Kecman membelokkan kemenangan sebagai buzzer beater dalam permainan yang luar biasa untuk membuat Partizan memenangkan gelar Liga Adriatik dengan sensasional.

baca juga, Keppel Land dan Inhype Group Mulai Bangun Destinasi Komersial Baru di Sudirman Jakarta

Saya juga teringat ketika bagaimana final Piala Champion pada tahun 1998 membuat pelajaran bagi kita semua. Saat itu berlaga
dua klub sepak bola yaitu Manchester United dan Bayern München. Kedua kesebelasan tampil menyerang dan skor masih bertengger
1 – 0 untuk Bayern München. Memasuki injury time, sebagian pemain tim Manchester United di sisi lapangan telah masuk ruang
ganti dengan kepala tertunduk. Sebaliknya tim Bayern München menampakkan wajah berseri sambil memasuki ruang ganti dengan
kepastian kemenangan di tangan mereka. Tidak lama kemudian peluit dibunyikan sebagai tanda berakhirnya pertandingan. Mereka menunggu dengan suka cita. Namun alangkah terheranherannya mereka ketika melihat timnya masuk dengan wajah sedih. Pertandingan berakhir 2-1 dimenangkan oleh Manchester United melalui dua gol di menit-menit terakhir injury time, yang sekaligus
membuat mereka berhasil menciptakan “Treble” (meraih tiga gelar besar dalam satu musim, yaitu juara Premiership, Piala FA dan Liga
Champion) – sebuah pencapaian yang luar biasa bagi klub-klub Inggris. Di saat-saat terakhir tersebut kesebelasan Manchester United
menyisakan mental pemenang meskipun ketinggalan 1–0.

Prinsip yang harusnya dipertimbangkan juga oleh seorang pengembang untuk menjaga sustainabilitas proyeknya ke depan. Meskipun tidak persis sama dengan istilah buzzer beater apalagi dalam hitungan detik, namun para pengembang harus melihat proyek dalam
jangka panjang dan tidak puas dengan penjualan perdana yang sukses. Proyek yang membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan stoknya perlu berpikir strategi jangka panjang agar tidak dipatahkan dan dikalahkan di tengah jalan.

Sebagai pengembang yang telah sukses di penjualan perdana, disadari atau tidak banyak yang menjadi terlalu pe-de (percaya diri) tanpa kembali meng-update apa yang terjadi di pasar, perubahan perilaku apa yang sedang terjadi, atau cara pemasaran yang bagaimana yang dapat secara efisien menjangkau pasar. Setiap beberapa bulan terus menaikkan harga dan pasar mulai lemah dengan harga yang tanpa disadari telah terlalu tinggi. Banyaknya penjualan proyek yang gagal di tengah jalan bukan karena masalah teknis, melainkan munculnya pesaing dengan harga yang lebih murah, konsep yang lebih unik, desain yang semakin menarik, dan strategi pemasaran yang semakin inovatif saat ini. Ali Tranghanda C E O Indonesia Property Watch

*) Buzzer beater merupakan salah satu istilah yang sering kita dengar
dalam permainan bola basket. Namun, tahukah Anda apa itu buzzer
beater? Istilah ini merujuk pada momen dimana suatu tembakan berhasil
diceploskan ke dalam ring di detik-detik akhir permainan atau bahkan
bola baru masuk setelah beberapa saat waktu habis dan terdengar suara
buzzer. Artinya waktu habis lebih dulu ketika bola masih melayang di
udara. ●






Previous articlePropertyGuru Asia Real Estate Summit Umumkan ‘Revolusi Data’ dan Jajaran Pembicara untuk Edisi Virtual 2021
Next articleTeratai Group Luncurkan Dua Proyek Properti Baru di Canggu Bali