Beranda Berita Properti Ignatius Untung: Banyak Pengembang Properti Belum Melek Digital

Ignatius Untung: Banyak Pengembang Properti Belum Melek Digital

0

Banyak pengembang properti yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya memromosikan produk properti mereka melalui media/portal online – digital. Ini terlihat dari alokasi belanja iklan para pengembang yang masih mendominasi iklan luar ruang atau papan reklame.

Share of wallet real estate advertising di online hanya sebesar 5%, masih jauh dibandingkan dengan outdoor media yang mencapai 40%, print yang mencapai 25% dan expo yang mencapai 25-30%,” ujar Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, kepada Property and The City, di Jakarta, Rabu, (21/9/2016).

Alasan utamanya, menurut Untung, karena banyak middle to senior level marketer di property developer yang datang dari gen X atau bahkan baby boomers. “Mereka bukan pengguna fasih teknologi digital,” katanya.

Untung mengatakan, pembeli properti terbagi menjadi 2, yakni mereka yang disebut sebagai investor yang sebagian besarnya adalah baby boomers dan sebagian gen X.

“Tapi ada kelompok pembeli yang kami sering menyebutnya sebagai natural buyer dan potential buyer yang didominasi oleh gen Y dan sebagaian gen X,” jelas Untung.

[Baca: Usia 25-34 Tahun Dominasi Pencarian Properti Secara Online]

Dari sisi jumlah, sambung Untung, kelompok natural buyer dan potential buyer ribuan kali lebih besar dari kelompok investor, namun perlu effort lebih untuk menggapainya dibandingkan dengan kelompok investor. “Kabar baiknya, mereka adalah pengguna fasih digital,” sebutnya.

Untuk ini, Rumah123.com sebagai salah satu portal properti terbesar di Indonesia giat melakukan edukasi tentang berbagai kelebihan digital. Juga berbagi pengetahuan dan wawasan tentang perubahan tingkah laku para konsumen, termasuk konsumen properti.

“Jadi kita terus mengingatkan kepada mereka bahwa kini semua orang melakukan banyak hal dengan digital. Tukang ojek saja sudah mengadopsi digital, masa iya property developer dengan bisnis miliaran rupiah per unit masih tidak melek digital,” tegas Untung.

Dan yang paling penting, sambung Untung lagi, “Kita juga terus mengingatkan bahwa yang paling penting bukanlah media apa yang kita sebagai marketer konsumsi, tapi media apa yang dikonsumsi oleh target market kita.”

Hingga saat ini, Rumah123.com memiliki jumlah listing secondary hampir mencapai 500 ribu. Demikian halnya listing primary yang tak jauh berbeda. Meski demikian, portal properti milik Real Estate Australia (REA) Group ini tak memilih fokus pada pasar tertentu. Bagi Untung, baik primary maupun secondary sama-sama memiliki market tersendiri, meski tak menampik jika market primary memiliki peluang yang lebih besar di Indonesia lantaran masih dan akan terus bertambah proyek-proyek baru yang dilucurkan.

[Baca: Lamudi Mantap di Pasar Primary]

Property developer tentu masih akan terus tumbuh. Dan karena primary market sebagian besar dikuasai oleh konglomerasi, maka uang yang beredar, termasuk di promosi masih jauh lebih besar dibanding secondary yang bersifat retail,” jelasnya.

“Seperti yang saya bilang tadi, bahwa share of wallet real estate advertising di online masih 5%, artinya masih bisa tumbuh 20X lipat lagi. Tapi secondary juga punya marketnya sendiri. Dan untuk property portal, secondary juga berguna untuk enrich content karena sifat retail dan jumlah ketengannya yang banyak. Jadi keduanya punya peluang yang sama-sama besar di porsinya masing-masing,” paparnya.

Website | + posts
Artikulli paraprakPemerataan Pembangunan Infrastruktur Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Artikulli tjetërStimulus Properti Jangan Tumpul di Implementasinya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini