Beranda Property Trend HOTEL BACKPAKERS

HOTEL BACKPAKERS

0

 

Persaingan bisnis akomodasi di segmen menengah bawah mengalami bentuk persaingan dengan konsentrasi terhadap faktor biaya. Kebutuhan akomodasi penginapan untuk para pelancong dan traveller sangat besar yang kadang tidak terjangkau dari faktor biaya yang tinggi. Kebutuhan para backpackers untuk hal pemenuhan akomodasi atau penginapan menjadi pasar tersendiri bagi para pebisnis penginapan dengan biaya relatif murah.

Di dunia pariwisata istilah backpakers umumnya merujuk pada wisatawan atau petualang independen yang lebih banyak menggunakan jalan kaki atau penggunaan angkutan umum dengan preferensi penginapan yang murah atau bahkan sampai tinggal di rumah-rumah penduduk. Perjalanan yang dihabiskan memakan banyak waktu, penggunaan ransel.

Backpackers sebagai gaya hidup dan sebagai sebuah bisnis telah berkembang cukup pesat dalam era tahun 2000-an. Perkembangan tersebut dapat terlihat dari banyaknya maskapai penerbangan bertarif rendah, hotel atau akomodasi dengan biaya yang murah di banyak bagian dunia, dan berbagai bentuk komunikasi digital. Kemudian juga dalam membuat perencanaan dan pelaksanaan perjalanan backpacking jangka panjang lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Tidak ada jawaban pasti mengenai dari mana tepatnya asal backpackers ini. Bila kita lihat kembali ke jalur hippie tahun 1960-an yang mengikuti bagian-bagian dari Jalan Sutera tua. Beberapa backpackers pada masa itu mulai menghidupkan kembali jalur hippie tersebut (jalur sutra kuno), meskipun dengan cara yang lebih nyaman. Giovanni Francesco Gemelli Careri oleh beberapa pengamat disebut sebagai salah satu backpackers pertama di dunia.

Backpackers dalam kamus besar bahasa Inggris berarti : “a hiker who wears a backpack”. Namun semakin lama definisi tersebut semakin bertambah luas, tidak hanya dimaksudkan untuk “a hiker” saja, tapi juga bagi para wisatawan, traveller, explorer yang melakukan kunjungan wisatanya dengan menggunakan ransel besar atau backpack dengan tujuan supaya mudah dalam mobilitasnya.

Hal utama yang membedakan backpackers dengan wisatawan biasa adalah nilai edukasi dalam perjalanan yang dilakukan. Karena mereka melakukan semuanya secara mandiri, seorang backpackers  diwajibkan untuk mencari informasi dan riset secara mendalam dan bahkan berbulan-bulan yang artinya lebih lama dari waktu perjalanannya. Dan hal utama yang harus dipahami adalah tentang objek wisata, tempat menginap, aspek budaya, bahasa serta kondisi sosial tempat-tempat yang akan dikunjungi.

Dengan waktu yang relatif lama, maka penghematan biaya penginapan harus ditekan seminim mungkin yang tidak bisa dilakukan dengan menginap di akomodasi sekelas hotel. Namun demikian lokasi akomodasi pun tetap menjadi faktor utama yang dekat dengan tempat-tempat wisata atau sejarah dengan dikelilingi oleh warung-warung makanan tradisional. Karena sebagai backpackers umumnya lebih tertarik bila dapat bersosialisasi langsung dengan penduduk sekitar. Karenanya banyak juga rumah-rumah penduduk yang kemudian ditawarkan sebagai penginapan dengan harga sangat murah.
Tidak hanya di kota-kota kecil, di kota sekelas Singapura, Bangkok, Hongkong, dan lainnya pun banyak terdapat akomodasi untuk para backpakers, bahkan turis keluarga pun ada yang menggunakannya untuk menekan biaya. Meskipun harus diakui dari fasilitas pasti sangat jauh dengan kelas hotel.

Beberapa Jenis Akomodasi

Dormitory
Dormitory adalah salah satu tipe kamar yang disediakan guesthouse atau hostel. Penghuninya adalah beberapa orang yang belum saling mengenal sebelumnya. Biasanya, dormitory diisi 4 sampai 10 orang yang tidur dalam ruangan yang sama. Penghuni dormitory dituntut toleransi yang sangat tinggi, seperti tidak merokok atau berisik di dalam ruangan. Dormitory sangat populer di kalangan backpackers karena tarifnya lebih murah.

Hostel
Hostel adalah tempat menginap dengan fasilitas yang digunakan secara bersama oleh penghuninya, misalnya kamar mandi, ruang duduk dan dapur. Karena itu, penghuni hostel punya kesempatan lebih besar untuk bersoalisasi dengan tamu yang lain.

Guesthouse
Guesthouse sebenarnya rumah biasa yang sebagian kamar-kamarnya disewakan kepada tamu. Pemilik guesthouse tinggal di bangunan yang sama dan dikelola anggota keluarganya sendiri.

Homestay
Homestay hampir sama dengan guesthouse, namun tamunya tinggal dalam jangka waktu lama. Program homestay sering diikuti pelajar asing untuk mempelajari kebudayaan setempat.

Bed and Breakfast (B and B)
Tempat menginap yang menyediakan sarapan pagi dan tempat tidur. Penginapan jenis ini tidak memiliki restoran atau bar, hanya menyediakan makan pagi saja untuk tamunya. Bed and Breakfast biasanya penginapan kecil, jumlah kamarnya biasanya tak lebih dari 10 buah.

Boutique hotel
Fungsi dan fasilitasnya tidak berbeda dengan hotel biasa, namun boutique hotel membuat ciri khas tersendiri supaya berbeda dari jaringan hotel terkenal. Ciri khas itu antara lain desain bangunan dan interior yang unik serta pelayanan yang lebih personal.

Budget hotel
Budget hotel adalah hotel yang menyediakan tempat menginap dengan fasilitas terbatas. Karena tarifnya lebih murah, ukuran kamarnya lebih kecil, desainnya lebih sederhana, serta tipe kamar tertentu tidak memiliki jendela. Beberapa budget hotel mengharuskan tamunya membayar ekstra untuk menikmati fasilitas tambahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini