HARGA HARUS NAIK?

Dalam suatu iklan proyek properti terpampang tulisan besar “Harga Naik Mulai Besok“. Propaganda ini tentunya untuk mempercepat realisasi keputusan pembelian konsumen secepat mungkin pada hari itu.

0
83
harga

“Konsistensi penerapan strategi harga jual menjadi sensitif terhadap sentimen pasar proyek”

Karena masalah harga, pasar konsumen Anda dapat saja beralih ke proyek lain. Seperti apa sebenarnya yang terjadi? Dan jangan mengira bahwa konsumen baru Anda tidak ada hubungannya dengan konsumen lama Anda.

Baca juga, Kementerian PUPR Bangun PSU Rumah Subsidi di Papua

Yang menjadi aturan main dalam setiap penerapan strategi harga adalah jangan pernah membuat proyek menjadi tidak menarik secara investasi. Kenapa, misalnya pada saat peluncuran proyek pertama kali, harga jual produk sangat murah? Hal ini tidak lain karena di satu sisi pengembang membutuhkan dana segar yang cepat, di sisi lain konsumen akan melihat proyek menarik karena harga jual masih akan naik lebih tinggi lagi. Secara investasi nilai tersebut dapat mendatangkan capital gain bila nanti akan dijual lagi.

Dalam suatu iklan proyek properti terpampang tulisan besar “Harga Naik Mulai Besok“. Propaganda ini tentunya untuk mempercepat
realisasi keputusan pembelian konsumen secepat mungkin pada hari itu. Besoknya saya mencoba untuk sedikit melakukan test pada proyek yang ada. Ternyata…., harga tidak naik! Kemasan harga dibuat seolah olah harga naik namun sebenarnya diikuti oleh tingkat discount yang tinggi, dimana secara umum tidak ada perubahan dengan harga lama, bahkan cenderung lebih rendah. Pengecekan harga seperti ini tentunya dapat dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh para konsumen lama yang telah membeli produk proyek tersebut.

Hal seperti ini dapat menciptakan efek yang kurang baik bagi pasar, apalagi bila produk memang sebagai obyek investasi. Artinya perencanaan harga akan menjadi penting, bahkan sejak penentuan harga perdana. Namun tetap hati-hati pada rencana kenaikan harga, karena sekali harga dinaikkan, maka akan lebih sulit untuk menjaga konsistensi kenaikannya bila ternyata tidak diterima pasar. (Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch)