Beranda Berita Properti Gencar Infrastruktur di Solo, Harga Tanah Naik Mencapai Rp 4,5 Juta

Gencar Infrastruktur di Solo, Harga Tanah Naik Mencapai Rp 4,5 Juta

1

Ilustrasi (Ist.)

Solo adalah kota yang termasuk ke dalam salah satu tempat ternyaman untuk ditinggali. Sepanjang tahun ini, Pemerintah Kota Solo gencar melakukan pembangunan, termasuk proyek-proyek infrastruktur, sebagaimana yang dirilis pada laman Pemkot Solo.

Beberapa proyek yang sedang berlangsung di Kota Surakarta ini antara lain adalah Sky Bridge yang akan menghubungkan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo. Pemerintah menggelontorkan dana Rp 22 miliar untuk pengerjaan proyek ini hingga selesai.

[Baca: Genjot Infrastruktur, Kementerian PUPR Selenggarakan Pameran]

Selanjutnya adalah Jembatan Gantung Tirtonadi yang kini masih dalam tahap pembebasan lahan. Proyek ini akan benar-benar dikerjakan sepenuhnya pada tahun 2017 dan pemerintah akan menyediakan dana Rp 1,5 miliar untuk pengerjaan jembatan tersebut.

Dan Revitalisasi Viaduk Gilingan yang dipandang bisa memperlancar arus lalu lintas di kawasan Jalan Ahmad Yani yang akan dikerjakan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat. Saat ini, lebar jalan di Viaduk hanya 6 meter dan dan akan diperlebar hingga menjadi 12 meter.

Tentunya proyek-proyek tersebut akan mempengaruhi harga properti di Solo, karena bukan rahasia lagi jika semakin mudah akses atau semakin lengkap infrastruktur di suatu area pasti akan berpengaruh terhadap naiknya harga properti di tempat tersebut.

[Baca: Greget Tol Malang-Pandaan MENGGAIRAHKAN DEVELOPER]

Misalnya saja, untuk harga rata-rata tanah, pada Juni 2016 saja sudah mencapai Rp 4,5 juta per meter persegi. Namun, jika Anda berniat untuk membeli tanah di area elit, misalnya di Solo Baru, persiapkan uang lebih banyak karena di sana banderolnya kavling per meter perseginya hampir 2 kali lipat dari rata-rata yaitu Rp 8 juta. Begitu pula dengan harga per meter persegi di area Serengan, menyentuh Rp 10 juta.

Dan kenaikan harga tanah itu turut memengaruhi banderol hunian dan harga termurah kini sudah berada di angka Rp 170 juta. Tentu, dengan dana tersebut Anda hanya bisa memperoleh hunian sederhana juga bukan terletak di area Sektor 1.

Sedangkan hunian termahal berada di angka Rp 50 miliar. Meskipun begitu, permintaan akan hunian komersil diprediksi akan semakin bertambah. Diperkirakan, dalam 1-2 tahun ke depan dan jika proyek pembangunan infrastruktur tersebut sudah selesai maka harga properti akan terus melambung makin tinggi. [pio]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini