FOKUS DI PERUMAHAN KOMERSIAL

0
107
perumahan komersil
SUWANDI TIO | DIREKTUR UTAMA MAS GROUP

Apa saja proyek MAS Group yang diluncurkan selama pandemi Covid-19?

Selama pandemi ini kami meluncurkan tiga proyek. Proyek pertama adalah Seion Residence @Serang, sebanyak 440 unit, Britania Bekasi sekitar 1.500 unit dan masih ada perluasan, juga Bali Resort Serpong (extension) perluasan dari proyek yang sudah ada sekitar 300 unit. Kemudian bulan Oktober akan dibuka klaster baru di Perumahan Kota Sutera sebanyak 400
unit.

Baca Juga, TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING, Surga di Belantara Sampit

Seberapa besar optimisme MAS Group yang tetap meluncurkan produk baru meski di tengah pandemi?

Kami melihat dari target market dan produk yang kami luncurkan, dimana semuanya menyasar pasar end user. Apalagi proyek tersebut lebih banyak dibangun di daerah sub urban atau penyangga kota. Sebenarnya sama dengan pengembang lain, awal pandemi sempat syok. Sehingga pada awal saat peluncuran produk produk tersebut, kami juga setengah gambling. Tetapi kami juga kaget, kok, penjualan bisa cukup bagus. Bahkan sepertinya tidak ada efek dari pandemi terhadap pasar properti di daerah yang kami kembangkan.

Melihat animo yang begitu bagus di proyek Seion Residence @Serang, kami semakin optimis bahwa produk lainnya juga akan mendapatkan sambutan pasar yang bagus. Sehingga proyek – proyek berikutnya kami semakin ancap gas dan larinya semakin kencang.

Apa yang dilakukan saat awal-awal pandemi sehingga MAS Group bisa lebih cepat bangkit dan menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini?

Pertama, karena produk-produk kami menyasar pasar langsung ke end user. Kedua, terletak pada kekuatan konsep yang kami kedepankan. Seperti di Seion Residence @Serang dimana konsep Jepang yang kami tonjolkan karena kami bekerja sama dengan developer Jepang. Kemudian di Britania
Bekasi adalah Perumahan dengan konsep Eropa (British). Selanjutnya di proyek Bali Resort Serpong, konsep Bali yang kami tonjolkan.

Saat ini konsumen sangat berpengaruh akan konsep, efek konsep sangat besar. Selanjutnya pasar Indonesia pada saat krisis ini, dimana uang lagi jatuh, pasar saham terjun bebas, maka orang yang memiliki uang, pilihan investasi terbaik selain emas adalah properti. Inilah saatnya dan peluang
terbaik untuk kami pasarkan produk properti, khususnya hunian.

Saat ini banyak pengembang yang melakukan penyesuaian. Bagaimana dengan MAS Group?

Produk kami seperti di Seion Residence @Serang yang bekerjasama dengan developer Jepang, tentu sangat memperhatikan tentang konsep hunian yang sehat dan nyaman bagi penghuninya. Seperti pada desain, mulai dari
ventilasi, jendela, sehingga pertimbangan akan sirkulasi udara dan cahaya alami, bisa masuk di dalam rumah. Konsep hunian juga lebih banyak menggunakan kaca sehingga di dalam jadi lebih terang.

Kemudian secara kawasan, saat ini orang semakin peduli akan aktivitas di luar rumah yakni seperti berolahraga. Sehingga yang kami kedepankan adalah banyaknya fasilitas olahraga yang berada di dalam kawasan perumahan atau proyek yang kami kembangkan. Seperti jogging track yang
bisa juga digunakan untuk bersepeda, dan fasilitas olahraga lainnya.

Kemudian dari aktivitas penjualan coba kami lakukan dengan kondisi saat ini di mana semuanya dilakukan secara online. Saat ini hampir 90 persen biaya promosi yang kami keluarkan adalah secara online. Mau tidak mau, kami harus sesuaikan dengan tren saat ini.

Bahkan kami juga kaget bahwa promosi daring ini selain biayanya di bawah biaya promo offline, hasilnya pun ternyata cukup luar biasa. Kenapa kami tidak lakukan sejak dari dulu? Apalagi saat ini juga sudah mulai banyak pameran secara online. Jadi semuanya mengikuti tren.

Dan menurut opini saya meskipun kelak nanti pandemi corona sudah berakhir, tren pemasaran melalui digital seperti saat ini akan terus dilakukan. Karena saya kira penjualan secara daring itu pengaruhnya masih dan akan terus sangat besar. Apalagi masa pandemi dengan kondisi PSBB sudah dilakukan cukup lama, otomatis kebiasaan orang juga sudah terbentuk untuk melakukan berbagai aktivitas secara online.

Secara umum jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, bagaimana pertumbuhan penjualan properti MAS Group?

Sebenarnya kami sendiri juga agak surprise dengan kondisi saat ini, karena seperti kita ketahui bahwa sedang terjadi krisis di semua bidang. Namun, penjualan di beberapa proyek kami justru seperti biasa saja, bahkan seperti tidak dalam kondisi krisis. Kami sendiri juga kaget dengan pencapaian ini.

Dan kalau dilihat juga, range produk kami juga cukup luas, mulai dari perumahan subsidi sampai dengan segmen Rp1 miliar ke atas. Yang kami rasakan adalah penjualan rumah subsidi malah menyusut. Sekilas saya mengamati, kebanyakan pekerja pabrik yang membeli rumah subsidi,
mungkin ada sedikit kekawatiran terjadi PHK, atau pengurangan gaji sehingga mereka lebih menahan untuk beli rumah. Jadi yang kami rasakan bahwa penjualan rumah subsidi ini turun tajam. Sedangkan di perumahan
segmen komersial penjualannya justru stabil, dari sebelum pandemi sampai sekarang, yakni dengan range harga Rp300 juta hingga di bawah Rp1 miliar. Jadi kelas menengah dan menengah ke atas masih cukup stabil.

Artinya masa pandemi Corona ini tidak menjadi halangan yang cukup berarti bagi MAS Group?

Saya kira hal yang sama juga dialami oleh beberapa teman developer yang lain bahwa saat ini yang agak sulit adalah proses akad KPR. Mungkin karena para pegawai bank masih melakukan work from home. Kalau untuk penjualan secara umum kita masih cukup stabil.

Apakah ke depan ada rencana pengembangan proyek baru?

Kalau mau membaca pasar, biasanya akan selalu berbanding terbalik. Kalau subsidinya lagi bagus sementara komersialnya kurang bagus, maka yang terjadi adalah subsidinya kurang bagus komersialnya bagus, seperti saat sekarang ini. Sehingga dari beberapa landbank kami ini, kami coba seimbangkan lagi, supaya bisa lebih fleksibel di depannya. Jadi kami punya
yang subsidi dan yang komersial. Artinya, saat ini kami akan lebih fokus ke komersial.

Adapun beberapa landbank kami untuk produk selanjutnya masih ada di sekitar Tangerang. Tapi kami masih fokus di proyek yang sudah ada, seperti di Banten, terutama Tangerang, kemudian di Bogor. Proyek Bali Resort Bogor ini juga masih perluasan dan penjualan. Masih ada sekitar 10 – 20 hektar lagi untuk perluasan. Sementara proyek di Bekasi pun memiliki potensi perluasan 10 – 15 hektar lagi. ● [PiuKlobor]