Jakarta, Propertyandthecity.com — Pembangunan kawasan legislatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, memasuki fase penting. Dua perusahaan konstruksi BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), resmi menggarap proyek pembangunan gedung DPR dan MPR dengan total nilai kontrak yang menembus lebih dari Rp 5,5 triliun.
Waskita Karya mengerjakan pembangunan gedung dan kawasan DPR dengan nilai kontrak Rp 1,84 triliun. Direktur Operasi I Waskita, Ari Asmoko, mengatakan gedung tersebut dirancang menjadi pusat aktivitas ASN dan anggota legislatif dengan total luas mencapai 85.903 meter persegi.
“Pembangunan gedung dan kawasan DPR di IKN merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah. Diharapkan bangunan tersebut dapat memudahkan para ASN dan anggota DPR dalam menjalankan tugasnya,” ujar Ari dalam keterangan resmi seperti dilansir antaranews. (08/12/2025).
Pekerjaan Waskita meliputi pembangunan Gedung DPR A, B1, dan C1, jalan kawasan, pintu masuk pejalan kaki dan pesepeda, fasilitas olahraga, hingga lanskap Blok DPR I.
Salah satu pembeda utama gedung DPR di IKN dengan gedung DPR eksisting di Jakarta adalah penerapan konsep green building. Bangunan dirancang menggunakan desain Breathing Facade dan sentuhan budaya Wastra Nusantara melalui pola garis vertikal, horizontal, serta diagonal pada fasad.
Untuk mendukung efisiensi energi, sebagian besar jendela menggunakan sistem operasional dan fleksibel untuk mengatur aliran udara alami. Setiap lantai akan dilengkapi area hijau, sejalan dengan konsep forest city IKN. Proyek ditargetkan rampung dalam dua tahun.
WIKA Garap Dua Proyek Senilai Rp 3,66 Triliun
Di sisi lain, WIKA menandatangani dua kontrak strategis pembangunan kawasan lembaga negara di IKN. Nilai kontrak pertama mencapai Rp 1,96 triliun untuk pembangunan Gedung DPR II dan fasilitas pendukung mulai dari struktur bangunan, interior, geoteknik, lanskap, tata cahaya, hingga sistem utilitas kawasan.

Kontrak kedua senilai Rp 1,70 triliun mencakup pembangunan Gedung MPR dan bangunan pendukung dengan penataan kawasan representatif untuk kegiatan protokoler negara.
Direktur Utama WIKA, Agung BW, menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan perusahaan bagi pembangunan IKN.
“Kontrak ini mencerminkan kepercayaan besar pemerintah terhadap kapabilitas WIKA. Kami berkomitmen menghadirkan konstruksi berkualitas, tepat waktu, dan berkelanjutan untuk mendukung terwujudnya IKN sebagai pusat pemerintahan modern berkelas dunia,” ujarnya.
Baca Juga: Aksara Homes Ciputat Kini Dilengkapi Club House Baru
Selain proyek ini, WIKA juga tengah mengerjakan sejumlah infrastruktur penting di IKN, termasuk jalan kawasan, jaringan sanitasi, dan beberapa ruas jalan tol penghubung.
Pembangunan kompleks legislatif ini diproyeksikan menjadi ikon tata pemerintahan baru Indonesia yang menggabungkan dan memfokuskan pada keberlanjutan lingkungan, budaya Nusantara, dan teknologi konstruksi modern.







