Beranda Berita Properti Ditawarkan Untuk Kos-Kosan, Apartemen The Millenial City Mulai Dibangun Tahun Ini

Ditawarkan Untuk Kos-Kosan, Apartemen The Millenial City Mulai Dibangun Tahun Ini

0

PropertyandtheCity.com, Bekasi (Jawa Barat) – Kalangan pengembang dituntut lebih kreatif agar tetap bisa membukukan penjualan di tengah tantangan ekonomi global mulai dari potensi pelambatan ekonomi, risiko inflasi hingga peningkatan tensi politik dalam negeri. PT Duo Properti Lestari (DPL) misalnya, menawarkan bisnis kos-kosan melalui proyek apartemen kos-kosan (aparkost) The Millenial City (TMC) yang dikembangkannya di Jalan Pilar, Kecamatan Serang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Pekan lalu, DPL melansir acara ground breaking atau peletakkan batu pertama, sekaligus menandakan aparkost TMC siap dibangun tahun ini. Menurut Direktur Utama DPL, Asriman A. Tanjung, pihaknya meluncurkan apartemen konsep investasi kosan-kosan untuk meladeni masyarakat yang ingin memiliki passive income. 

Komisaris Utama Duo Properti Lestari, Mery Yuniarni (tiga dari kiri) dan Direktur Utama Duo Properti Lestari, Asriman A. Tanjung (tiga dari kanan) bersama perangkat desa dan aparat setempat, dalam prosesi groundbreaking The Millenial City, Minggu (3/3/2024).

Melalui proyek ini pula, pengembang ingin para pemilik unit dan calon penyewa unit merasakan sendiri bagaimana nyaman dan asiknya tinggal di aparkost. 

“Tidak hanya menyediakan ruang kos-kosan ala apartemen yang nyaman, aman dan estetik, The Millenial City juga cocok untuk masyarakat yang ingin memiliki tambahan pendapatan. Untuk memiliki passive income banyak kendalanya terutama di lokasi prospektif yang harga propertinya semakin tinggi. Makanya kami mengajak konsumen yang mau jadi bos kos-kosan melalui produk kami. The Millenial City adalah properti sewa kelas apartemen tapi dengan harga terjangkau oleh karyawan yang bekerja di kawasan industri Cikarang,” ujarnya dalam jumpa pers di The Millenial City, Minggu (3/3/2024).

Aparkost adalah diksi baru di dunia properti. Demikian diklaim Asriman. Ini adalah produk kos-kosan atau konsep hunian bersama yang makin berkembang sebagai alternatif hunian di kawasan urban, bisnis dan industri, guna menyiasati harga rumah yang makin mahal di perkotaan, sekaligus wujud respon pengembang mendukung pemerintah untuk mendorong dan menjaga sektor pertanian Indonesia, salah satunya melalui perlindungan lahan pertanian terutama lahan sawah sesuai implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan. 

“Ini salah satu cara melakukan efektifitas lahan. Jika dibandingkan dengan unit yang sama, tahap pertama kami bangun 1.200 unit, jika dalam bentuk rumah tapak maka dibutuhkan lahan seluas 13-15 hektar. Dengan konsep ini kami hanya butuh lahan 1 hektar saja. Semoga ini menjadi solusi sehingga ketahanan pangan kita tetap terjaga,” tutur Asriman.

Cikarang telah berkembang menjadi kawasan paling kinclong di timur Jakarta. Propertinya berkembang pesat didorong akses, infrastruktur, dan banyaknya industri di kawasan ini. Properti yang ditawarkan di Cikarang mulai perumahan hingga mixed use development umumnya diserap pasar cukup baik. Kawasan ini masih akan berkembang karena punya basis ekonomi sangat kuat melalui kehadiran ribuan perusahaan industri, dengan ribuan pekerja asing dan ratusan ribu pekerja industri yang membutuhkan hunian dan dukungan fasilitas. Pasarnya juga cukup siap karena kawasan ini dihuni sekitar 1,5 juta orang dari berbagai kawasan industri, mulai dari Lippo Cikarang, Greenland International Industrial Cikarang (GIIC), Jababeka, Delta Silicon Industrial Park, The Hyundai Industrial Park dan MM2100. 

“Cikarang adalah kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Ada 2.000 perusahaan naisonal dan multinasional yang beroperasi di wilayah Cikarang, seluas total 7.000 hektar. Jadi saya rasa, pasarnya juga cukup siap karena kawasan ini dihuni sekitar 1,5 juta orang dari berbagai kawasan industri. Dari gerbang Lippo Cikarang menuju proyek kami hanya 450 meter, dimana ada 600 ribu karyawan yang bekerja di sana. Atau, sekitar 16-20 menit menuju kawasan industri GIIC dan MM2100. Itulah pangsa pasar The Milleniall City,” ungkap Asriman.

Potensi Sewa
Rencananya pengembang akan membangun 14 tower apartemen setinggi masing-masing 4 lantai di area seluas 3 hektar. Tipenya 15-24 m2 seharga Rp180 jutaan. Seluruh unit aparkost berstatus hak milik (strata title) sehingga bisa diperjual-belikan. Nilai investasinya disebut Asriman mencapai Rp200 miliar.

Menurut Komisaris DPL yang juga Founder TMC, Mery Yuniarni, dari 1.168 unit yang dipasarkan di dua tower pertama sudah terjual 330 unit. Tipenya 15-24 m2 seharga Rp180 jutaan. “Khusus pembelian tunai harga tersebut sudah termasuk pajak-pajak, biaya notaris dan balik nama. Tahun depan targetnya sudah serah terima unit. Kapan lagi punya hunian dengan nilai kos-kosan,” ucapnya.

Mery menyebut, pihaknya mengemas program pembelian unitnya dengan cukup menarik. Konsumen cukup membayar Rp1 jutaan sebagai uang untuk mendapatkan NUP (Nomor Urut Pembeli). Sisanya bisa langsung diangsur tanpa uang muka Rp1,5 juta per bulan selama 20 tahun dengan KPA dari bank. Potensi sewa kos-kosan di sekitar TMC sekitar Rp1,5-2 juta/bulan.

Kendati tak disebut angka prosentasenya, dengan program ini, DPL akan memberikan jaminan sewa (rental guarantee) kepada pemilik unit. Pendapatan sewa ini dapat dipakai untuk mengurangi cicilan. Ia mencontohkan, jika harga belinya adalah Rp200 juta dan penghasilan sewa Rp1,7 juta/bulan, dikurangi dengan IPL Rp70 ribu, maka selama setahun pemilik menghasilkan Rp19.5 juta, maka ROI-nya 9,78 persen.

“Kami akan tunjuk operator yang siap mencari penyewa dan menjaga properti investor. Di Australia konsep ini sudah berjalan lama, sehingga yang tinggal di kawasan ini juga akan dikurasi dari risiko penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan hal-hal negatif lainnya,” terang Mery.

Seluruh unit yang disewakan akan dilengkapi AC dan WiFi. Pengembang juga menjanjikan fasilitas di dalam kawasan diantaranya, one gate system, area komersial, food court, kolam renang, mini market, fitness center, jogging track hingga masjid. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini