Propertyandthecity – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mempertahankan kinerja positif meskipun menghadapi persaingan ketat dan kelebihan pasokan di industri. Pada paruh pertama tahun ini, SIG mencatat pendapatan konsolidasi Rp16,41 triliun dan laba periode berjalan Rp503,49 miliar.
SIG fokus pada pengembangan semen hijau dan solusi berkelanjutan untuk menciptakan peluang pertumbuhan.
“Di tengah situasi industri yang menantang dalam beberapa tahun terakhir, selain terus menjaga kinerja fundamental agar tetap kuat,” tutur Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG dalam keterangan resminya kepada media, Jakarta, (02/08).
“SIG juga melanjutkan fokus dalam membangun ekosistem bisnis sebagai katalis baru yang akan menunjang optimalisasi penggunaan semen hijau dan solusi berkelanjutan. Karena ke depan, tidak hanya industri yang bergerak ke arah industri hijau, tetapi cara kita membangun juga harus mulai berubah agar adaptif terhadap perubahan iklim dan menjaga kebutuhan generasi mendatang,” tuturnya lebih lanjut.
Selama semester pertama 2024, SIG menjaga arus kas operasi positif dan menurunkan saldo hutang, serta melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II senilai Rp3,36 triliun. Hal ini menurunkan liabilitas dan beban keuangan, mendukung profitabilitas.
Kesehatan keuangan SIG tercermin dari rating idAA+/positive oleh Pefindo, menjadikan saham SIG (SMGR) dalam daftar indeks Pefindo i-Grade. Menurut Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, perusahaan fokus pada ekosistem bisnis untuk optimalisasi semen hijau dan solusi berkelanjutan.
SIG mendukung ekonomi berkelanjutan dan target Net Zero Emission 2050 dengan menyediakan bahan bangunan rendah karbon. SIG juga siap memenuhi kebutuhan pembangunan di Indonesia, termasuk proyek di IKN dengan konsep kota berkelanjutan.
SIG telah menyelesaikan instalasi Bangunan Contoh Teknologi di IKN yang menunjukkan aplikasi semen hijau. Untuk mendukung pembangunan ramah lingkungan, SIG bekerja sama dengan PT Bina Karya (Persero) dan PT Karya Logistik Nusantara.
Baca Juga: Tangerang Jadi Primadona Pencari Rumah, LPKR Siapkan Strategi Penjualan
Upaya SIG mencakup peningkatan operasional, pengelolaan pasar, jaringan produksi, dan efisiensi biaya.
Selain pasar domestik, SIG meningkatkan ekspor dengan pengembangan fasilitas produksi di Tuban yang akan operasional pada 2025, memenuhi kebutuhan ekspor ke Amerika Serikat.
Hingga akhir semester I/2024, SIG meningkatkan substitusi energi panas dan efisiensi konsumsi energi, menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 19,21% dari baseline 2010. Capaian ini diperoleh dari pemanfaatan bahan bakar alternatif, digitalisasi, dan energi terbarukan. (*)





















