Beranda Berita Properti Di Hari Jadinya ke-4, PPRO Perkenalkan Apartemen Begawan sebagai “7 Wonders”

Di Hari Jadinya ke-4, PPRO Perkenalkan Apartemen Begawan sebagai “7 Wonders”

0

Saat launching perdana, 20 Mei 2017 lalu, langsung terjual sebanyak 568 unit dengan pembeli yang tersebar, baik di Malang, Surabaya, termasuk Jakarta. Harga terkini mulai dari Rp300 – Rp600 juta.

Malang tidak hanya dikenal sebagai kota apel. Malang juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Timur, baik wisata alam maupun wisata kuliner. Dan Kota Malang terkini adalah salah satu kota tujuan pendidikan, sebagaimana Yogyakarta, Surabaya, atau Semarang. Ini pula menjadi alasan pengembang properti pelat merah, PP Properti, Tbk. (PPRO), merambah ceruk bisnis properti di Kota Malang, melalui Begawan Apartment.

Begawan Apartment merupakan proyek apartemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama di Kota Malang, yang diluncurkan pertama kali pada Sabtu, 20 Mei 2017 lalu. Apartemen dengan dana investasi sekitar Rp200 miliar, yang mengusung konsep hunian mahasiswa anti narkoba ini dibangun di lahan seluas 1,4 hektar.

Lokasi strategis di pintu gerbang Universitas Muhammadiyah Malang, dan tak jauh dari beberapa perguruan tinggi lainnya. Penjualan Begawan Apartment kini hanya menyisahkan beberapa unit saja. Bahkan pada saat launching perdana sudah terjual sebanyak 568 unit dari total satu menara sebanyak 948 unit.

BACA: Hanya 3 Jam, Apartemen Mewah di Jababeka Oversold

Terdapat empat pilihan tipe unit, yakni studio yang berukuran 21,79 meter persegi. Lalu, tipe studio plus 23,25 meter persegi, tipe 2 bedroom 35,92 meter persegi dan tipe 2 bedroom corner 39,98 meter persegi. Apartemen mahasiswa kini dipasarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp300 jutaan hingga Rp600 jutaan per unit. Begawan Apartment direncanakan mulai dibangun pada awal tahun 2018 dan ditargetkan selesai dalam 2 tahun ke depan.

7 Wonders

Dalam rangka memeriahkan hari jadinya yang ke-4 tahun, PPRO menyelenggarakan beberapa rangakaian acara, terutama menyasar generasi kekinian. Pasalnya, derasnya arus teknologi digital yang sudah tidak dapat dibendung saat ini, dapat pula membawa pengaruh negatif untuk semakin jauh dari berbagai produk seni dan budaya lokal yang juga mesti dilestarikan.

“Salah satunya adalah kesenian Bantengan. Saat ini memang masih banyak digemari oleh masyarakat dan masih terus dilakukan, terutama di kampung-kampung. Entah hanya sekadar sebagai hiburan atau dalam mengisi acara tertentu,” ujar Bagus Febru Saptono, Project Director Begawan Apartment PPRO di hadapan awak media, Rabu (13/12/2017) di Malang.

Pentas grup kesenian Bantengan ‘Macan Loreng’ asal Desa Jetis, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menjadi pembuka acara bertajuk “Begawan Digital Day PPRO”.

Menurut Bagus, kesenian Bantengan, dan berbagai seni budaya, serta kearifan lokal lainnya harus bisa dipertahankan dan lestarikan. Namun demikian, kemajuan teknologi digital saat ini juga bukan menjadi ancaman. Teknologi, kata Bagus, tetap bisa dikolaborasikan dengan seni dan budaya lokal.

“Dan ini sejalan dengan tema acara kami, Begawan Digital Day yang menyandingkan seni Bantengan dan kemajuan teknologi digital,” tegasnya.

BACA: Damai Putra Group Gandeng Perusahaan Jepang Bangun Apartemen Pertama di Kota Harapan Indah

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga sebagai wujud rasa syukur Begawan Apartment atas langkah dan kiprah PPRO selama kurun waktu empat tahun di bisnis properti.

“Apalagi di Malang ini, direspon dengan sangat baik,” terang Bagus.

Begawan Digital Day melibatkan sekitar empat universitas yang ada di Jawa Timur dan mempunyai karya teknologi. diantaranya ITS, Universitas Brawijaya, UMM dan Polinema.

“Kami berharap Begawan Digital Day ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi pada generasi muda Malang untuk mampu menguasai teknologi,” tambah Bagus.

Acara yang berlangsung di site Begawan Apartment itu sengaja membidik para mahasiswa sesuai dengan konsep yang diusungnya, yakni Student Premium Apartment. Rangkaian materi acara yang disuguhkan berupa digital experience seperti virtual reality, 180’ matrix digital photo, digital expo knowledge, tropical jungle, futuristic diantri para pengunjung yang ingin merasakan sensasi petualangan digital.

Penguasaan teknologi digital adalah mutlak, sebut Galih Saksono, Direktur Realty PPRO. Untuk ini, teknologi harus dikenalkan secara lebih mendalam di tengah-tengah masyarakat.

“Dalam industri properti teknologi digital saat ini merupakan elemen penting yang dapat diperhitungkan untuk meningkatkan pemasaran produk, bahkan untuk produk properti tak terkecuali di produk-produk karya PPRO,” jelas Galih.

Perayaan HUT ke-4 PPRO yang jatuh pada 12 Desember mengusung tema “7 Wonders”. Tema ini diwujudkan dengan serangkaian pelaksanaan kegiatan groundbreaking dan soft launching yang dilaksanakan bersamaan dengan proyek-proyek PPRO lainnya di lima kota besar di Indonesia yakni Bekasi, Bandung, Surabaya, Malang dan Lombok.

Begawan Digital Day adalah salah satu dari proyek “7 Wonders” PPRO yang merupakan bagian dari rangkaian acara di Begawan Apartment. [Pius Klobor]

Website | + posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini