Beranda Berita Properti Dekat BSD dan Pamulang, Properti di Gunung Sindur Makin Menggeliat

Dekat BSD dan Pamulang, Properti di Gunung Sindur Makin Menggeliat

0
Serpong Natura City, Bogor, Jawa Barat.

PropertyandTheCity.com, Bogor — Infrastruktur terus mendorong perkembangan kawasan-kawasan khususnya di area greater Jakarta (Jabodetabek). Perkembangan itu juga menyentuh area Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, yang berbatasan dengan wilayah Serpong Selatan di Tangerang Selatan, yang kawasannya didukung jaringan infrastrutur terintegrasi sehingga memudahkan aksesibilitas khususnya dari jalan tol dan jalur transportasi umum.

Situasi ini membuat pengembangan proyek properti di kawasan bisa diterima pasar dengan sangat baik. Pengembang PT Natura City Developments Tbk, hingga saat ini sukses menggarap proyek townshipnya di kawasan tersebut, yaitu Serpong Natura City (210 hektar).

Menurut Direktur Marketing PT Natura City Developments Tbk, Syukurman Larosa, konsep hijau yang adem, tenang dan teduh membuat proyeknya laris di pasar. Terlebih lepas Pandemi Covid-19 gaya hidup masyarakat kini makin menyadari betapa pentingnya tinggal di lingkungan yang sehat dan bersih dengan udara yang sejuk berkat pepohonan yang menjulang rindang.

“Kawasan hunian Serpong Natura City dikelilingi banyak pepohonan sehingga kicauan burung dan suara gemericik air dari lintasan sungai masih sangat mudah dinikmati di sini. Kita tahu bahwa suasana alam yang masih asri akan bermanfaat bagi kesehatan penghuni, yakni dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi, sehingga bagus untuk relaksasi maupun produktivitas,” ujar Syakurman, dalam siaran pers di Bogor, Rabu (29/5).

Dikembangkan sejak tahun 2012 hingga kini Serpong Natura City terus memperkuat posisinya sebagai destinasi hunian idaman di kawasan selatan Jakarta. Sejak awak perumahan digagas untuk mengakomodir kehidupan modern dan keasrian alam.

Saat ini telah terbangun sembilan (9) klaster rumah tapak di Serpong Natura City dengan total hunian sebanyak 1.949 unit. Sembilan klaster tersebut mencakup The Riverside, The Signature, Gardenia, Fidelia, Edelweiss, Cattleya, Basea, Acacia, dan River Valley. Tak hanya klaster hunian, pengembang juga telah membangun tiga ruko komersial diantaranya Natura Niaga 1, Natura Niaga 2, dan Cattleya Niaga.

“Dari total unit yang tersedia, 90% sudah terjual dan 80%-nya sudah kami serah terimakan kepada konsumen. Sementara okupansi atau keterisian unit hunian dari seluruh klaster yang ada mencapai 65 persen. Terkini kami tengah fokus memasarkan produk rumah taman yang berada di klaster River Valley, unitnya terbatas hanya 74 saja,” jelas Syukurman.

Disebut rumah taman lantaran desain pada tiap unit dirancang dengan sisa lahan yang cukup besar. Sehingga penghuni memiliki fleksibilitas untuk mengubahnya menjadi kolam renang pribadi, taman bermain anak, area santai, maupun area fungsional lainnya. Selain rumah taman, pada tahun ini pengembang juga akan meluncurkan produk baru yakni rumah satu lantai tipe 39/66 dan dua lantai tipe 89/72.

Makin Prospek

Menyoal fasilitas, Serpong Natura City yang mengusung konsep kota mandiri tentu membekali kawasan dengan fasilitas terdepan. Diantaranya club house yang terdiri dari kolam renang, lapangan basket, arena gym, lapangan mini soccer, dan lapangan futsal. Penghuni juga dapat menikmati fasilitas jogging track dan jalur sepeda yang terdapat di seluruh jalan kawasan, dan dalam waktu dekat akan tersedia lapangan badminton.

Selain fasilitas olahraga untuk menunjang kesehatan penghuni, perumahan ini juga memiliki café Kopi Se Indonesia yang terletak di pintu gerbang pertama. Pengembang sengaja menghadirkan cafe agar mengakomodir gaya hidup, serta memberi kemudahan bagi penghuni maupun masyarakat sekitar yang bekerja secara remote maupun hybrid.

Kawasan ini juga menerapkan konsep jaringan listrik bawah tanah sehingga membuat tampilan lingkungan menjadi lebih rapi dan bersih. Ruas jalan boulevard yang lega dan saluran air yang seluruhnya dirancang tertutup pun menambah kesan estetik dan mengurangi potensi gangguan serta risiko keselamatan.

“Poin plusnya lagi, kawasan hunian kami didesain dengan 3 akses gerbang utama yang strategis, memudahkan akses baik ke Bogor dan Tangerang Selatan maupun ke berbagai fasilitas dan area penting di luar kawasan. Sehingga penghuni tidak hanya dapat bertumpu pada satu akses saja, jadi aktivitas sehari-hari bisa lebih efektif,” ungkap Syukurman.

Prospek Gunung Sindur diyakini semakin cerah saat rencana pembangunan tol Bogor-Serpong via Parung terealisasi. Jalur tol ini akan menambah pilihan akses penghuni dan masyarakat sekitar untuk menuju Jakarta atau ke kawasan lain di Bodetabek.

Saat ini perumahan bisa diakses dari pintu tol BSD dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Menuju dua stasiun KRL terdekat yakni Stasiun Rawa Buntu dan Stasiun Serpong juga sekitar 15 menit.

“Tidak hanya tol, ada pula rencana perpanjangan MRT hingga ke area Pasar Parung. Jadi perkembangan Gunung Sindur itu tinggal menunggu waktu. Maka dari itu, kami terus berkomitmen dan konsisten dalam menyuplai rumah yang berkualitas, agar masyarakat nanti bisa mengeruk nikmatnya hasil investasi yang dibenamkan dari sekarang,” pungkas Syukurman.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini