Covid-19 Bikin Olimpiade 2020 Ditunda

Tokyo selain sebagai ibukota negara Jepang, juga pusat keuangan, pusat industri hiburan, dan pariwisata menjadi salah satu sektor penting di Tokyo. Berdasarkan riset 2019 yang diterbitkan Statista, ada sekitar 21,8 juta wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Tokyo.

0
906
Sumber gambar livejapan.com

Infrastruktur transportasi di Tokyo terbilang paling maju di seluruh dunia, dengan ketepatan waktu yang tinggi. Kereta adalah transportasi yang menjadi andalan di negeri Sakura ini. Salah satu jalur yang penting adalah JR Yamanote Line. Jalur tersebut hubungkan pusat area Tokyo dengan Ueno, Ikebukuro, Shinjuku, Shibuya, dan Shinagawa dalam rute melingkar non-stop. Ada pula rute Keihin-Tohoku Line yang hubungkan kawasan Omiya di utara ke Yokohama di selatan. Sementara itu, subway memiliki total 13 jalur yang dikelola oleh dua perusahaan, yakni Toei Subways dan Tokyo Metro. Sebanyak empat jalur dikelola oleh Toei Subway sementara sembilan jalur lainnya dikelola oleh Tokyo Metro.

Dengan lahan yang makin terbatas, sangat sulit mencari rumah tapak di Tokyo. Kalau pun ada harganya terbilang tinggi. Per Januari 2018, rumah baru di kawasan pusat Tokyo 23 Ward dijual seharga kisaran 64,8 juta yen. Ukurannya rata-rata 97,6 meter persegi. Jumlah itu meningkat 12,2 persen dibandingkan Bulan Januari 2017. Dibandingkan Osaka yang juga kota besar, harga rumah tapak di pusat Tokyo bisa 3 kali lebih mahal.

Harga apartemen di kawasan pusat Kota Tokyo tak jauh berbeda daripada harga rumah tapak. Apartemen mewah malah bisa lebih mahal daripada harga rumah tapak. Harga per meter persegi apartemen mewah di pusat kota Tokyo bisa mencapai angka 1,3 juta yen per meter persegi. Apartemen seluas 26,15 meter persegi buatan 2019 bisa dijual dengan harga 36,5 juta yen. Sementara itu, apartemen seluas 81,34 meter persegi dijual seharga 163 juta yen.

Di antara semua objek pajak yang berada di Tokyo, pemasukan dari objek pajak di kawasan metropolitan menempati porsi terbesar. Berdasarkan dari Tokyo Metropolitan Goverment, pendapatan dari pajak kawasan metropolitan bisa mencapai angka 4,8 triliun yen atau 69,1 persen dari seluruh pemasukan dari sektor retribusi.

Ada tujuh tingkat pajak pendapatan yang berlaku di Tokyo yang juga berlaku di seluruh Jepang. Untuk penghasilan di bawah 1.950.000 yen, pajaknya adalah 5 persen. Untuk penghasilan 1.950.000-3.300.000 yen, pajaknya 10 persen. Sementara itu, penghasilan 3.300.000-6.950.000 harus membayar pajak 20 persesn. Penghasilan 6.950.000-9.000.000 dikenakan pajak 23 persen. Untuk penghasilan 9.000.000-18.000.000, pajaknya adalah 33 persen.

Di atas 40.000.000 yen, pajaknya adalah 45 persen. Dengan persentase sebesar itulah, pajak kawasan metropolitan bisa menempati porsi tertinggi. Pemerintah Jepang berencana menurunkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) mulai 2020. Untuk level terendah, PTKP diturunkan dari 650 ribu yen menjadi 550 ribu yen. Pada level tertinggi, PTKP turun dari 2.200.000 yen menjadi 1.950.000 yen. (Harini Ratna/dari berbagai sumber)