Home Urban Renewal Central Business District: TAK SEKEDAR PUSAT BISNIS

Central Business District: TAK SEKEDAR PUSAT BISNIS

213
1
central business district

Central Business District (CBD) kerap diidentikkan sebagai pusat kota. Akan tetapi, banyak kota—terutama yang memiliki sejarah panjang—memiliki kawasan CBD jauh dari pusat kota, bahkan memiliki beberapa CBD dalam satu kota.

Baca juga,Modernland Realty Lepas Kepemilikan Saham Astra Modern Land

Kawasan pusat bisnis alias merupakan pusat komersial dan bisnis di sebuah kota. Di kota-kota besar, CBD juga merupakan kawasan finansial, Central Business District (CBD) karena di sinilah transaksi keuangan skala besar terjadi. Umumnya, CBD sebuah kota memiliki properti ritel dan perkantoran dalam jumlah yang signifikan, serta memiliki kepadatan lebih tinggi dibanding kawasan lain di kota tersebut. Biasanya di CBD inilah dibangun gedung tertinggi di kota itu. Secara geografis, CBD sering diidentikkan dengan pusat kota, akan tetapi dua konsep tersebut
berbeda. Pasalnya, banyak kota memiliki CBD yang terletak jauh dari pusat kota atau pusat komersial.

Sebagai contoh, pusat kota London meliputi kota bersejarah London dan kota abad pertengahan Westminster, sedangkan The City of London dan daerah Docklands dianggap sebagai dua kawasan CBD.

Tonton Unboxing Fleekhauz

Mexico City juga memiliki pusat kota bersejarah dari era kolonial: Centro Histórico, yang memiliki dua CBD, yakni Paseo de la Reforma – Polanco dan Santa Fe.

Di Taipei, Taiwan, daerah sekitar stasiun kereta api utama dianggap sebagai pusat kota bersejarah, sementara area Xinyi di Timur stasiun kereta api dijadikan sebagai CBD Taipei saat ini. Kawasan ini menjadi distrik keuangan dan pusat perbelanjaan, serta lokasi Taipei 101, gedung tertinggi di Taipei.

Bentuk dan jenis dari CBD umumnya mencerminkan sejarah kota. Kota yang menerapkan pembatasan ketinggian bangunan, biasanya memiliki bagian kota bersejarah yang terlepas dari distrik keuangan dan administrasi.

Sementara itu, di kota-kota baru yang tumbuh cepat, seperti di Barat Amerika Utara, sebuah daerah pusat kota sering kali memiliki banyak bangunan pencakar langit. Kawasan CBD di kota seperti ini, selain berperan sebagai pusat kota, juga menjadi kawasan bisnis dan keuangan.

CBD biasanya memiliki populasi penduduk yang sangat kecil, karena kawasan ini hanya padat di saat hari dan jam kerja. Sebagai contoh, penduduk Kota London menurun dari lebih dari 200.000 jiwa pada tahun 1700 menjadi kurang dari 10.000 jiwa saat ini.

Akan tetapi, di kota-kota yang lebih baru, seperti di Australia dan Kanada—termasuk di Jakarta—populasi di daerah CBD meningkat, lantaran banyak profesional dan pebisnis muda pindah ke apartemen di pusat kota.

Berikut ini profil beberapa central business district dunia yang ada di Amerika, Asia, Eropa, dan Australia:

Midtown Manhattan

Midtown Manhattan, New York, merupakan CBD terbesar di Amerika Serikat dengan luas area mencapai 518 hektar. Properti di kawasan yang memisahkan Lower Manhattan dengan Upper Manhattan ini pun tergolong paling laris manis di dunia.

Tak hanya itu, Midtown—nama tenar kawasan ini—merupakan lokasi beberapa gedung ikonik, seperti Empire State, Gedung Chrysler, dan Markas Besar PBB. Daerah ini juga memiliki area komersial yang terkenal di dunia, seperti Rockefeller Center, Broadway, dan Times Square.

Jika Lower Manhattan adalah pusat keuangan, Midtown adalah pusat komersial, hiburan, dan media di AS. Midtown Manhattan juga merupakan pusat keuangan yang berkembang dan  menduduki peringkat kedua di bawah Lower Manhattan.

Daerah ini menjadi lokasi bagi warga dan komuter yang bekerja di kantor, hotel, dan perusahaan ritel—serta wisatawan dan pelajar yang datang.

Beberapa daerah, seperti Times Square dan koridor Fifth Avenue, memiliki banyak toko ritel. Times Square sendiri adalah pusat dari teater Broadway yang mahsyur itu. Sementara, Avenue
of the Americas merupakan markas dari tiga televisi terbesar di AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here