Beranda Property Trend CBD : TRANSFORMASI SEBUAH KOTA

CBD : TRANSFORMASI SEBUAH KOTA

6703
55

CBD  :TRANSFORMASI SEBUAH KOTA

Central business district dalam perkembangan transformasi sebuah kota, pusat bisnis (Central Business District) akan terbentuk secara alamiah atau terencana sebagai pusat aktivitas bisnis dan jasa perdagangan di wilayah tersebut. Bagaimana dengan CBD Jakarta?

Berawal dari Pantai Utara Jakarta, kawasan bisnis terus berkembang hingga ke daerah penyangga Ibu Kota sebagai bentuk transformasi dan pemekaran sebuah kota.

Ditarik ke belakang sejarah perdagangan Jakarta bermuara dari pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan bagian Utara Jakarta. Berjalannya waktu dan sempat beberapa kali berganti nama dan status, akhirnya pada tahun 1961 Jakarta menjadi Ibu Kota dengan Gubernur dijabat oleh Sumarno.
Sejak menjadi Ibu Kota, penduduk Jakarta melonjak sangat pesat akibat kebutuhan tenaga kerja pemerintahan yang hampir semua terpusat di Jakarta. Dalam waktu 5 tahun penduduknya berlipat lebih dari dua kali. Berbagai kantong pemukiman kelas menengah baru kemudian berkembang, seperti Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Pulo Mas, Tebet, dan Pejompongan. Sebelumnya sudah berdiri kawasan Menteng sebagai kawasan mentereng. Selebihnya Jakarta hanya berbentuk kantong-kantong perkampungan yang terpisah-pisah.

Kegiatan perdagangan dan bisnis dimulai dari wilayah pecinan (sekarang kawasan Kota Tua Jakarta) yang tidak lain merupakan cikal bakal CBD-nya Jakarta. Pada masa pemerintahan Soekarno, Jakarta melakukan pembangunan proyek besar, antara lain Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, dan Monumen Nasional. Pada masa ini pula Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman mulai dikembangkan sebagai pusat bisnis kota, menggantikan poros Medan Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara.

Politik mercusuar Soekarno ini telah membuat kota Jakarta semakin dikenal di mata dunia internasional.Hotel mewah yang pertama kali dibangun adalah Hotel Indonesia (HI). Hotel ini didirikan dalam rangka Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV tahun 1962 dan Games of the New Emerging Forces (GANEFO) setahun setelahnya. Stadion Utama Senayan dan komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno juga dibangun untuk penyelenggaraan kedua event dunia ini.

Pembangunan gedung-gedung tinggi pun mulai dibangun termasuk  Gedung Sarinah sebagai gedung pusat belanja pertama di Indonesia.
Aktivitas perdagangan kota mulai bergeser dari Kota Tua dan Senen ke arah Jalan Thamrin sampai Bundaran HI. Selain lebih bergengsi, infrastruktur jalan pun lebih memadai dan modern.

Kini poros Thamrin – Sudirman sudah menjadi hutan beton paling luas di seluruh Indonesia. Bahkan menjadi kawasan paling bergengsi dan mahal dengan sebutan ‘Segitiga Emas’ sebagai CBD-nya Jakarta.  Aksesibilitasnya mudah dijangkau dari segala arah membuat kawasan perkantoran dengan fasilitas prima ini sangat prospektif untuk menjalankan usaha bisnisnya.
Perkembangan kawasan bisnis ini pun melebar hingga ke kawasan Jalan Gatot Subroto sampai Jalan MT Haryono sebagai dampak dari berkembangnya Kota Jakarta. Dengan permintaan kapasitas bisnis yang semakin tinggi, poros Jalan Satrio pun dibuka untuk menghubungkan Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said.

Jakarta,29/4/2015

{jcomments on}

 

 

55 KOMENTAR

  1. Sportfishing is a good Babylon to pursue. It’s Babylon movie that basically never becomes aged.
    It really is a practice that a great many have liked. There needs to be patience concerned,
    but it is quite rewarding when you find one thing. You can take in the things you get or you can launch
    it back into the drinking water.

  2. Hello! I ϲould have sorn I’ѵe visited this site bef᧐re butt after browsing thгough sߋme of the posts I realizdd it’s neᴡ to mе.
    Anywаys, I’m certaіnly delighted I discovered
    іt and I’ll be bookmarking it ɑnd checking back frequently!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini