Jakarta, Propertyandthecity.com – PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 30.231 unit hingga 27 Juli 2026. Jumlah tersebut mencapai 43 persen dari total kuota FLPP Bank BSN tahun 2026 sebanyak 69.636 unit.
PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah menyalurkan KPR FLPP sebanyak 30.231 unit hingga 27 Juli 2026. Jumlah tersebut mencapai 43 persen dari total kuota FLPP Bank BSN tahun 2026 sebanyak 69.636 unit.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, capaian tersebut mendorong pangsa pasar KPR FLPP perseroan menjadi 23,4 persen per 28 Juli 2026, naik dari 21,3 persen pada akhir 2025.
“Capaian realisasi melesat hingga 23,4% ini menunjukkan kuatnya kapasitas, jaringan, dan komitmen Bank BSN dalam membantu MBR memperoleh rumah pertama melalui skema pembiayaan syariah yang terjangkau dan akuntabel,” kata Alex dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, peningkatan itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan rumah syariah sekaligus memperkuat posisi Bank BSN di segmen rumah pertama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Selain mencatat pertumbuhan penyaluran, Bank BSN juga memperoleh apresiasi sebagai bank dengan pelaporan akuHUNI terbanyak dan tingkat validasi e-Monev di atas 90 persen. Berdasarkan data BP Tapera, perseroan melaporkan 3.381 penerima manfaat MBR dengan tingkat validasi mencapai 92,58 persen. Selain itu, di segmen Pembiayaan Tapera periode 2021-2025, BSN juga kukuh di papan atas dengan membiayai 2.811 peserta, berada tepat di atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) yang mencatatkan 2.347 peserta.
“Penyaluran bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibiayai, tetapi juga bagaimana pembiayaan tersebut dipantau secara ketat setelah akad. Pelaporan dan validasi menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas program rumah subsidi,” tuturnya.
Ke depan, perseroan bersama BTN Group akan terus memperluas pembiayaan bagi MBR sekaligus memperkuat dukungan kepada pengembang guna menjaga ketersediaan rumah subsidi.





















