Tutup Atap Royal Sentul Park, Dua Tahun Harga Naik Rp100 Juta

0
187
royal sentul park
Apartemen Royal Sentul Park kini dijual mulai Rp400-800 jutaan. Serah terima dijadwalkan mulai Juni 2020./ Foto: dok. ACP

Konstruksi tower pertama apartemen Royal Sentul Park (Rosenpark) telah rampung dibangun. PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak perusahaan BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) pun menggelar seremoni tutup atap (topping off) bersamaan dengan perayaan ulang tahun Republik Indonesia ke-74 tahun, Sabtu (17/8/2019) di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca: Genap Setahun, Berikut 10 Pencapaian Adhi Commuter Properti

Proyek Rosenpark dibangun di atas lahan seluas 14,8 hektar, di Jalan Raya Sentul, Kadumanggu, Bogor. Kawasan hunian vertikal yang dibangun oleh ADHI tersebut menjadi proyek Transit Oriented Development (TOD) LRT City.

Topping off proyek ini menunjukkan progres yang sangat baik dari pengerjaan proyek yang sudah mulai dibangun (groundbreaking) sejak pertengahan tahun 2017 lalu,” ujar Nanang Safrudin Salim, Project Director Rosenpark dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, Royal Sentul Park ini akan menjadi proyek properti terpadu (mixed-use) pertama yang terintegrasi transportasi massal di kawasan.

“Masyarakat dan khususnya konsumen bisa melihat progres proyek yang sangat baik ini hingga nanti tahapan serah terima yang akan dimulai pada pertengahan tahun 2020,” katanya.

8 Menara Apartemen

Royal Sentul Park merupakan proyek mixed-use dengan total investasi mencapai Rp12,2 triliun. Proyek ini akan terdiri dari delapan tower apartemen 34 lantai dengan total seluruhnya kurang lebih 10 ribuan unit. Selain itu juga akan dibangun dua tower office, tower rumah sakit, universitas, dan lainnya.

Tower pertama ini merupakan bagian dari pengembangan tahap pertama dengan investasi Rp2 triliun. Tahap awal ini juga mencakup fasilitas komersial seluas 147.121 meter persegi yang terdiri dari lifestyle mall, shopping arcade, culinary street, thematic shop house, community plaza dan sebagainya.

Baca: Masa Depan Ada di Hunian TOD

Pengembangan konsep TOD di dalamnya diwujudkan dengan green connectivity di second ground floor untuk memfasilitasi pejalan kaki dan pengguna sepeda dengan konsep two level experience.

Dengan begitu, pejalan kaki dan pesepeda di tempat ini akan sangat menyenangkan lantaran tidak bercampur dengan lalu lalang kendaraan bermotor yang memiliki akses tersendiri.

Naik Rp100 Jutaan

Menurut Project Marketing Manager Rosenpark, Annisa Rizky Fadlillah menuturkan, sebagai pioneer pengembangan kawasan TOD, ACP selalu mengusung konsep yang berbeda dalam setiap mengembangkan proyek termasuk saat seremoni groundbreaking hingga topping off saat ini.

“Untuk topping off Rosenpark misalnya, kami mengusung tema mysterious forest sebagai gambaran dari konsep proyek ini, yaitu Leisure and Nature,” ungkapnya.

Dalam upaya ini pula, lanjut Annisa, ACP ingin memberikan kesan apabila konsumen memasuki kawasan ini, akan terdapat banyak area hijau dengan lanskap yang dibuat nyaman untuk berjalan kaki.

“Proses selanjutnya, kami lebih berkonsentrasi untuk penyelesaian finishing arsitektur dengan membuat real unit di lantai delapan sehingga konsumen bisa melihat gambaran utuh unitnya termasuk pemandangan yang bisa dinikmati dari ketinggian lantai delapan sambil menunggu serah terima unitnya bulan Juni tahun depan,” terang Annisa.

Baca: Cisauk Point Mulai Dibangun Agustus 2019

Tower pertama Rosenpark yang sudah melakukan topping off ini sudah terjual kurang lebih 900 unit. Tipe unitnya mulai studio (22,7 m2) Rp407 juta, 1 kamar tidur (35,5 m2) Rp600 jutaan, dan 2 kamar tidur (50 m2) mulai Rp800 jutaan dengan tipikal unit mayoritas tipe studio.

“Semua tipe rata-rata harganya naik 20% sejak launching atau sekitar Rp100 jutaan untuk tipe studio. Targetnya, penjualan tahun ini bisa mencapai 85% untuk kemudian kami pasarkan tower kedua,” kata Annisa.

Dengan kemudahan akses LRT di tahap 2 membuat Royal Sentul Park menjadi proyek yang sangat digemari oleh masyarakat. Terlebih dengan banyaknya nilai tambah (added value) dari konsep pengembangan TOD dari proyek ini.

Nantinya, dengan sarana LRT dapat menumbuhkan perekonomian yang dampaknya akan sangat positif bagi kawasan di sekitar stasiun.

Transportasi massal maupun TOD, kata Annisa, merupakan konsep lifestyle modern kota-kota yang ada di dunia dan juga sudah dimulai di kawasan Jabodetabek. Hal ini bisa dilihat pada kereta komuter, moda raya terpadu (MRT) Jakarta, hingga nanti LRT juga akan menjadi lifestyle bertransportasi masyarakat modern perkotaan yang akan menggantikan kendaraan pribadi.

Baca: Resmikan Stasiun Metland Telaga Murni, Menhub Apresiasi Pengembang

“Oleh karena itu kami sangat percaya diri dengan progres proyek ini dan terbukti 70 persen konsumen kami adalah penghuni yang memang akan memanfaatkan transportasi massal maupun seluruh sarana dan fasilitas di kawasan ini,” tutur Annisa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here