Triniti Land: Kepercayaan Investor Masih Terjaga

Wabah Covid-19 langsung memukul pasar properti dan mengancam bisnis para pengembang dalam beberapa bulan ke depan. Beruntung, saham Triniti Land masih mendapat kepercayaan dari investor.

0
391
Hyde Residence oleh triniti land
Hyde Residence yang dibangun oleh Triniti Land terinspirasi dari sebuah nama taman di CBD Kota Melbourne, yakni Hyde Park. (dok. Triniti Land)

Propertyandthecity.com, Jakarta – Memasuki tahun 2020 sebetulnya optimisme pengembang sudah cukup tinggi. Ada harapan properti menemukan jalan terang kembali setelah kurang lebih 6 tahun laju properti melandai. Terbukti beberapa pengembang di awal Januari 2020 langsung mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendapatkan dana dari lantai bursa. Salah satunya PT Triniti Land yang mencatatkan diri di BEJ sebagai emiten ke-6 di tahun 2020 pada 15 Januari 2020.

Tetapi apa mau dikata baru tiga bulan berjalan ekonomi dunia dilanda ketidakpastian akibat wabah Covid-19, Indonesia tidak terkecuali menghadapi ancaman pelemahan ekonomi. Ras was-was kini sudah menghinggapi para pengembang akan nasib bisnisnya.

Baca: Ishak Chandra: Pengembang Harus Antisipasi Dalam 3 Bulan ke Depan

“Memang momentnya jadi tidak tepat, tetapi beruntung harga saham kita masih di atas harga IPO karena kepercayaan dari investor masih terjaga kepada kita,” ujar Ishak Chandra, President and CEO Triniti Land.

Menghadapi situasi terkini, lanjut Ishak, Triniti Land akan fokus dengan produk-produk yang sekarang seperti Collins Boulevard Serpong dan juga Marc’s Boulevard di Batam. Strategi marketing sudah disesuaikan dengan kondisi sekarang yang mengharuskan social distancing dan menghindari face to face. Sehingga penjualan tetap berjalan. Para marketing sudah mulai mengadakan project briefing atau presentasi secara online. Semua marketing inhouse juga sudah di-brief untuk menggunakan aplikasi video conference seperti Zoom untuk bisa memberikan presentasi ke pelanggan dengan sistem online.

Ishak berharap ada stimulus dari bank yang bisa diberikan kepada konsumen maupun pengembang dalam menghadapi ketidakpastian saat ini dan beberapa bulan ke depan. Untuk konsumen, salah satunya bisa memberikan bebas cicilan sampai 6-12 bulan ke depan. Sedangkan untuk kredit konstruksi, bisa juga dalam bentuk memberikan pembayaran hanya bunga saja di luar principal.

Baca: Pasar Perumahan Banten Menukik 49,5%

Terkait harapan sebagian kalangan agar pengembang memberikan keringanan kepada calon konsumen yang ingin membeli properti di kondisi saat ini. Menurut Ishak di Triniti Land sendiri saat ini belum ada pembicaraan ke arah sana karena perusahaan masih fokus dahulu mengantisipasi kondisi sekarang akibat Covid-19. (Hendaru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here