Sven Sylviano: Asosiasi Beri Kami Banyak Seminar dan Training Online

Meski berbagai kegiatan masih serba terbatas, namun para broker properti di wilayah Jawa Barat masih tetap bisa melakukan transaksi penjualan unit.

0
135
Sven Sylviano, Ketua DPD AREBI Jawa Barat
Sven Sylviano, Ketua DPD AREBI Jawa Barat./ Foto: dokpri

Propertyandthecity.com, Jakarta – Jawa Barat sebagai salah satu ‘lumbung’ properti di Indonesia juga sudah pasti sangat merasakan dampak negatif dari pandemi Covid-19 terhadap sektor properti. Sven Sylviano, Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (DPD AREBI) Jawa Barat mengatakan, dampak langsung terasa pada supply dengan demand antara properti primer maupun seken yang tidak sebanding.

“Rumah primer cenderung tertekan sementara di pasar seken sebenarnya masih terdapat transaksi, tetapi memang tidak seramai seperti situasi sebelumnya,” ujar Sven belum lama ini.

Baca: Strategi Broker Jualan Properti di Masa Covid-19

Lebih dari itu, adanya kebijakan bekerja dari rumah hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga telah berdampak langsung pada penurunan transaksi penjualan properti. Sven memerkirakan penjualan properti di Jawa Barat turun sekitar 25 persen hingga 30 persen selama wabah Corona merebak.

Meski demikian, masih ada celah bagi agen maupun marketing properti untuk memasarkan produknya, terutama untuk segmen end user atau pemakai.

“Biasanya properti dengan segmen harga di bawah Rp1 miliar sampai dengan maksimal Rp2 miliaran, karena di segmen tersebut, biasa pembelinya adalah pemakai,” terang Sven Sylviano.

Menyikapi berbagai keterbatasan tersebut, para agen dan broker properti sudah pasti harus beradaptasi dengan kondisi saat ini. Hampir semua jenis kegiatan dilakukan secara online.

Database dibenahi, promosi online diperkuat, termasuk jaringan antar sesama anggota AREBI lebih diperkuat lagi selama masa pandemi.

Baca: Penjualan Turun Hingga 60 Persen, Ini yang Dilakukan AREBI Jawa Timur

“Di bawah naungan asosiasi kami AREBI Jawa Barat, sudah banyak pengetahuan melalui seminar dan training yang diberikan melalui online,” katanya.

Dengan cara demikian, lanjut Sven, banyak broker di Jawa Barat masih tetap bisa melakukan transaksi di masa pandemik saat ini.

Meski demikian, dia memastikan bahwa angka penjualan properti di wilayah Jawa Barat masih akan tergerus, terutama pada Mei ini. Faktor lain di luar wabah Covid-19, lanjutnya adalah juga bertepatan dengan hari raya Idul Fitri.

“Situasi pandemik yang terus bertambah, belum juga kegiatan bisnis dan operasional berbagai sektor bisnis yang masih di batasi seperti kebijakan PSBB,” tegas Sven Sylviano.

Managing Director dari kantor broker properti BILD tersebut memandang bahwa pasar properti baru akan kembali normal beberapa bulan ke depan. Namun dengan catatan, tegas dia, kasus pertambahan baru positif Covid-19 terus menurun & kemauan disiplin masyarakat yang kuat dibarengi kebijakan-kebijakan yang baik dari pemerintah.

Adapun anggota DPD AREBI Jawa Barat yang saat ini terdaftar sekitar 180-an kantor dari 3 DPC, yaitu AREBI DPC Bandung Raya, DPC Bekasi dan DPC Bogor.

Sebagai informasi, dalam webinar yang digelar oleh DPD AREBI Jawa Barat dengan tema, “Closing di Masa Covid-19”, Jumat (8/5/2020) lalu, terungkap beberapa marketing berhasil mencatat penjualan besar.

Baca: Kiat Closing Properti di Masa Pandemi Covid-19

Salah satunya adalah Cynthia Han, Master Bronze Century 21 Metro Bekasi yang bahkan bisa closing properti hingga 20 unit di masa pandemi ini, baik penjualan maupun sewa. Rata-rata untuk sewa berkisar mulai Rp15 jutaan, sementara dijual ada yang Rp8,5 miliar.

Sementara Raja Elsa Petriyana, Brown & White Depok juga meraih pendapatan yang fantastis di masa pandemi ini. Bahkan dia mampu meraup komisi hampir mencapai Rp400 juta, hasil dari penjualan sebidang lahan. Hebatnya, tidak ada potongan harga dari penjualan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here