SIASATI RUMAH MINIMALIS DENGAN DAPUR MENYAMPING

0
597

Dapur adalah salah satu area service yang ada di sebuah rumah atau jenis tempat tinggal lainnya. Area dapur di masa kini memiliki luasan yang sempit jika dibandingkan dengan luasan dapur 20 tahun yang lalu. Alasan mengapa luasan dapur di masa kini makin sempit karena luasan rumah juga makin terbatas. Sehingga membuat seluruh ruangan didalamnya ikut mengalami penyempitan.

Secara umum, dapur biasanya digunakan sebagai tempat untuk memasak. Area ini dapat dibagi menjadi tiga bagian jika diklasifikasikan berdasarkan fungsinya yakni area untuk menyimpan bahan makanan dan peralatan masak. Area untuk mencuci dan mengolah makanan untuk dimasak. Serta area untuk memasak bahan makanan. Istilah yang dapat menyimpulkan ketiga fungsi tersebut pada dapur adalah “work triangle”. Ketiga fungsi tersebut, idealnya diletakkan secara segitiga agar pengguna dapat beraktivitas di dapur secara efisien dan efektif.

Baca Juga :

 

Pada umumnya, dapur berdasarkan bentuk layout dibagi menjadi enam jenis yakni one-wall, galley, L-shape, horseshoe, island, dan peninsula. Namun masyarakat Indonesia lebih akrab hanya dengan tiga bentuk layout yakni one wall, L-shape, dan horseshoe saja. Pembentukan tipe-tipe layout pada dapur, pada dasarnya berasal dari penggunaan prinsip “work triangle”. Ketiga fungsi utama dapur diletakkan pada titik-titik tertentu sehingga idealnya membentuk segitiga. “Work triangle” dimulai dari tempat penyimpanan makanan di titik pertama yang diwakili oleh storage dan freezer sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan peralatan memasak.
Selanjutnya titik kedua diwakili oleh sink yakni tempat untuk membersihkan bahan makanan dan peralatan dapur. Titik terakhir diwakili oleh kompor sebagai tempat untuk mengolah bahan makanan dengan cara dimasak. Seluruh layout idealnya menggunakan prinsip tersebut untuk memudahkan pengguna dalam beraktivitas di dapur.

Sebagai desainer interior yang merancang area dapur, ada baiknya jika seluruh kebutuhan dan keinginan pengguna dirumuskan untuk memutuskan tipe layout mana yang baik digunakan untuk pengguna dalam beraktivitas di dapur. Faktanya seluruh penggunaan jenis layout dapur memiliki kelebihan dan kelemahan dalam penggunaannya. Namun ada faktor lainnya yang harus diperhatikan selain pemilihan tipe layout yakni peletakan dapur di sebuah rumah.

Nyatanya tidak seperti area service lain yakni kamar mandi yang harus diletakkan di pinggir ruangan, dapur cenderung dapat diletakkan dimana saja. Namun masyarakat Indonesia lebih memilih dapur diletakkan di depan rumah dengan memanfaatkan bukaan pada rumah tersebut. Terlebih lagi dapur masyarakat Indonesia biasanya memiliki pintu sendiri sebagai akses jalan pintas menuju area tersebut.

Tentu ada beberapa dampak dari penggunaan samping sebagai dapur karena penggunaan pintu samping pada dapur bisa menjadi akses masuk selain pintu utama. Dampak yang menguntungkan antara lain mempermudah pembuangan sampah dapur tanpa harus melewati ruangan lain. Mempermudah mobilisasi bahan makanan untuk diolah ataupun disimpan.  Memiliki sirkulasi udara yang baik karena limbah udara pada dapur dapat berganti dengan udara segar secara rutin setiap saat. Biasanya, dapur di lingkungan masyarakat Indonesia diletakkan di depan rumah dekat garasi. Hal tersebut cenderung membuat penghuni mengalami beberapa dampak.

Adapun dampak akan hal tersebut yang dapat merugikan jika pintu samping dipergunakan pada dapur yakni di antaranya adalah mengharuskan penghuni meningkatkan keamanan karena terdapat dua akses untuk keluar masuk rumah, membuat ukuran dapur menjadi lebih sempit lagi sehingga kegiatan di dapur tidak efisien dan efektif, serta asap hasil limbah udara saat memasak akan membuat rumah terlihat lebih tidak estetis.●

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here