Sentul City Optimis Raih Marketing Sales di Atas Rp1 Triliun

0
621
Sentul City Public Expose 1
PT Sentul City Tbk. (BKSL) menggelar acara Public Expose di Hotel Neo Green Savana, Sentul City, Bogor, Senin (10/12/2018). Tampak dalam gambar (Kiri-Kanan): Ricky Kinanto Teh (Direktur), David Partono (Presiden Direktur merangkap Direktur Independen), Rickey Mabbun Leuterio (Direktur) dan Kelvin Octavianus (Associate Director Sales & Marketing)./ Foto: Pius Klobor

PT Sentul City Tbk. (BKSL) berhasil mencetak kinerja positif sepanjang Januari – September 2018. Perusahaan meraih Pendapatan Bersih (Tidak Audit) sebesar Rp801,165 miliar, meningkat 12.03% dari Rp715,122 miliar pada periode yang sama tahun 2017.

Sementara Laba Kotor sebesar Rp507,463 miliar, meningkat 50,10% dari Rp338,092 miliar pada periode yang sama tahun 2017. Sedangkan hingga Kuartal III – 2018, BKSL berhasil meraih Marketing Sales sebesar Rp813 miliar. Tahun 2018, BKSL menargetkan dapat meraih marketing sales sebesar Rp1,5 triliun.

Baca: Belanja Modal Rp700 Miliar, Sentul City Target Marketing Sales Rp1,5 Triliun

“Karena block sales yang rencananya kami raih di tahun 2018 mundur maka mempengaruhi pencapaian marketing sales tahun 2018. Namun kami optimis tahun 2018 kami bisa meraih marketing sales di atas Rp1 triliun,” ujar David Partono, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk., kepada media di Sentul, Bogor, Senin (10/12/2018).

Untuk tahun 2019, lanjut David, pihaknya menargetkan marketing sales tumbuh 15%-20%.

“Namun jika block sales bisa kami raih di tahun 2019, maka marketing sales bisa jauh meningkat,” sambung David.

Tahun 2019 Sentul City belum ada produk baru dan masih fokus menghabiskan produk lama seperti Saffron Noble Residence, Opus Park, Green Mountain, Spring Mountain, dan lainnya. Rasio penjualan di tahun 2019 untuk landed 50%, high rise 30%, dan block sales 20%.

“Karena situasi ekonomi yang belum kondusif, ditambah adanya pemilihan presiden pada 2019, kami akan konservatif dan melangkah dengan hati-hati di tahun 2019. Kami perkirakan setelah pemilu presiden pasar properti kembali bergairah,” kata David Partono. Untuk tahun 2019, BKSL akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp500 miliar.

CBD Sentul

Saat ini PT Sentul City Tbk. tengah mengembangkan superblok Centerra di Central Business Distric (CBD) Sentul City, di Jl MH Thamrin, Sentul City, Bogor seluas 7,8 hektar. Superblok Centerra yang terbesar di selatan Jakarta ini terdiri atas AEON Mall, Apartemen Verdura, Saffron Noble Residence, Opus Park Towers, Gedung Perkantoran Centerra, serta AEON Condotel.

Baca: OPUS PARK: Inilah “Marina Bay” di Sentul City

AEON Mall yang sudah topping off pada Januari 2018 saat ini kontruksinya sudah mencapai +/- 70% (September 2018), memiliki lease area +/- 103,000 m2, jangka waktu sewa 20 tahun, dan rencananya handover ke tenant pada kuartal I – 2019 dan dibuka untuk umum pada kuartal III – 2019.

Apartemen Saffron Noble (1 tower dengan GFA 54,136 sqm) yang peluncuran penjualannya dilakukan pada tahun 2017 ditargetkan akan diserahterimakan pada kuartal I – 2020. Saat ini apartemen Saffron Noble dipasarkan seharga (termasuk PPN) mulai dari Rp950 juta hingga Rp2,4 miliar.

Sementara Opus Park yang dikembangkan PT Izumi Sentul Realty, yang merupakan perusahaan Joint Venture (JV) PT Sentul City Tbk. (BKSL), Sumitomo Corporation dan Hankyu Hanshin Properties Corporation dari Jepang, peluncuran penjualannya dilakukan pada tahun 2018, rencananya ditargetkan akan diserahterimakan pada kuartal – IV 2019. Opus Park terdiri atas 3 tower (Pinnacle, Crest, Summit) dengan GFA 162,408 sqm. Opus Park dipasarkan seharga (termasuk PPN) mulai dari Rp750 juta hingga Rp3,2 miliar.

Harga Tanah

Sejak dikembangkan tahun 1993, Kota Mandiri (township) Sentul City telah dikembangkan seluas 1.000 hektar, dari total lahan seluas 3.100 hektar. Sejumlah fasilitas telah dibangun dan akan terus bertambah di masa datang.

Saat ini harga tanah residensial berkisar Rp7,7 juta per meter persegi hingga Rp13,5 juta per meter persegi. Sejak 2007 hingga saat ini, harga tanah di Sentul City rata-rata per tahun naik 15%.

Baca: SENTUL KOTA MANDIRI DI SELATAN JAKARTA

Sentul City dapat diakses dengan baik via jalan tol dan LRT yang akan hadir sekitar tahun 2020. Transportasi massal kereta ini akan mempersingkat waktu perjalanan dari Sentul City ke Jakarta dari sekitar 1 jam menjadi di bawah 30 menit, dan itu diperkirakan untuk mengangkut hingga 435.000 penumpang per hari.

“Kami optimis ke depan Sentul City akan semakin berkembang. Saat ini harga tanah di Sentul City memang lebih rendah dibandingkan Tangerang dan Bekasi. Tapi kami optimis nanti harga tanahnya bisa lebih tinggi dibandingkan Tangerang dan Bekasi,” ujar David Partono.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here